Kardinal Suharyo Rasakan Keprihatinan Umat Islam Rayakan Lebaran di Tengah Pademi Corona skup Agung Jakarta Ignatius Suharyo usai mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Pancasila, Jakarta, Sabtu (1/6/2019). (ANTARA News/Yashinta Difa)

MerahPutih.com - Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Kardinal Ignatius Suharyo, memiliki harapan saat perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H yang bakal berlangsung, Minggu (24/5) esok.

Suharyo merasakan keperihatinan yang menyelimuti umat Muslim dalam merayakan Idul sebab saat ini tengah berada di tengah pandemi COVID-19. Sehingga, suasana Lebaran tidak semeriah tahun tahun sebelumnya.

Baca Juga

Pengamat Sebut Anies Paksakan Warga Jakarta Hidup "New Normal"

Seperti tidak bisa mudik maupun pulang kampung yang menjadi tradisi Lebaran bagi masyarakat Indonesia. Lalu tak bisa bersilaturahmi dan saling mengunjungi dengan bebas karena adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Saya berharap keadaan ini jangan sampai mengurangi semangat saudara- sudara kami umat Muslim dalam merayakan Idul Fitri," kata Kardinal Suharyo melalui konferensi video, Sabtu (23/5).

Keadaan mencemaskan umat manusia di seluruh dunia, oleh Kardinal yang merangkap sebagai Uskup Agung Keuskupan Jakarta diharapkan dapat meningkatkan kesungguhan beribadah kepada Tuhan.

Idul Fitri 1 Syawal 1441 H
Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Kardinal Ignatius Suharyo

Memperkuat gotong royong dan saling membantu sesama, khususnya yang terdampak pandemi COVID-19. Pandemi virus corona, kata Uskup Agung, telah merusak sendi-sendi kehidupan sosial, ekonomi dan kesehatan.

"Keprihatinan umat muslim dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri adalah keprihatinan kami," kata imam Katolik Indonesia tersebut.

Atas nama pribadi maupun sebagai ketua KWI, Uskup Agung Keuskupan Jakarta, Ignatius Suharyo dengan tulus mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

"Saya ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin," tutup Suharyo.

Seperti diketahui, Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1441H/2020M jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020. Penetapan ini berdasarkan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Fachrul Razi, di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Jumat (22/5).

“Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1441H.

Menurut Menag, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal.

"Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Falakiyah Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia di bawah ufuk, yaitu berkisar dari minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat," kata Menag.

Dengan posisi demikian, maka hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag. Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag pada 80 titik di Indonesia.

Baca Juga

15 Tenaga Medis Positif Corona, Poliklinik RSUD Depok Tutup Sementara

"Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal bekerja di bawah sumpah, terdiri dari provinsi Aceh hingga Papua. Di 80 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal," ujar Menag yang didampingi Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto dan Ketua MUI Abdullah Jaidi.

Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH