Kapolri Perintahkan Propam Awasi Polda Metro Usut Kasus Dugaan Pemerasan

Mula AkmalMula Akmal - Selasa, 17 Oktober 2023
Kapolri Perintahkan Propam Awasi Polda Metro Usut Kasus Dugaan Pemerasan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Kris/am.

MerahPutih.com- Bola panas kasus dugaan pemerasan pemerasan pimpinan KPK terhadap eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) kini tengah ditangan Polda Metro Jaya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan sudah meminta Bareskrim hingga Propam melakukan pendampingan. Karena kasusnya menjadi perhatian publik.

Baca Juga:

Kapolri Mutasi 55 Perwira Tinggi dan Menengah

"Sehingga setiap tahapan yang berjalan itu betul-betul profesional. Itu yang saya minta sehingga semuanya bisa dipertanggungjawabkan," kata Sigit kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/10).

Sigit sudah berpesan agar penanganan kasus dugaan pemerasan kepada SYL ditangani secara cermat dan profesional.

"Kami membuka ruang agar ini diawasi bisa disupervisi oleh KPK atau unsur eksternal lainnya. Yang jelas saya sudah perintahkan penanganan harus cermat, hati-hati, profesional karena ini dipertanggungjawabkan ke publik," katanya.

Sigit enggan membeberkan siapa terlapor dalam kasus ini. Termasuk ada tidaknya potensi oknum pimpinan KPK yang bisa menjadi tersangka.

Baca Juga:

Pj Heru Tanggapi Usulan Kapolri Ganjil Genap Sepeda Motor di Jakarta


Dalam perkara ini, Polda Metro telah memanggil setidaknya 23 saksi untuk penyelidikan perkara pemerasan SYL .

Beberapa di antaranya ajudan Firli Bahuri, Kevin Egananta, kemudian SYL, ajudannya, hingga sopirnya dan Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar.

Satu nama yang hadir pada pemeriksaan kemarin adalah Pelayanan, Pelaporan, dan Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK, Tomi Murtomo.

Meski puluhan saksi telah diperiksa dan tahap perkara yang sudah pada penyidikan, Polda Metro belum menetapkan satu pihak pun sebagai tersangka. (Knu)

Baca Juga:

Kapolri Turunkan Tim Asistensi Pengusutan Dugaan Pemerasan oleh Pimpinan KPK

#Polda Metro Jaya #Kapolri #KPK #Kasus Pemerasan
Bagikan
Bagikan