Kartu Pos Kabar Singkat Seperti Posting Sosmed Kartu pos bukan sekedar alat komunikasi. (Foto: Pixabay/MIH83)

GENERASI Z mungkin tidak mengenal kartu pos. Kartu yang mulai populer di tahun 80-an ini banyak digunakan para remaja maupun orangtua untuk saling berkabar. Saat itu kemajuan teknologi belumlah seperti sekarang. Telepon hanya dimiliki oleh sebagian orang saja. Sehingga untuk kangen-kangenan bersama orang tersayang pun sangat sulit.

Melansir dari siarcvhives.si.edu, selama beberapa dekade, kartu pos melekat pada gaya hidup semua orang. Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang harus berkomunikasi. Itulah sebabnya mengirim kartu post dijadikan hobi. Tanyakan saja pada orangtua kalian. Dijadmin mereka pasti pernah melewati masa di mana kartu pos memberikan andil yang cukup besar. Berbeda dengan sekarang di mana komunikasi antar negara bisa dilakukan semudah membalik telapak tangan.

Baca Juga:

Pos Indonesia Luncurkan Prangko dan Kartu Pos Seri Dilan 1990, Mau Beli?

pos
Kartu pos memiliki beragam gambar yang menarik. (Foto: Pixabay/vinsky2002)


Periode akhir 80-an menuju awal 90-an merupakan masa kejayaan kartu pos. Popularitasnya di mulai dari Amerika yang memulai kirim mengirim kartu pos ke banyak negara. Indonesia baru mulai mengenalnya di tahun 1874. Awalnya belum ada gambar pada kartu pos sehingga tampilannya menyerupai surat biasa.

Yang membedakan adalah di kartu pos sudah terdapat prangko yang tercetak. Otomatis, pengirim tidak perlu membeli prangko lagi. Mendekati dekade akhir 80-an mulai bermunculan prangko bergambar. Biasanya gambarnya berupa pemandangan dari tempat di mana si pengirim tersebut berada.

Judul kartu pos di Indonesia saat itu masih menggunakan Bahasa Inggirs, Belanda atau Melayu. Tetapi isinya bisa disesuaikan oleh si pengirim. Ketika keluarga harus berpisah karena alasan pekerjaan, atau anak yang beranjak dewasa harus merantau ke luar negeri, kartu pos sangat dimanfaatkan sebagai alat komunikasi.

Baca Juga:

Generasi 90-an Tak Pernah Melupakannya Kalau Ngetrip

pos
Kartu pos hanya berisikan kabar singkat. (Foto: Pixabay/congerdesign)


Tak jarang pengirim akan menyelipkan foto-foto kegiatannya ketika sedang jauh dari keluarga atau pacar. Waktu pengiriman kartu pos terbilang cukup cepat. Sebulan adalah batas maksimalnya.

Gambar-gambar menarik kemudian menjadi sisi belakangnya. Yang malah membuat orang mengoleksinya. Apalagi bila berwisata ke negara tertentu wisatawan biasanya juga memburu kartu pos.

Mengingat kembali sejarah kartu pos memang membawa kita ke nostalgia yang hakiki. Kalau mendengar orangtua sedang bercerita, seru juga jika bisa saling berkirim kartu pos. kalau zaman sekarang pastinya sudah mudah. LDR bukan lagi menjadi masalah. Rindu tidak seberat zaman dulu. Sudahlah, biar Dilan saja yang menanggung. (mar)


Baca Juga:

Perbaiki Kinerja, Pos Indonesia Disarankan Cari Masukan



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH