Kasasi Jaksa Ditolak MA, Rizieq Shihab Bayar Denda Rp 20 Juta Terdakwa Rizieq Shihab saat menjalani sidang putusan kasus kerumunan Megamendung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021). ANTARA/Yogi Rachman

MerahPutih.com - Anggota tim kuasa hukum eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menyebutkan, upaya hukum kasasi yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berkasnya tak diterima oleh Mahkamah Agung (MA).

Menurut dia, berkasnya pun telah dikembalikan kepada pengadilan negeri guna tidak dilanjutkan upayanya lantaran bertentangan dengan undang-undang.

Baca Juga

Kecuali Rizieq Shihab, Lima Mantan Petinggi FPI Bebas dari Penjara

"Bahwa dengan dikembalikannya berkas kasasi JPU oleh MA, maka putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terhadapperkara Megamendung yang menghukum denda kepada Klien kami menjadi berkekuatan hukum tetap," tutur Aziz dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (7/10).

Terkait penolakan itu, kata dia, Rizieq telah membayarkan dendanya kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Adapun nominal denda sebesar Rp 20 juta.

"Klien kami telah melaksanakan putusan pengadilan dengan membayar denda sebesar Rp 20 juta melalui Kejaksaan Negeri Jakarta Timur," katanya.

Dia menjelaskan, lantaran upaya kasasi telah ditolak MA, maka menjadikan kliennya sesuai putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dalam kasus kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat menerima hukuman kurungan penjara selama 8 bulan.

Rizieq Shihab
Sidang Rizieq Shihab. (Foto: Antara)

Lalu, terkait perkara RS Ummi yang melibatkan Rizieq, saat ini juga sedang dalam proses upaya hukum kasasi di MA.

"Kami meminta kepada segenap umat Islam, dan seluruh pecinta keadilan di manapun berada untuk mendoakan kami agar terus bertarung melawan segala kedzaliman yang dilakukan terhadap klien kami," bebernya.

Sebagaimana diketahui, Rizieq Shihab dan lima terdakwa petinggi FPI lainnya divonis 8 bulan penjara dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Pembacaan vonis dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis 27 Mei 2021. Dalam memutus perkara itu, hakim mempertimbangkan beberapa hal yang memberatkan dan meringankan.

Dalam pertimbangan hakim yang memberatkan Rizieq dinilai tidak mendukung program pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Sementara, yang meringankan Rizieq dianggap kooperatif dengan menepati janjinya untuk meminta para pendukungnya tidak datang ke persidangan serta memberikan keterangan yang jujur saat proses persidangan berlangsung.

Hakim juga menganggap Rizieq sebagai sosok kepala keluarga sekaligus tokoh agama yang dapat menjadi tauladan bagi masyarakat. (Knu)

Baca Juga

[Hoaks atau Fakta]: Hakim Penolak Banding Rizieq Yang Ngurangin Hukuman Djoko Tjanda

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus COVID-19 RI Turun 99,3 Persen, Menkominfo: Tetap Patuhi Prokes
Indonesia
Kasus COVID-19 RI Turun 99,3 Persen, Menkominfo: Tetap Patuhi Prokes

Kasus COVID-19 di Indonesia kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate sudah berhasil turun sebanyak 99,3 persen bila dibandingkan dengan saat terjadi lonjakan.

Aturan Baru PPKM Luar Jawa-Bali, Kantor Picu Klaster Baru Ditutup 5 Hari
Indonesia
Aturan Baru PPKM Luar Jawa-Bali, Kantor Picu Klaster Baru Ditutup 5 Hari

Aturan berlaku 9 November sampai 22 November 2021.

Gagal Jadi Panglima TNI, KSAL Yudo Terima Keputusan Presiden Jokowi
Indonesia
Gagal Jadi Panglima TNI, KSAL Yudo Terima Keputusan Presiden Jokowi

Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono gagal menjadi calon Panglima TNI. Dengan jiwa besar, ia menerima keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang lebih memilih KSAD Jenderal Andika Perkasa.

Tim Kerja Bersama Sepakati Waktu Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024
Indonesia
Tim Kerja Bersama Sepakati Waktu Pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024

Lima poin penting itu sudah disepakati bersama dalam rapat tim kerja bersama pada Kamis malam

KPK Gandeng PPATK Lacak Aliran Suap Bansos COVID-19
Indonesia
KPK Gandeng PPATK Lacak Aliran Suap Bansos COVID-19

"Iya, kami memastikan penanganan perkara oleh KPK ini akan kerjasama dengan pihak perbankan maupun PPATK dalam hal penelusuran aliran maupun transaksi keuangan," kata Ali Fikri

Dua Terduga Teroris Penerima Paket Senjata Ditangkap di Jaktim
Indonesia
Dua Terduga Teroris Penerima Paket Senjata Ditangkap di Jaktim

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali meringkus dua terduga teroris.

MAKI akan Praperadilankan Penghentian Penyelidikan Dugaan Korupsi Pelindo II
Indonesia
MAKI akan Praperadilankan Penghentian Penyelidikan Dugaan Korupsi Pelindo II

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) akan mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait penghentian penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II oleh Kejaksaan Agung RI.

Gibran Wajibkan Rumah Makan dan Kafe Gunakan Aplikasi PeduliLindungi
Indonesia
Gibran Wajibkan Rumah Makan dan Kafe Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

"Kita perluas jangkauan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Solo di SE PPKM level 3 ini," ujar Gibran, Rabu (8/9)

Waktu Pelaksanaan Ganjil-Genap di Bogor Dipersingkat
Indonesia
Waktu Pelaksanaan Ganjil-Genap di Bogor Dipersingkat

Diubahnya jam pelaksanaan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor, mulai pukul 09:00 WIB hingga 18:00 WIB, maka pedagang yang berdagang pada pagi hari dan malam hari, masih tetap bisa beroperasi.

Biden Prediksi Jakarta Tenggelam, Anies Diminta Bereaksi
Indonesia
Biden Prediksi Jakarta Tenggelam, Anies Diminta Bereaksi

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden memprediksi Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun lagi. Anggota DPRD DKI, Riano Ahmad meminta kepada Gubernur DKI, Anies Baswedan untuk melakukan action menghadapi perubahan iklim.