Kapolri Ungkap Momen Polisi Datangi Ibu yang Berikan Bayi Kopi Susu Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Harry Goldenhardt saat berkunjung ke Polda Kepri, Jumat (23/12). (ANTARA/Yude)

MerahPutih.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menceritakan momen anggotanya merespons cepat kasus ibu memberi minum kopi saset kepada bayi di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sigit mengatakan, anggota polisi mendatangi ibu tersebut setelah ceritanya viral di media sosial.

"Kebetulan anggota kami melihat dan itu viral, ada anak bayi yang mungkin karena keinginan orang tuanya ingin memberikan susu, kemudian memberikan susu tapi yang ada di dalam saset instan kopi susu," kata Sigit kepada wartawan di Jakarta Timur, Rabu (25/1).

Baca Juga:

Kapolri Harap Perayaaan Imlek Dorong Persaudaraan Sesama Anak Bangsa Semakin Erat

Sigit menyampaikan, ibu bayi tersebut awalnya bingung karena ditemui polisi. Namun akhirnya, ibu tersebut diberi bantuan untuk meningkatkan gizi anak.

"Kami berikan bantuan-bantuan penambah gizi, khususnya untuk yang kebutuhan anak," ujar Sigit.

Sigit memerintahkan seluruh jajaran untuk selalu mengecek kondisi di wilayah masing-masing.

Dia meminta anggota Polri membantu masyarakat dengan menyalurkan bantuan.

"Polri bisa ikut membantu untuk menyalurkan kebutuhan-kebutuhan bagi masyarakat, bagi ibu-ibu yg hamil, ibu-ibu yang membutuhkan tambahan untuk gizi. Kemudian juga anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan," imbuh Sigit.

Polri mempunyai sejumlah rumah sakit di seluruh daerah Indonesia.

Selain itu, Polri memiliki dokter-dokter yang siap membantu masyarakat.

"Jadi saya minta ini bisa diterapkan dalam membantu proses mengejar target menurunkan angka stunting," ucap Sigit.

Baca Juga:

Kapolri Ingatkan Nahdiyin Jaga Persatuan Jelang Pemilu 2024

Dia yakin, langkah ini bisa membantu pemerintah menekan angka kurang gizi bagi ibu hamil dan bayinya.

"Ini bisa kita lakukan dengan metode yang sangat mudah, mudah-mudahan bisa ikut membantu program pemerintah," tutur Sigit.

Sekadar informasi, Presiden Joko Widodo dalam arahan di Rakernas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rabu (25/1) menyoroti ibu yang viral memberikan minum kopi saset kepada bayinya.

"Karena yang ada di bayangan di sini adalah susu. Gitu loh. Anaknya mau diberi susu. Hati-hati mengenai ini," kata Jokowi.

Jokowi menekankan edukasi bagi masyarakat mengenai makanan untuk anak.

Dia mengatakan tubuh anak apalagi bayi belum siap diberi minuman kopi.

"Oleh sebab itu, sekali lagi yang namanya penyuluhan, penyuluhan, penyuluhan penting. karena kata ibunya bermanfaat, sudah bermanfaat, kopi susu saset ini karena ada susunya. Hati-hati," ujar Jokowi.

Barulah kemudian Jokowi memuji polisi yang mendatangi ibu dari bayi tersebut.

Jokowi mengatakan reaksi Kapolri lebih cepat dari kader posyandu.

"Karena kecepatan Kapolri mungkin. Karena reaksi Kapolri cepat maka datang lebih cepat dari kader (posyandu)," kata Jokowi. (Knu)

Baca Juga:

Bareskrim Polri Mulai Patroli Siber Jelang Tahun Politik

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TNI AU Segera Resmikan Skadron Pendidikan Pesawat Terbang Tanpa Awak
Indonesia
TNI AU Segera Resmikan Skadron Pendidikan Pesawat Terbang Tanpa Awak

Meskipun belum diresmikan, saat ini pendidikan di Skadik 103 sudah memasuki angkatan keenam.

Jaksa Tuntut Irjen Napoleon Bonaparte Hukuman 1 Tahun Bui
Indonesia
Jaksa Tuntut Irjen Napoleon Bonaparte Hukuman 1 Tahun Bui

Kasus dugaan penganiyaan yang menjerat terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte terhadap M Kace memasuki babak baru. Mantan Kadiv Hubinter Polri itu dituntut satu tahun penjara terkait kasus penganiayaan.

Gempa Cianjur Jadi Momentum Pemerintah Perbanyak Bangunan Tahan Bencana
Indonesia
Gempa Cianjur Jadi Momentum Pemerintah Perbanyak Bangunan Tahan Bencana

Anggota Komisi V DPR Suryadi Jaya Purnama, menilai, peristiwa gempa Cianjur mesti dijadikan Pemerintah untuk menyediakan rumah tahan gempa di berbagai wilayah di Indonesia.

Demo Kenaikan Harga BBM Terjadi di Tiga Titik Ibu Kota
Indonesia
Demo Kenaikan Harga BBM Terjadi di Tiga Titik Ibu Kota

Aksi massa kembali berlangsung untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Senin (12/9).

Dipimpin Anggota TNI, 12 Orang Terlibat Pembunuhan 4 Warga di Timika
Indonesia
Dipimpin Anggota TNI, 12 Orang Terlibat Pembunuhan 4 Warga di Timika

Ada 12 orang terlibat dalam rencana pembunuhan dengan cara memutilasi tersebut.

Respons Anies Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia
Indonesia
Respons Anies Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia

Situs IQ Air Index merilis kualitas udara DKI Jakarta tercatat sebagai urutan pertama terburuk di dunia, Senin (20/6).

Delegasi G20 Dijamu dengan Makam Malam ala Keraton Yogyakarta
Indonesia
Delegasi G20 Dijamu dengan Makam Malam ala Keraton Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi venue utama pertemuan G20 selain DKI Jakarta dan Bali.

Vaksin Buatan Dalam Negeri IndoVac Sudah Mendapat Izin Edar
Indonesia
Vaksin Buatan Dalam Negeri IndoVac Sudah Mendapat Izin Edar

IndoVac kini telah mendapatkan izin edar untuk digunakan sebagai vaksin primer pada tahap satu dan dua.

Pernah Dihukum, Hakim PN Bandung Vonis Bahar Smith 6 Bulan 15 Hari Penjara
Indonesia
Pernah Dihukum, Hakim PN Bandung Vonis Bahar Smith 6 Bulan 15 Hari Penjara

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya JPU menuntut Bahar untuk dihukum selama lima tahun penjara.

MK Jangan Abaikan Jumlah Parpol Pendukung Proporsional Terbuka
Indonesia
MK Jangan Abaikan Jumlah Parpol Pendukung Proporsional Terbuka

Persentase masyarakat yang setuju sistem proporsional terbuka sama dengan banyaknya jumlah partai politik (parpol) di parlemen yang menyetujui sistem proporsional terbuka.