Kapolri Tantang 'Bocah' STM Lutfi Buktikan Dirinya Disetrum Polisi Terdakwa kerusuhan aksi DPR RI Dede Luthfi Alfiandi bersama Ibunya Nurhayati S usai persidangan perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019). (ANTARA/ Livia Kristianti)

MerahPutih.com - Kapolri Jenderal Idham Azis menuntut Lutfi Alfiandi (20), terdakwa perkara melawan aparat kepolisian saat demo pelajar STM menolak RKUHP di depan Gedung DPR RI, harus bisa membuktikan pernyatan dirinya mengalami penganiayaan polisi hingga disetrum saat diperiksa.

Jika terdakwa tidak bisa membuktikan, Kapolri memastikan pengakuan itu malah bisa jadi 'boomerang' bagi Lutfi sendiri dalam kasus pidana yang menjeratnya.

"Kalau juga tidak benar itu pengakuan juga bisa menjadi bahan fitnah tentunya. Jadi, bisa jadi boomerang bagi yang bersangkutan. Sehingga, kita harus hati-hati dan waspada," kata Idham Aziz, di Kantor Kompolnas, Jakarta, Jumat (24/1).

Baca Juga:

Viral 'Playing Victim' Anak STM Tak Dibayar Usai Demo, Polisi: Narasi Propaganda

Namun, Kapolri menjamin akan bertanggung jawab pula apabila benar apa yang dikatakan Lutfi itu. Mantan Kapolda Metro Jaya itu telah membentuk tim guna menelusuri pernyataan Lutfi. Apabila terbukti maka oknum akan ditindak tegas.

"Ya nanti sudah dibentuk. Ada Kadiv Propam, tim akan kita periksa, apa benar polisi melakukan itu, kalau benar saya sudah minta ditindak tegas," tegas jenderal polisi bintang empat itu.

Kapolri Jenderal Idham Azis akui Polri mulai kelebihan anggota
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.)

Sebelumnya, dalam persidangan Lufti mengaku dipaksa untuk mengakui telah melempar batu ke polisi. Tak hanya dianiaya, oknum polisi dari Polres Jakarta Barat, kata Lufti, juga menyetrum dia. "Saya disuruh duduk dan disetrum sekitar setengah jam. Saya disuruh melempar batu ke petugas padahal saya tidak melempar," kata Lufti.

Lutfi diduga terlibat melakukan kerusuhan saat demo pada 30 September 2019. Dia disebut polisi turut serta melakukan kericuhan saat demo berlangsung. Dia juga sempat menjadi perbincangan netizen di media sosial karena fotonya viral saat demo berlangsung.

Lutfi STM
Foto Lutfi Alfiandi yang viral sewaktu ikut aksi protes menolak RKUHP di depan gedung DPR RI. (Foto: Instagram/lutfialfiandi_)

Saat itu,Lutfi terlihat menggenggam bendera merah putih sambil menutup mukanya yang terkena gas air mata. Bahkan, dia sempat dikabarkan hilang selama 24 jam seusai aksi demo di DPR, hingga akhirnya diketahui ditangkap polisi.

Polisi saat itu menyebutkan, Lutfi ditangkap karena terlibat kerusuhan. Polisi juga mengklarifikasi identitas Lutfi yang semula disebut pelajar, ternyata Lutfi merupakan remaja yang baru lulus sekolah. (Knu)

Baca Juga:

Sidang Anak STM 'Gadungan' Terduga Pelaku Rusuh di DPR

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Yasonna Tak Cermat Tentukan Napi yang Dapat Asimilasi
Indonesia
Yasonna Tak Cermat Tentukan Napi yang Dapat Asimilasi

Napi asimilasi yang kembali berulah itu punya karakter yang belum bisa diubah

Polda Metro Buru Warga Sipil yang Diduga Ikut Serang Polsek Ciracas
Indonesia
DPR Soroti Keberhasilan Polri Ungkap Sabu-Sabu Hampir 1 Ton
Indonesia
DPR Soroti Keberhasilan Polri Ungkap Sabu-Sabu Hampir 1 Ton

Kasus narkotika dari jaringan Timur Tengah tergolong jarang

Istri Didi Kempot Dukung Wali Kota Solo Bangun Monumen Patung Sang Suami
Indonesia
Istri Didi Kempot Dukung Wali Kota Solo Bangun Monumen Patung Sang Suami

Pembangunan monumen patung itu atas keinginan Wali Kota dan sobat ambyar fans berat almarhum Didi Kempot.

737 Pasien Positif COVID-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet
Indonesia
737 Pasien Positif COVID-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Wisma Atlet Kemayoran resmi difungsikan sebagai RS Darurat COVID-19 oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (23/3) yang memiliki total kapasitas untuk menampung 12 ribu orang.

Menhan Prabowo Diminta Garap Lumbung Pangan, Pengamat: Nggak Nyambung
Indonesia
Menhan Prabowo Diminta Garap Lumbung Pangan, Pengamat: Nggak Nyambung

"Ini penugasan yang tak bagus. Karena soal lumbung pangan itu, harusnya Jokowi perintahkan Mentan, bukan Menhan," kata Ujang

Bagikan Link Film Ilegal, Tjahjo Kumolo Minta Maaf
Indonesia
Bagikan Link Film Ilegal, Tjahjo Kumolo Minta Maaf

"Saya salah, khilaf, tidak hati-hati, langsung kirim via Twitter, belum izin, dan lain-lain. Karena harus izin terkait Hak Cipta. Dan apabila saya harus kompensasi, misalnya, saya siap semampu saya," kata Tjahjo.

Unair-TNI AD Klaim Temukan Obat Corona, DPR Ingatkan Potensi Terjadi Polemik
Indonesia
Unair-TNI AD Klaim Temukan Obat Corona, DPR Ingatkan Potensi Terjadi Polemik

Untuk menghindari polemik, Dasco mengusulkan dilakukan uji pembanding terhadap obat COVID-19 temuan Unair.

 Polisi Tangkap Seorang Pelaku Penyerangan AEON Mall Jakarta Timur
Indonesia
Polisi Tangkap Seorang Pelaku Penyerangan AEON Mall Jakarta Timur

Saat ini, polisi masih mendalami peran seseorang yang diamankan dalam penyerangan ini. Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam penyerangan tersebut.

Cegah Penyebaran Virus Corona, Anies Tiadakan CFD 2 Pekan
Indonesia
Cegah Penyebaran Virus Corona, Anies Tiadakan CFD 2 Pekan

"Ini kita lakukan sambil melihat bagaimana perkembangan penularan corona virus ini. Sesudah dua minggu kita riview tapi minggu depan dan minggu berikutnya hbkb ditiadakan," tuturnya.