Kapolri Sebut Indonesia Sulit Atasi COVID-19 Tanpa Persatuan dan Kesatuan Warga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: MP/Div Humas Polri

MerahPutih.com - Situasi sulit saat pandemi COVID-19 ini diyakini bisa dilewati apabila seluruh elemen masyarakat memiliki rasa persatuan dan kesatuan.

"Kekuatan rasa kebangsaan, kekuatan rasa persatuan dan rasa cinta terhadap seluruh masyarakat bangsa Indonesia," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Rabu (18/8).

Baca Juga

Soal Penanganan COVID-19, Kapolri Beri Peringatan Tegas untuk Sumatera Barat

Mantan Kapolda Banten ini memaparkan, beberapa waktu lalu, kasus harian Indonesia sempat mencapai 56 ribu. Hal itu membuat situasi serba sulit. Sehingga, kata Sigit, Pemerintah Pusat, melakukan kebijakan, untuk menangani dan mengendalikan laju pertumbuhan virus corona yang disebut Second Wave tersebut.

Pemerintah pusat, lanjutnya, juga melakukan penguatan terhadap kegiatan seperti menambah lokasi isolasi-isolasi masyarakat. Mengingat, ketika itu angka BOR sangat tinggi. Sehingga, Pemerintah menyiapkan tempat isolasi baru untuk membantu daya tampung Wisma Atlet Kemayoran.

"Tempat isolasi baru untuk menambah Wisma Atlet, ada Rusun Nagrak Pasar Rumput, ada isolasi terpadu di wilayah lain kami bangun," ucap Sigit.

Selain itu, Pemerintah pusat juga melakukan penguatan tracing dan testing serta treatment atau 3T. Pria kelahiran Ambon ini menyebut, ketika itu Pemerintah harus menentukan mana yang harus dirawat di isoter dan yang harus di tangani pada rumah sakit.

Tak hanya itu, Listyo menyatakan, Pemerintah pusat melalui Menkes, juga menggelorakan dan melakukan percepatan vaksinasi massal. Karenanya, menurut Listyo, TNI dan Polri bergerak untuk mendukung program Pemerintah terkait dengan akselerasi vaksinasi.

"Kami bersama pak Panglima bergerak akselerasi kegiatan vaksinasi massal tersebut bisa dilakukan lebih cepat," tutur dia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi (kiri), Panglima TNI Jenderal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (ketiga kiri) berikan penghargaan kepada para relawan yang turut berperan dalam proses Vaksinasi Merdeka dalam Malam Apresiasi Relawan Vaksinasi Merdeka di Polda Metro Jaya, Selasa (17/8). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Menurut Listyo, pada 1 Juli lalu target dari Pemerintah Indonesia soal satu hari satu juta vaksin telah terwujud. Dan saat ini, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), memberikan target untuk melakukan satu hari dua juta dosis vaksin.

"Ini perlu ada langkah-langkah bagaimana agar angka dicanangkan ini bisa diwujudkan," papar Sigit.

Saat ini, Listyo bersyukur, target dari vaksinasi merdeka di DKI Jakarta telah mencapai 100 persen untuk vaksinasi dosis pertama. Bahkan, capaian itu sudah terjadi sejak tanggal 8 Agustus lalu.

Menurutnya, tercapainya target itu berkat adanya pengorganisasian dan kerja keras para relawan, Pemda serta elemen masyarakat yang sudah mau bahu-membahu mengejar target dari Pemerintah terkait vaksinasi.

"Vaksinasi ini bisa dilaksanakan di level terbawah di tingkat RW, di 900 RW kalau tidak salah dibantu kekuatan 3 ribu lebih tim relawa," ujar Listyo.

Meski begitu, Listyo menekankan, hal itu harus menjadi batu lompatan untuk mengejar target Pemerintah terkait terwujudnya Herd Immunity atau kekebalan kelompok masyarakat Indonesia sebesar 70 persen.

Meski capaian dosis pertama di DKI sudah 100 persen, Sigit menantang Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, untuk merampungkan 100 persen di dosis kedua.

"Sehingga upaya target Pemerintah untuk membentuk Herd Immunity dengan wujudkan vaksinasi 70 persen masyarakat Indonesia bisa tercapai," tegasnya

Listyo mengajak seluruh peserta untuk memberikan rasa penghormatan dan apresiasi yang tinggi kepada para relawan, vaksinator, tenaga kesehatan, prajurit TNI dan Polri yang ada di garda terdepan.

Hal itu juga dilakukan kepada seluruh mereka yang telah gugur saat berjuang dan menjalankan tugasnya. (Knu)

Baca Juga

Kapolri Sebut Perbedaan Jadi Hambatan Penanganan Pandemi COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ganjar Minta Semua RS di Jateng Siaga Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19
Indonesia
Ganjar Minta Semua RS di Jateng Siaga Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19

"Kami perlu ingat untuk 14 hari ke depan, semua rumah sakit harus siap dengan kemungkinan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 pasca Lebaran," ujar Ganjar, Kamis (20/5)

Aksi Pengeroyokan Berujung Kematian Terjadi di Dekat Gedung KPK
Indonesia
Aksi Pengeroyokan Berujung Kematian Terjadi di Dekat Gedung KPK

Setelah itu, polisi melakukan penyelidikan terkait tewasnya korban

Awal Desember, Penambahan Pasien COVID-19 Capai 5.533 Orang
Indonesia
Awal Desember, Penambahan Pasien COVID-19 Capai 5.533 Orang

Jumlah kasus positif COVID-19, Rabu (2/12), bertambah 5.533 kasus.

Juliari Divonis 12 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Sangat Memberatkan
Indonesia
Juliari Divonis 12 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Sangat Memberatkan

"Ya sangat berat, karena buktinya sekarang bahwa Pak Ari (Juliari) itu menerima uang? Nggak ada, selain dari pengakuan Matheus Joko santoso dan juga Adi Wahyono," kata Maqdir

Pakai Mafela Palestina Saat Sidang, Rizieq Shihab Ditegur Hakim
Indonesia
Pakai Mafela Palestina Saat Sidang, Rizieq Shihab Ditegur Hakim

Setelah melepas mafela, Rizieq kembali duduk di kursi pesakitan

Alasan Dinar Candy Tak Ditahan Usai Jadi Tersangka
Indonesia
Alasan Dinar Candy Tak Ditahan Usai Jadi Tersangka

Polres Metro Jakarta Selatan memutuskan untuk tidak menahan Dinar Candy meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pornografi.

PKS Solo bakal Jadi Mitra Kritis Pemerintahan Gibran-Teguh
Indonesia
PKS Solo bakal Jadi Mitra Kritis Pemerintahan Gibran-Teguh

Ia menegaskan PKS akan tetap menjadi mitra kritis bagi Pemkot Solo terutama di tingkat DPRD, yang mana PKS Solo punya lima kursi.

KPU Siap Hadapi Gugatan PSU Pilgub Kalimantan Selatan
Indonesia
KPU Siap Hadapi Gugatan PSU Pilgub Kalimantan Selatan

PSU Pilgub Kalsel tahun 2020 telah diselenggarakan pada 9 Juni 2021 pada tujuh kecamatan, yakni, lima kecamatan di Kabupaten Banjar, yaitu, Kecamatan Aluh-Aluh, Sambung Makmur, Martapura, Astambul dan Matraman.

Reuni 212 Harus Kantongi Izin dari Satgas COVID-19
Indonesia
Reuni 212 Harus Kantongi Izin dari Satgas COVID-19

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta pihak Persaudaraan Alumni 212 untuk mempertimbangkan situasi pandemi COVID-19 terkait rencana kegiatan reuni akbar.

NasDem: Citra MUI Rusak Gegara Aktivis Politik Tanggapi Isu 'Belepotan'
Indonesia