Fashion
Karya Desainer Cita Tenun Indonesia di JF3 2022 Karya rancang Cita Tenun Indonesia (CTI) di panggung JF3. (MP/Andreas Pranatalta Sitepu)

CITA Tenun Indonesia (CTI) tak henti mengembangkan tenun sebagai produk fesyen nan memiliki berbagai kreasi baru. Tenun merupakan salah satu kekayaan Indonesia telah diakui keindahan motif, teknik, dan maknanya.

CTI hadir dalam Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) dan menunjukkan sejumlah karya desainernya yang dibawakan oleh para model. Tema besar tenun tersebut adalah “Jalinan Lungsi Pakan”.

“Benang yang lurus ke depan namanya lungsi. Kalau pakan benang, yang dimasukkan dari kiri ke kanan,” ujar Sjamsidar Isa nan karib dikenal sebagai Tjammy, pengurus Cita Tenun Indonesia saat acara Press Conference JFFF, Senin (5/9/2022).

Baca juga:

Kekayaan Ragam Motif Kain Tenun Flores

cita tenun indonesia
Cita Tenun Indonesia mengusung tema Jalinan Lungsi Pakan. (Foto: MP/Andreas Pranatalta Sitepu)

Tema tersebut dipilih karena tenun dibuat dari pekerjaan memasukkan benang lungsi dan benang pakan sedemikian rupa hingga jadilah satu kain bernilai tinggi. Proses menenun memakan waktu cukup lama.

Saat ini, banyak produk tenun yang dihasilkan oleh CTI. Untuk menghasilkan tenun dengan berbagai inovasi, para penenun dan pekerja tenun memerlukan pelatihan dan pembinaan. Ini disadari betul oleh CTI.

CTI didirikan oleh perempuan yang memiliki perhatian pada tenun. Ini karena perhatian pada tenun umumnya relatif rendah. Padahal Indonesia memiliki banyak jenis tenun dari berbagai daerah.

JF3
Koleksi CTI tampil begitu anggun di panggung JF3. (Foto: JF3)

Domisili pengrajin tenun rata-rata berada di desa. Mereka punya bahan baku melimpah untuk membuat tenun. Tapi mereka hanya punya sedikit wawasan tentang tren mode sekarang dan perkembangan bahan pembuatan tenun yang berkualitas.

CTI bermaksud memberikan wawasan baru kepada mereka. Sebaliknya, CTI pun memperoleh pandangan luhur tentang tenun dari pengrajin tersebut. Melalui peragaan fesyen yang mengusung tenun, diharapkan masyarakat Indonesia tertarik dan mau untuk menggunakan tenun-tenun dari berbagai daerah di Indonesia.

CTI melakukan pembinaan kepada pengrajin tenun di 18 sentra tenun seperti di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Lombok, Sumba Timur, Sulawesi Tenggara, dan sebagainya. Pembinaan dilakukan secara gotong-royong (team work).

Baca juga:

Kembangkan Tenun Tradisional, Dukung Kemandirian Ekonomi Ponpes

cita tenun indonesia
Para perancang busana sebagai tulang punggung koleksi CTI di panggung JF3. (Foto: MP/Andreas Pranatalta Sitepu)

Untuk mendapatkan produk tenun berkualitas baik, CTI merekrut ahli tenun, ahli warna, dan beberapa desainer. Dalam acara JFFF, CTI membawa Didi Budiardjo, Eridani, Liliana Lim, M. Rizky Julpra atau dikenal Yuu Jengky, dan Uswa Khasanah. Mereka kaya dengan berbagai konsep.

Lima desainer tersebut juga punya konsep yang berbeda-beda. Misalnya Didi Budiardjo mengambil konsep 'pasompe' yang berasal dari bahasa Bugis. Artinya 'perantau'. Ini karena banyak perantau di Sulawesi Selatan. Didi menggunakan teknik sobby dan sutera dari Sulawesi Selatan.

Berikutnya, Eridani menggunakan kain sari dari Palembang yang disebut juga songket. Dia membuat songket lebih ringan dan modern dengan pewarna alami. Selanjutnya, Liliana Lim mengangkat tenun dari Sambas dengan konsep 'tafsir ulang'. Tenun tersebut dikombinasikan dengan bahan-bahan non-tradisional. Koleksinya pun terlihat lebih modern seperti tampak pada dress kulot, jumpsuit, dan sebagainya.

Yuu Jengky mengangkat wedding dress dengan menggabungkan tenun Lombok. Tampilan yang dibawakan modern dan seksi. Terakhir, Uswa Khasanah mengeluarkan konsep sekuel. Konsep tersebut terinspirasi dari pandemi. Dia menangkap ada babak baru untuk menemani orang berpindah dari masa pandemi ke masa normal. Koleksi yang ditampilkan bersifat formal dan kasual. (yos)

Baca juga:

Belajar Tenun dan Menikmati Eksotisme Lepo Lorun, NTT

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Isyana Sarasvati dan Gamaliel Tapiheru Aransemen Ulang 'Ada Apa Dengan Cinta'
ShowBiz
Isyana Sarasvati dan Gamaliel Tapiheru Aransemen Ulang 'Ada Apa Dengan Cinta'

Versi baru lagu Ada Apa Dengan Cinta disajikan secara megah dan dramatis.

Anjing dapat Mendeteksi Stres dari Bau Napas Pemiliknya
Hiburan & Gaya Hidup
Anjing dapat Mendeteksi Stres dari Bau Napas Pemiliknya

Stres akut mengubah senyawa yang ditemukan dalam keringat dan napas manusia.

Dash Fest 2022 Suguhkan Berbagai Kompetisi Olahraga dan Hiburan Menarik
Fun
Dash Fest 2022 Suguhkan Berbagai Kompetisi Olahraga dan Hiburan Menarik

Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-2, Dash Sport menggelar Dash Fest 2022

Terlalu Gemuk, Kucing Rentan Mengalami Masalah Kesehatan
Hiburan & Gaya Hidup
Terlalu Gemuk, Kucing Rentan Mengalami Masalah Kesehatan

Kucing gemuk secara fisik mungkin terlihat lucu, tapi di balik itu ada risiko kesehatan.

Pokemon Go Fest Digelar pada Juni 2022
Fun
Pokemon Go Fest Digelar pada Juni 2022

Banyak agenda yang akan dihadirkan beserta Pokemon langka yang wajib kamu dapatkan.

Mercedes-Benz GLC Lakukan Uji Coba di Tempat Ekstrem
Fun
Mercedes-Benz GLC Lakukan Uji Coba di Tempat Ekstrem

Mercedes-Benz GLC tengah melalui tahap akhir sebelum diproduksi. Mobil ini diuji di lokasi ekstrem, tepatnya di Arjeplog, Swedia.

Sedang Ramai di TikTok, Begini Tips Menggunakan Powder Sunscreen
Hiburan & Gaya Hidup
Sedang Ramai di TikTok, Begini Tips Menggunakan Powder Sunscreen

Akankah tabir surya bubuk dengan formula lotion atau semprot menjadi sepi peminat?

Arkeolog Ungkap Fungsi Stonehenge sebagai Kalender Matahari
Hiburan & Gaya Hidup
Arkeolog Ungkap Fungsi Stonehenge sebagai Kalender Matahari

Timothy Darvill, profesor arkeologi di Universitas Bournemouth Inggris, menyimpulkan Stonehenge berfungsi sebagai kalender matahari.

FIM Rilis Kalender MXGP 2023, Indonesia Dapat Jatah Dua Seri
Fun
FIM Rilis Kalender MXGP 2023, Indonesia Dapat Jatah Dua Seri

FIM telah rilis kalender sementara MXGP 2023.

4 Kesalahan Umum saat Makeup
Fun
4 Kesalahan Umum saat Makeup

Tampilan wajah jadi tidak sempurna karena salah makeup.