Pakaian Peternak Lebah, Cara Unik Melindungi Diri di Bar Cara unik melindungi diri di bar. (Foto: insider)

MEMBUKA kembali restoran di saat pembatasan mulai mereda bisa jadi pekerjaan yang tidak mudah. Namun, sebuah bar di London menemukan cara cerdas untuk melakukannya.

Sebagai ganti alat pelindung diri, staf di House of Botanicals Mr Fogg mengenakan pakaian peternak lebah saat melayani pelanggan. Bar ini terkenal dengan koktailnya ini diilhami dari bar yang sama, Phileas Fogg, dari novel Jules Verne, Around the World in Eighty Days. Dengan tetap menggunakan tema botani dan dekorasi yang eksotis, baju peternak lebah terasa pas di bar ini.

Baca juga:

Restoran Tanpa Pelayan Pertama Dibuka di New York

1
Bar kembali dibuka tanpa menghilangkan karakter asli. (Foto: headbox)

Meskipun tampak sedikit tidak lazim, mengenakan pakaian peternak lebah cukup unik untuk menjaga agar pekerja restoran tetap aman melakukan pekerjaan mereka. Selain berupaya agar benar-benar bebas kontak, restoran berjuang menemukan solusi agar dapat tetap membuka pintu sambil menjaga kesehatan karyawan mereka.

"Ini merupakan prioritas utama kami untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi pelanggan dan staf ketika membuka kembali 11 venue kami. Namun, tentunya kami memastikan bahwa kami akan melakukannya dengan gaya Group Inception yang sebenarnya,” kata Inception Group, Mr Foggs bersama dengan banyak perusahaan lain di London, dalam sebuah unggahan blog.

Baca juga:

Meja Bumper, The New Normal di Bar

2
Tamu juga diminta untuk mengenakan pakaian peternak lebah. (Foto: insider)

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa House of Botanicals milik Mr Fogg di Fitzrovia telah menemukan solusi dalam menjaga lebah dengan lingkungan alami bar yang berbunga. Karena tempat itu terkenal sebagai oasis flora dan fauna eksotis di Fitzrovia, karyawan dan tamu mungkin diminta mengenakan pakaian peternak lebah atau hanya kerudung pelindung. "Alih-alih menggunakan APD tradisional," jelas mereka.

Salah seorang pendiri Mr Fogg, Charlie Gilkes, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan itu merupakan cara yang baik untuk membuka kembali tanpa kehilangan karakter bar. Ia menyebut tidak ingin menyambut pengunjung kembali ke ruang steril mirip bandara. Ia menyadari orang tidak akan meninggalkan rumah mereka hanya untuk duduk di sebuah tempat layaknya penjara.

Alhasil, inilah alasan mereka membuat serangkaian solusi konsep penuh keceriaan untuk langkah-langkah baru. "Cara ini diharapkan akan dirangkai ke dalam pengalaman pelanggan mereka dan meningkat," terangnya.

Menurut Eater, restoran di London akan dapat dibuka kembali dengan tindakan pencegahan mulai 4 Juli. Tempat makan di sana telah ditutup sejak 20 Maret lalu. (lgi)

Baca juga:

Tyrolean, Topi Unik Penjaga Jarak Aman

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard G.I

LAINNYA DARI MERAH PUTIH