Karena COVID-19, Tentara Korut Tembak Pria Korsel dan Bakar Mayatnya Kawasan Zona Demiliterisasi di Paju, sebelah utara Kota Seoul, Korea Selatan . ANTARA FOTO/REUTERS/Lee Jae-won/Arsip Foto/wsj.

MerahPutih.com - Pasukan Korea Utara menembak mati seorang pejabat perikanan Korea Selatan yang hilang awal pekan ini. Tentara kemudian menyiram tubuh pria itu dengan minyak dan membakar jasadnya untuk mencegah wabah virus corona, kata militer Korea Selatan pada Kamis (24/9).

Militer Korsel mengatakan bukti menunjukkan pria itu berusaha untuk membelot ke Utara ketika dia dilaporkan hilang dari kapal perikanan pada Senin (21/9) sekitar 10 kilometer selatan Garis Batas Utara (NLL), demarkasi yang disengketakan dari kontrol militer yang bertindak sebagai batas maritim de facto antara kedua Korea.

"Militer kami mengutuk keras kekejaman seperti itu, dan sangat menuntut Korea Utara memberikan penjelasan dan menghukum mereka yang bertanggung jawab," Jenderal Ahn Young-ho, yang bertanggung jawab atas operasi di Kepala Staf Gabungan, mengatakan dalam sebuah pengarahan, dikutip Antara.

Baca Juga:

Malaysia Tarik Biaya Karantina Warga Asing Rp16 juta

Alasan pasti mengapa pria berusia 47 tahun itu ditembak tidak diketahui, tetapi pasukan Korut tampaknya bertindak di bawah perintah anti-virus, kata militer Korsel.

Mengutip sumber-sumber intelijen, militer mengatakan pria tak dikenal itu tampaknya telah diinterogasi di laut, sebelah utara NLL dan sekitar 38 kilometer dari tempat dia hilang, sebelum dia dieksekusi atas "perintah dari otoritas yang lebih tinggi".

Pasukan dengan masker gas kemudian menyiram jasadnya dengan minyak dan membakarnya.

Pada Rabu (23/9), militer Korsel mengirim pesan ke Korut melalui perbatasan darat untuk meminta penjelasan, tetapi belum menerima tanggapan apa pun.

Komandan militer Amerika Serikat di Korsel mengatakan bulan ini bahwa pasukan Korut telah diberi "perintah tembak-untuk-membunuh" guna mencegah virus corona memasuki negara itu.

Penegakan ketat atas perintah tersebut mungkin merupakan upaya untuk mencegah wabah mengganggu parade militer besar yang diperkirakan akan diadakan pada 10 Oktober, ketika negara itu memperingati berdirinya Partai Pekerja Korea yang berkuasa, kata CEO Korea Risk Group Chad O'Carroll, yang memantau Korut.

"Dalam banyak hal, parade ini merupakan potensi risiko virus yang sangat besar. Dan tampaknya ketakutan tentang risiko itu menyebabkan aturan tembak-untuk-membunuh," katanya dalam sebuah unggahan di Twitter.

Baca Juga:

November, Arab Saudi Buka Umrah Bagi Jemaah Negara Tertentu

Pada Juli, seorang pria yang membelot ke Korsel tiga tahun lalu memicu ketakutan akan virus corona ketika dia menyeberang kembali ke perbatasan yang diawasi ketat ke Korut, yang mengatakan tidak ada kasus penyakit itu.

Kedatangannya mendorong pejabat Korut untuk mengunci kota perbatasan dan mengarantina ribuan orang karena khawatir dia mungkin tertular virus corona, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia kemudian mengatakan hasil tesnya tidak meyakinkan.

Pekan lalu, polisi Korsel menangkap seorang pembelot yang menurut mereka telah mencoba kembali ke Korut dengan membobol tempat pelatihan militer di kota perbatasan Cheorwon, di Selatan. (*)

Baca Juga:

Pidato Lengkap Jokowi di Sidang PBB Untuk Pertama Kalinya

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Isi Bensin di SPBU dengan Nominal Ganjil Bisa Dicurangi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Isi Bensin di SPBU dengan Nominal Ganjil Bisa Dicurangi

Pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan nominal ganjil bisa menghindari kecurangan oleh oknum petugas SPBU.

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Yakin Jakarta Tak Banjir Lagi karena Formula E Sukses
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Yakin Jakarta Tak Banjir Lagi karena Formula E Sukses

Beredar informasi di media sosial Facebook berupa tangkapan layar sebuah portal berita yang memperlihatkan Gubernur Anies tengah mengunjungi warga.

Beri Pembelaan, Pemprov Sebut Pembayaran Fee Formula E dari Utang Disetujui DPRD
Indonesia
Beri Pembelaan, Pemprov Sebut Pembayaran Fee Formula E dari Utang Disetujui DPRD

Pembayarannya juga sudah sesuai dengan prosedur dan regulasi yang berlaku.

[HOAKS atau FAKTA]: Bea Cukai Minta Biaya Pengaktifan Jaringan dan Garansi Apple iBox
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bea Cukai Minta Biaya Pengaktifan Jaringan dan Garansi Apple iBox

Beredar pesan WhatsApp yang berisi biaya pengaktifan jaringan dan garansi resmi Apple iBox sebesar Rp 500 ribu yang mengatasnamakan Bea Cukai.

PSI Ajukan 9 Nama Bakal Capres di Pemilu 2024
Indonesia
PSI Ajukan 9 Nama Bakal Capres di Pemilu 2024

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sudah menyiapkan sembilan nama bakal kandidat calon presiden 2024. Nantinya, nama-nama ini akan dirumuskan dalam proses acara rembuk rakyat.

Sanksi Pidana hingga Larangan Kredit Bank BUMN Ancam Obligor Nakal BLBI
Indonesia
Sanksi Pidana hingga Larangan Kredit Bank BUMN Ancam Obligor Nakal BLBI

Jika tidak segera melunasi, akan diberlakukan sejumlah sanksi perdata hingga pidana.

Federasi Pilot Indonesia Minta Pemerintah Cabut Aturan Tes PCR Penumpang Pesawat
Indonesia
Federasi Pilot Indonesia Minta Pemerintah Cabut Aturan Tes PCR Penumpang Pesawat

Federasi Pilot Indonesia meminta pemerintah pusat untuk mencabut aturan tes PCR sebagai syarat wajib bagi penumpang pesawat yang akan melakukan perjalanan udara domestik.

Pemain Keturunan Luah Mahessa Terlihat dalam Sesi Latihan Dewa United FC
Indonesia
Pemain Keturunan Luah Mahessa Terlihat dalam Sesi Latihan Dewa United FC

Dewa United FC tengah dalam proses menggaet pemain keturunan Luah Mahessa.

Ayo Tetap Taat Prokes, Pasien RS Darurat Wisma Atlet Kembali Naik
Indonesia
Ayo Tetap Taat Prokes, Pasien RS Darurat Wisma Atlet Kembali Naik

Perawatan yang dilaksanakan insentif dapat mempercepat proses penyembuhan.

Wapres Minta MUI Hati-hati dalam Pendataan Anggota
Indonesia
Wapres Minta MUI Hati-hati dalam Pendataan Anggota

MUI harus lebih waspada dan hati-hati dalam melakukan seleksi dan pendataan terhadap anggota majelis tersebut.