Karpet Merah Capim KPK dari Jaksa & Polisi, Guru Besar Hukum: Ada Buktinya? Ketua Tim Pansel Capim KPK Yenti Ganarsih (kedua dari kanan) (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Kinerja Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) dianggap cukup independen dalam menjaring 40 nama calon pimpinan lembaga antikorupsi periode 2019-2023. Tudingan Pansel Capim KPK seperti memberi karpet merah bagi dua calon berlatar belakang polisi dan jaksa dianggap tak berdasar bila tak disertai fakta-faktanya.

"Mengenai pekerjaan (Pansel KPK) berdasarkan pesanan saya masih belum melihat itu, kecuali ada yang bisa membuktikan hal tersebut," kata Ketua Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Faisal Santiago. kepada awak media, Jumat (23/8).

Baca Juga:

Koalisi Kawal Capim KPK Soroti Integritas Tiga Jenderal Polisi

IPW: Tak Usah Panik Jika Kelak Polisi Jadi Pimpinan KPK

Faisal meyakini Pansel Capim KPK akan berhasil mencari 10 nama calon punggawa lembaga antirasuah, untuk kemudian diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). 10 nama itu bakal mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR. “Toh pada akhirnya kan DPR yang menentukan untuk menjadi pimpinan KPK," ujar Guru Besar Hukum itu.

Pansel KPK bertemu Jokowi. (Antaranews)
Pansel KPK bertemu Jokowi. (Antaranews)

Terkait kekhawatiran sejumlah pihak terhadap Capim KPK dari unsur Polisi, Faisal tidak melihat adanya adanya upaya untuk melemahkan lembaga anti rasuah. “Mereka (polisi) mempunyai kapasitas yang sama dalam rangka penegakan hukum dan penindakan tindak pidana korupsi. Saya pikir tidak ada hal-hal yang melemahkan KPK dalam pemberantasan korupsi,” tutur dia.

Baca Juga:

Inilah Sembilan Orang Pansel KPK yang Ditetapkan Presiden Jokowi

Menurut Faisal, 40 nama yang tersisa memiliki kualitas untuk memimpin lembaga yang baru berdiri 16 tahun lalu. Nama-nama itu juga mewakili latar belakang penegak hukum lain, seperti polisi, jaksa, hakim, hingga akademisi. "Saya pikir kalau sudah sampe tahapan ini paling tidak sudah ok lah, walaupun belum sangat sempurna," tutup dia.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: kpk.go.id)

Pansel Capim KPK, sebelumnya telah menetapkan 40 peserta lolos seleksi tes psikologi pada 5 Agustus lalu. Para peserta itu berasal dari sejumlah latar belakang, dengan rincian, akademisi atau dosen sebanyak 7 orang, advokat sebanyak 2 orang, jaksa sebanyak 3 orang, mantan jaksa sebanyak 1 orang, hakim sebanyak 1 orang.

Baca Juga:

Pansel Curigai Serangan Koalisi Masyarakat Sipil Terkait LHKPN Capim KPK

Miris, Peserta Seleksi Capim KPK Tak Patuh Lapor LHKPN

Anggota Polri sebanyak 6 orang, komisioner dan pegawai KPK sebanyak 5 orang, auditor sebanyak 4 orang, Komisi Kejaksaan atau Kompolnas sebanyak 1 orang, PNS 4 orang, pensiunan PNS 1 orang, dan lain-lain sebanyak 5 orang.

Mereka kemudian mengikuti asesmen profil selama dua hari, Kamis-Jumat, 8-9 Agustus lalu. Anggota Pansel KPK Hendardi menyatakan pihaknya berencana menjaring sebanyak 20 nama dari 40 peserta yang mengikuti assessment profil itu. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH