Kasat Narkoba Polres Jaktim yang Tabrakkan Diri ke Kereta Api Alami Sakit Keras

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 30 April 2023
Kasat Narkoba Polres Jaktim yang Tabrakkan Diri ke Kereta Api Alami Sakit Keras

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Stasiun Jatinegara, Sabtu (29/4/2023). (ANTARA/Tangkapan layar video)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu diduga bunuh diri dengan cara menabrakkan diri ke kereta api yang melintas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut, AKBP Buddy Towoliu sempat mengeluh sakit.

"Sakitnya (AKBP Buddy Alfrits Towoliu) adalah di empedu," ujar Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Sabtu (29/4).

Baca Juga:

Kasat Narkoba AKBP Buddy Towoliu Tewas Tabrakkan Diri ke Kereta Api

Trunoyudo menuturkan, AKBP Buddy Alfrits Towoliu sempat berobat dan menjalani penanganan medis.

"Jauh sebelumnya kejadian ini, yang bersangkutan ini sakit, berobat, kemudian menjalani beberapa (perawatan) medis,” kata Trunoyudo.

Trunoyudo mengatakan, korban sudah izin dan melaporkan penyakitnya ke Kapolres Metro Jakarta Timur sekitar dua minggu lalu dan kemudian sempat menjalani operasi.

"(Terkait) sakit ini sudah melapor ke Kapolres, untuk sementara dua minggu atau seminggu lalu menjalani operasi karena tidak tahan lagi,” paparnya.

Baca Juga:

Warga Protes Pembuangan Limbah PT CLM

Sekadar informasi, Buddy banyak berkarier di Polda Metro Jaya (PMJ).

Pada 2015, ia pernah menjabat Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum PMJ.

Ia pun termasuk salah satu personel dari reserse kriminal umum yang pernah meraih penghargaan dari Kapolda Metro Jaya pada 2015 itu, Tito Karnavian.

Penghargaan diberikan karena ia punya andil mengungkap sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik. (Knu)

Baca Juga:

Timnas Indonesia U-22 Menang Telak pada Laga Perdana Vs Filipina

#Bunuh Diri #Kecelakaan Kereta
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Indonesia
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Korban YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak usia satu tahun diasuh neneknya karena sang ibu harus bekerja sebagai petani dan buruh serabutan.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Indonesia
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Kasus bunuh diri siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT, yang diduga dipicu karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis menjadi sorotan
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Indonesia
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Siswa SD di NTT bunuh diri karena tidak mampu membeli buku. Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, mendesak Kemendikdasmen mengusut tuntas.
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Bagikan