Kasus Bansos, KPK Geledah 2 Kantor di Gedung Patra Jasa /media/3b/e2/79/3be279e6609b67db284cc0559eb6e56a.jpg

MerahPutih.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua kantor yang berada di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selatan, Jumat (8/1).

Penggeledahan dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial COVID-19 wilayah Jabodetabek yang menjerat bekas Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Baca Juga:

Mensos Juliari Ditahan 20 Hari ke Depan

"Terkait penyidikan dugaan korupsi di Kemensos dengan tsk JPB dkk, hari ini, Jumat, 8 Januari 2021, Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan di Gedung Patra Jasa, Gatot Subroto," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (8/1).

Ali mengatakan, penggeledahan ini menyasar ke dua perusahaan yang disinyalir ada kaitannya dengan kegiatan pengadaan Bansos di Kementerian Sosial.

"Di gedung ini, KPK menggeledah kantor dua perusahaan yakni PT ANM dan PT FMK. Penggeledahan dilakukan sejak pukul 10.00 WIB. Hingga saat ini, penggeledahan masih berlangsung," tuturnya.

Mensos Juliari berikan Bansos.(Foto: Kemensos).
Mensos Juliari berikan Bansos.(Foto: Kemensos).

Ali masih enggan membeberkan informasi soal keterkaitan dua perusahaan tersebut dalam kasus Bansos ini. Pasalnya, penyidikan kasus tersebut masih berlangsung.

"Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut," tutupnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Juliari P Batubara serta dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai tersangka. Ketiganya diduga sebagai pihak penerima suap.

Baca Juga:

Ini Tanggapan PDIP atas Penangkapan Kadernya Mensos Juliari

KPK juga menetapkan dua pihak swasta sebagai tersangka yakni Ardian IM dan Harry Sidabuke yang diduga sebagai pemberi suap.

Juliari bersama Adi dan Matheus diduga menerima suap senilai sekitar Rp17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemensos dalam pengadaan paket bansos untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PA 212 Cs Demo, Polda Metro Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara
Indonesia
PA 212 Cs Demo, Polda Metro Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara

Adapun rencana tersebut disiapkan untuk mengantisipasi adanya demonstrasi massa menolak Undang-Undang Cipta Kerja.

Beredar Video Panas Diduga Artis Heboh di Media Sosial, Polisi Diminta Tangkap Penyebarnya
Indonesia
Beredar Video Panas Diduga Artis Heboh di Media Sosial, Polisi Diminta Tangkap Penyebarnya

Pengguna media sosial dihebohkan dengan beredarnya video mesum yang mirip dengan salah satu artis ternama.

Polres Jakarta Pusat Canangkan Zona Integritas Bebas Korupsi
Indonesia
Polres Jakarta Pusat Canangkan Zona Integritas Bebas Korupsi

Hal ini merupakan bentuk Komitmen dari Hengki bahwa seluruh jajaran Polres Metro Jakarta Pusat harus terbebas dari aksi-aksi korupsi yang bisa mencoreng nama institusi Polri.

Penyuap Juliari Akui Berikan 2 Sepeda Brompton ke Operator Ihsan Yunus
Indonesia
Penyuap Juliari Akui Berikan 2 Sepeda Brompton ke Operator Ihsan Yunus

Yogas merupakan orang kepercayaan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Ihsan Yunus.

Sandera Korban, 5 Anggota BNN Gadungan Dicokok
Indonesia
Sandera Korban, 5 Anggota BNN Gadungan Dicokok

Mereka melakukan penyekapan terhadap korban serta meminta uang tebusan, di kawasan Depok

BNN Tetap Ingin Diskotek Golden Crown Ditutup
Indonesia
BNN Tetap Ingin Diskotek Golden Crown Ditutup

Langkah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) DKI menutup Golden Crown sudah tepat.

DPR Kritik Pejabat Negara yang Abaikan Protokol Kesehatan
Indonesia
DPR Kritik Pejabat Negara yang Abaikan Protokol Kesehatan

"Bahkan enggak mengerti protokol COVID-19," ujar Nabil

Polisi Belum Tutup Kasus Kematian Editor Metro TV
Indonesia
Polisi Belum Tutup Kasus Kematian Editor Metro TV

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menuturkan sejumlah fakta-fakta yang memperkuat dugaan bahwa Yodi melakukan bunuh diri.

Bacakan Replik, JPU Tetap Teguh Aurelia Layak Dihukum 11 Tahun
Indonesia
Bacakan Replik, JPU Tetap Teguh Aurelia Layak Dihukum 11 Tahun

Jaksa Haerdin mengatakan, dalam pembelaanya, Aurelia dan tim kuasa hukum tak memberikan informasi yang meringankan bagi terdakwa.

Terjaring OTT KPK, Bupati Banggai Laut Jagoan PDIP Punya Harta Rp5,43 Miliar
Indonesia
Terjaring OTT KPK, Bupati Banggai Laut Jagoan PDIP Punya Harta Rp5,43 Miliar

Harta Wenny terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak