Karya Seni Mengagumkan dari Potongan Denim Seorang seniman ciptakan karya seni unik dari potongan denim (Foto: odditycentral)

SENIMAN Turki Deniz Sagdic membuat potret detail yang memukau dari potongan denim. Dia membuatnya dengan menggunakan corak kain berbeda, untuk menonjolkan hingga detail terkecil.

Deniz Sagdic dibesarkan dengan dikelilingi oleh seni dan kerajinan. Ayahnya adalah seorang ahli kaca patri, pamannya adalah seorang tukang kayu dan pematung kayu, dan bibinya bekerja sebagai penjahit.

Baca Juga:

Gunakan Mata Sebagai Kanvas, Penata Rias ini Hasilkan Karya Seni yang Indah

Jadi, Deniz telah mengenal seni sejak usia sangat dini. Sejak sekolah dasar, dia menghabiskan banyak waktu di bengkel ayahnya, membantunya menyiapkan bahan dan memotong jendela kaca patri.

Selain itu, Deniz juga menghabiskan banyak waktu di toko penjahit bibinya, dan menemukan rahasia perdagangan. Jadi tidak terlalu mengejutkan bila Deniz memutuskan untuk pergi ke sekolah seni.

Deniz sudah menyukai seni sejak kecil (Foto: instagram @denizsagdicart)

Setelah lulus dari Fakultas Seni Rupa Universitas Mersin, Deniz memutuskan untuk pindah ke Istanbul dan membuka workshop pertamanya.

Selama tahun-tahun pertamanya sebagai seniman, ia fokus pada lukisan di atas kanvas, menjelajahi batas-batas bahan seperti cat minyak dan akrilik. Tetapi segera Deniz menyadari bahwa ada aspek dari seni ini yang benar-benar mengganggunya.

"Jenis seni ini memiliki sikap elitis yang menarik bagi segmen sosial tertentu, Lebih tepatnya bentuk seni klasik, seperti lukisan cat minyak yang telah diminati oleh masyarakat tertentu sejak dulu. Karena itu saya berpikir bahwa perlu menemukan solusi yang berbeda untuk membawa seni ke audiens yang lebih luas," ujar Deniz kepada situs berita Turki Dunyabizim, seperti yang dilansir dari laman odditycentral.

Kemudian, Deniz menghindari seni tradisional dan mulai bereksperimen dengan semua jenis media, dalam sebuah proyek yang dia namakan "Ready-ReMade".

Dia bekerja dengan segala macam benda yang biasa digunakan orang dalam kehidupan sehari-hari, seperti sampul kaset, koin kuno, hingga ensiklopedia.

Baca Juga:

Karya Seni dari Roti Tawar ini Gegerkan Jagat Maya

Saat itulah ia menyadari, bahwa ketika orang melihat seni dibuat dari bahan yang sudah dikenal, mereka jauh lebih tertarik padanya. Begitulah cara dia memilih denim.

"Bayangkan sebuah produk yang dibuat oleh tangan manusia yang mudah diadopsi dan digunakan dari yang termuda hingga yang tertua, tanpa memandang status budaya atau ekonomi, negara atau geografi," tutur Deniz.

"Dalam sejarah peradaban kita, di mana bahkan warna kulit bisa menjadi subjek disosiasi, sayangnya, tidak ada yang lain seperti denim yang telah menghilangkan semua batasan," tambahnya.

Bagi Deniz, denim seperti cara unik untuk mengingatkan orang tentang esensi mereka, Deniz mengaku sangat tertarik dengan denim.

Ketika membuat potret denimnya yang luar biasa, Deniz memastikan untuk tidak menyia-nyiakannya. Ia memiliki potongan di mana ia hanya menggunakan ikat pinggang jeans, yang lain dibuat hanya dengan potongan di sekitar kancing, dan bahkan beberapa dibuat dengan celana jeans utuh.

Ia memotong bagian yang tersisa menjadi bentuk apa pun yang butuhkan, dan menggunakannya untuk membuat karya seni lain.

Pada awalnya, Deniz Sagdic menggunakan jeans yang dibeli dari toko barang bekas, dan pakaian denim dari lemari pakaiannya sendiri.

Tetapi seiring perkembangan proyeknya, ia berhubungan dengan perusahaan denim Turki. Mereka sangat senang bekerja dengannya dan menyediakan semua bahan mentah yang dia butuhkan, dan saat ini Deniz telah memiliki banyak mitra, jadi dia tidak pernah kekurangan denim untuk dikerjakan.

Saat memulai sebuah proyek, Deniz memilih foto yang ingin ia tiru, mencetaknya dalam format besar dan mulai memilih denim yang sesuai berdasarkan tone.

Seniman Turki tersebut sudah mengembangkan delapan teknik berbeda dalam membuat potret denim, seperti teknik spiral dan teknik kliping. Jadi langkah terakhir adalah menentukan teknik mana yang akan dipilih.

Deniz Sagdic bekerja sekitar 16 jam sehari, terkadang meninggalkan workshopnya pada pukul 2 pagi. Pengerjaan potret denimnya dapat memakan waktu antara dua hari hingga satu bulan, tergantung pada ukuran dan kerumitannya. (Ryn)

Baca Juga:

'Menghidupkan Kembali' Serangga Mati lewat Seni

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Audemars Piguet x Marvel Lahirkan Jam tangan Seharga Rp74,2 miliar
Fun
Audemars Piguet x Marvel Lahirkan Jam tangan Seharga Rp74,2 miliar

Jam tangan yang ada satu-satunya di dunia.

Kerja di Coffee Shop Bikin Kamu Lebih Kreatif
Fun
Kerja di Coffee Shop Bikin Kamu Lebih Kreatif

Kangen kerja di Coffee Shop?

AMI Awards 2020 Angkat Tema “Musik Menyatukan Kita”
ShowBiz
AMI Awards 2020 Angkat Tema “Musik Menyatukan Kita”

Beberapa musisi Tanah Air siap meramaikan AMI Awards 2020.

Air Jordan 1 High OG Bio Hack, Sepatu Nyentrik Buat Ekstrovert
Fun
Air Jordan 1 High OG Bio Hack, Sepatu Nyentrik Buat Ekstrovert

Air Jordan ini cocok digunakan oleh orang yang suka menjadi pusat perhatian.

Jangan Kaget, Tubuhmu Bisa Melakukan Banyak Hal saat Tidur
Hiburan & Gaya Hidup
Jangan Kaget, Tubuhmu Bisa Melakukan Banyak Hal saat Tidur

Faktanya, tubuhmu bisa melakukan hal-hal aneh saat tidur.

Zoom Hadirkan Fitur Resepsionis Virtual
Fun
Zoom Hadirkan Fitur Resepsionis Virtual

Zoom meluncurkan berbagai fitur baru yang bertujuan untuk membantu memudahkan para penggunanya

Alasan Dokter Larang Penggunaan Riasan Saat Pakai Masker
Fun
Alasan Dokter Larang Penggunaan Riasan Saat Pakai Masker

Apa tidak boleh pakai riasan kalau sudah pakai masker?

Dukung Gerakan 'Black Lives Matter', Epic Games Hilangkan Mobil Polisi di Fortnite
Fun
Dukung Gerakan 'Black Lives Matter', Epic Games Hilangkan Mobil Polisi di Fortnite

Tujuan utamanya adalah sebagai bentuk protes terhadap ketidakadilan rasian dan kebrutalan polisi di AS.

40 Persen Tanaman dan Fungi Dunia Terancam Punah
Fun
40 Persen Tanaman dan Fungi Dunia Terancam Punah

Padahal tanaman dan Fungi sangat berperan penting dalam kehidupan.

Mengenang Djaduk Ferianto di Jazz Gunung Bromo 2020
ShowBiz
Mengenang Djaduk Ferianto di Jazz Gunung Bromo 2020

Jazz Gunung Indonesia mencetak sejarah pertunjukn di masa pandemi COVID-19.