Kapolri Sigit Minta Oknum Polisi Terlibat Narkoba Segera Dibinasakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mengunjungi GBI Fatmawati Bukit Sion Jakarta, Minggu (4/4). Foto: Humas Polri

MerahPutih.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada Propam Polri untuk menindak tegas seluruh personel kepolisian yang masih terjerat dalam kasus narkoba.

Bahkan, Sigit meminta oknum polisi yang terbelenggu barang haram agar segera dibinasakan.

Baca Juga

Kapolri Listyo Salahkan Anak Buahnya soal Telegram yang Atur Kerja Media

"Yang begitu-begitu segera selesaikan," kata Sigit saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Divisi Propam Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/4).

Menurut Sigit, sebagai personel kepolisian tugas pokoknya sudah jelas, memberantas, memberangus dan menangkap bandar narkoba di Indonesia. Bukan malah sebaliknya, polisi malah terjerumus ke dalamnya.

"Karena saya pikir kami sebagai penegak hukum yang bertugas melakukan penangkapan, pemberantasan terhadap hal seperti itu" ucap eks Kabareskrim Polri itu.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (1/4/). (Foto: MP/Istimewa)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (1/4/). (Foto: MP/Istimewa)

Saat ini, Sigit menyebut, sudah banyak perubahan sikap maupun perilaku dari aparat kepolisian di lapangan. Terutama personel yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Saat ini bukan saatnya kita untuk menutup-nutupi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di internal Polri," jelas Sigit.

Sigit kemudian menjelaskan Polri telah membuka pengaduan dari masyarakat melalui aplikasi humas dan propam presisi untuk mengadukan anggota yang melakukan pelanggaran kode etik dan disiplin.

"Itu adalah risiko yang siap kita tanggung," jelas dia.

Menurut Listyo, ini dapat menjadi langkah Polri dalam merespons cepat berbagai laporan dan aduan dari masyarakat. Ia bahkan mengaku masih meladeni laporan orang tidak dikenal melalui Whatsapp.

Cara Listyo menanggapi WhatsApp tersebut adalah dengan langsung mengirim ulang percakapan laporan itu ke jajarannya yang berwenang dan bertanggung jawab atas perkara tersebut.

"Saya nggak kenal, itu WA dari siapa saya buka dan kemudian saya teruskan. Kadang saya jawab, saya teruskan," tutup Listyo. (Knu)

Baca Juga

Datangi Ulama Banten, Kapolri Minta Hilangkan Perasaan Dengki

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Langgar Protokol Kesehatan, Calon Kepala Daerah akan Dipidana
Indonesia
Langgar Protokol Kesehatan, Calon Kepala Daerah akan Dipidana

“Jika tidak, kami akan melakukan tindakan hukum,” tegasnya.

Pimpinan KPK Yakin Skandal Djoko Tjandra di Bareskrim dan Kejagung Saling Terkait
Indonesia
Pimpinan KPK Yakin Skandal Djoko Tjandra di Bareskrim dan Kejagung Saling Terkait

Bareskrim sedang menangani dua kasus terkait skandal Djoko Tjandra yakni kasus dugaan hilangnya red notice Djoko dan kasus surat palsu.

Pengendara Motor Mabuk Nekat Masuk ke Tol JORR Jatiasih Bekasi
Indonesia
Pengendara Motor Mabuk Nekat Masuk ke Tol JORR Jatiasih Bekasi

Aksi itu terjadi di Tol JORR, Jatiasih, Kota Bekasi, pada Rabu (5/8) pukul 21.00 WIB.

KPK Sebut Putusan PK Advokat Lucas Lukai Keadilan
Indonesia
KPK Sebut Putusan PK Advokat Lucas Lukai Keadilan

"Diputus bebasnya narapidana korupsi pada tingkat PK, tentu melukai rasa keadilan masyarakat," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (8/4).

Incar Kemenangan di Pilwakot Tangsel, ini Strategi Benyamin Davnie-Pillar Saga
Indonesia
Incar Kemenangan di Pilwakot Tangsel, ini Strategi Benyamin Davnie-Pillar Saga

Pasangan Calon Wali kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie-Pillar Saga Ichsan mulai tampil ke publik. Mereka pun berusaha meyakinkan masyarakat akan visi misinya ke depan.

Adu Kuat Dakwaan Jaksa dan Bantahan Juliari dalam Sidang Bansos
Indonesia
Adu Kuat Dakwaan Jaksa dan Bantahan Juliari dalam Sidang Bansos

Kasus dugaan korupsi suap bansos dengan terdakwa eks Mensos Juliari Batubara tengah bergulir di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat.

Polri Tangani 75 Kasus Perkara Pilkada 2020, Mayoritas Pidana Politik Uang
Indonesia
Polri Tangani 75 Kasus Perkara Pilkada 2020, Mayoritas Pidana Politik Uang

Polri menangani puluhan kasus dugaan tindak pidana pemilu terkait dengan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 terhitung hingga 10 November 2020.

MUI Minta Warga Tidak Terprovokasi Seruan Boikot Produk Prancis
Indonesia
MUI Minta Warga Tidak Terprovokasi Seruan Boikot Produk Prancis

Presiden Macron tidak hidup secara sendiri, melainkan berdampingan dengan umat Islam sehingga seharusnya bisa lebih bijak dalam bertutur kata.

Pegawai hingga Hakim Positif Corona, PN Jakarta Utara Ditutup
Indonesia
Pegawai hingga Hakim Positif Corona, PN Jakarta Utara Ditutup

Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil dengan mengacu pada SEMA Nomor 9 tahun 2020 tanggal 7 September 2020.

[HOAKS atau FAKTA] Pabrik ESEMKA Tutup Gegara Seluruh Karyawan Positif COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Pabrik ESEMKA Tutup Gegara Seluruh Karyawan Positif COVID-19

“Kami denger ktanya smua karyawan pabrik ESEMKA kena CORONA mkanya pabrik di liburkan,"