Kasatwil Diminta Antisipasi Penolakan Rizieq Shihab Karopenmas Polri, Brigjen Awi Setiyono. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Karopenmas Polri, Brigjen Awi Setiyono menanggapi perihal sejumlah aksi massa yang menolak, kehadiran imam besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab menyusul rencana safari dakwah diberbagai wilayah di Indonesia.

Pihaknya menyerahkan kepada jajaran kepolisian di wilayah masing-masing untuk dapat menyikapi aksi massa tersebut.

Baca Juga

Mobil Berpelat RI 1 Palsu Terobos Gerbang Penjagaan Mabes Polri

"Kalau dinamika-dinamika yang ada di lapangan tentunya para Kepala satuan Wilayah, Kapolda, Kapolres itu kemudian akan menyikapi hal tersebut," kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (25/11).

Awi menjelaskan, jajaran kepolisian di setiap wilayah memiliki fungsi dan peran masing-masing untuk melihat situasi di lapangan. Karena itu semua pimpinan kepolisian di daerah tahu langkah yang seharusnya diambil.

"Kami dorong untuk pimpinan wilayah untuk memberikan penilaian sendiri, punishment, kapan dia harus preemtif, kapan dia harus preventif, kapan harus operasi penegakkan hukum," ujarnya

Tak hanya berfungsi dalam hal pengamanan, Awi juga menyerukan agar polisi juga memastikan penerapan protokol kesehatan jika terjadi aksi di lapangan. Hal ini, sebut Awi, sesuai dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 dan Surat Telegram yang dikeluarkan Kapolri Jendral Idham Azis.

"Jangan sampai terjadi klaster COVID-19 yang baru, itu dengan jelas," ungkapnya.

Habib Rizieq Shihab saat mendatangi gedung Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa (28/02). (MP/Dery Ridwansah)
Habib Rizieq Shihab saat mendatangi gedung Kementerian Pertanian Jakarta, Selasa (28/02). (MP/Dery Ridwansah)

Upaya-upaya ini dilakukan Polri untuk mengantisipasi kerumunan massa yang mungkin terjadi jika ada aksi penolakan. Merujuk pada Surat Telegram Kapolri, Awi mengingatkan kepada jajarannya agar tak segan-segan membubarkan kerumunan massa.

Baca Juga

Hasil Swab Test Keluarga Rizieq Shihab Diklaim Negatif COVID-19

Aksi tolak kedatangan pimpinan FPI Rizieq Shihab menggema di sejumlah daerah. Masyarakat menolak kedatangan Rizieq yang berencana menggelar safari dakwah di sejumlah daerah setelah kepulangannya dari Arab Saudi pada Selasa (10/11) lalu.

Mereka yang mengaku tergabung dalam sejumlah organisasi masyarakat sipil, mulai melakukan aksi penolakan. Aksi tersebut bahkan kerap diwarnai kericuhan, hingga ancaman menutup objek vital di daerah.

Di Bandung, Jawa Barat, massa yang mengatasnamakan diri dari Front Pembela Bangsa menolak kedatangan Rizieq dengan membakar spanduk yang memuat gambar orang nomor satu di FPI itu. Aksi itu dilakukan massa di depan Gedung DPRD Jabar, Senin (23/11) lalu.

Dalam aksinya, Front Pembela Bangsa menyesalkan Rizieq yang dinilai telah menyulut dan membiarkan pelanggaran protokol kesehatan dan kerumunan massa saat kedatangannya di Bandara Soekarno Hatta pada Selasa (10/11).

Aksi tersebut juga terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @infobandungkota.

Di Medan, ratusan masyarakat yang tergabung dalam Laskar Front Pembela Pancasila (FPP) menggelar aksi di depan kantor Pemprov Sumatera Utara di Medan, Jumat (20/11).

Mereka menolak kedatangan Rizieq yang kabarnya akan turut singgah ke Sumut dalam agenda safari dakwahnya. Dalam aksi tersebut, mereka menolak Rizieq yang dinilai hanya akan memecah kerukunan masyarakat Sumut yang selama ini telah hidup rukun.

Sementara itu masyarakat yang mengaku berasal dari GP Ansor, Banser, Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) dan Peguron Jalak melakukan aksi pada Jumat (20/11) di Alun-alun Barat Kota Serang.

Mereka menolak kedatangan Rizieq karena tak ingin mendengar ujaran kebencian. Meski aksi berjalan damai, polisi menangkap dua orang yang diduga pembuat rusuh. Keduanya diduga berupaya memprovokasi massa dengan membakar spanduk dan ban bekas.

Aksi penolakan terhadap Rizieq dilakukan oleh ratusan massa yang mengklaim sebagai Aliansi Arek Suroboyo di depan Gedung Negara Grahadi pada Selasa (24/11). Aksi tersebut berujung bentrok dengan puluhan orang simpatisan FPI. (Knu)

Baca Juga

Polisi Masih Cari Unsur Pidana Pelanggaran Protokol Kesehatan Rizieq Shihab

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Datangi Sejumlah Gudang Importir Kedelai, Polri Pastikan Bakal Pidanakan Para Penimbun
Indonesia
Datangi Sejumlah Gudang Importir Kedelai, Polri Pastikan Bakal Pidanakan Para Penimbun

Polri akan memproses hukum importir kedelai yang melakukan penimbunan.

Jelang Pensiun, Kapolri Idham Azis Berikan 46 Perwira Kenaikan Pangkat Jenderal
Indonesia
Jelang Pensiun, Kapolri Idham Azis Berikan 46 Perwira Kenaikan Pangkat Jenderal

Khusus mereka yang berada di luar struktur Polri, Idham Azis juga menekankan untuk dapat menjalankan tugas dengan baik.

Jaga Pemudik Balik ke Jakarta, Jalur Tikus Ikut Disekat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Majalah Italia di Tahun 1962 Sudah Ramalkan Bakal Terjadi Pandemi Corona
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Majalah Italia di Tahun 1962 Sudah Ramalkan Bakal Terjadi Pandemi Corona

Ia menambahkan narasi yang salah yang menimbulkan kesimpulan keliru.

Dua Paus Sudah Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Dua Paus Sudah Disuntik Vaksin COVID-19

Paus Fransiskus kini berusia 84 tahun sedangkan Paus Benedict XVI 93 tahun.

Anies 'Dikerjai' Pemerintah Pusat soal Penanganan Corona
Indonesia
Anies 'Dikerjai' Pemerintah Pusat soal Penanganan Corona

"Banyak keinginan dan kebijakan Anies yang terhalang oleh pemerintah pusat," ujar Ujang

6 WNA Ilegal Asal Tiongkok Terdampar di Rote Ndao NTT
Indonesia
6 WNA Ilegal Asal Tiongkok Terdampar di Rote Ndao NTT

Selain pengawasan, imigrasi juga melakukan telaah atau anatomi

 Calon Penumpang Bisa Ikut Rapid Test di Bandara YIA
Indonesia
Calon Penumpang Bisa Ikut Rapid Test di Bandara YIA

Rapid test disiapkan bagi calon penumpang yang belum melampirkan surat keterangan sehat.

35 Kasus Kekerasan Seksual Per Hari, NasDem Ngotot Sahkan UU PKS
Indonesia
35 Kasus Kekerasan Seksual Per Hari, NasDem Ngotot Sahkan UU PKS

Alasan utama untuk terus memperjuangkan RUU PKS, tidak lain karena kian meningkatnya angka kekerasan seksual di seluruh Indonesia.