Kapolri Minta Operasi Yustisi di Kediri Ditingkatkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau penanganan COVID-19 di Kediri (Ist)

Merahputih.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau penanganan COVID-19 di Kediri. Peninjauan dimulai dengan mendengar paparan Bupati Kediri mengenai penanganan COVID-19 di wilayahnya.

Usai menjelaskan paparan Bupati, Kapolri menyebut ada potensi kenaikan angka COVID-19 di wilayah Kediri usai arus mudik dan balik Lebaran. Untuk itu, dia memerintahkan jajaran Polres Kediri melakukan upaya preentif.

Baca Juga

Kasus COVID-19 di Kudus, Kapolri Perintahkan Anak Buahnya Kunci Pergerakan Warga

"Perlu edukasi penggunaan masker secara masif, tingkatkan kegiatan Operasi Yustisi dan Tim Pemburu COVID-19," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/6).

Mantan Kabareskrim Polri ini meminta jajarannya memastikan kelancaran distribusi vaksin dan kegiatan vaksinasi massal di wilayah Kediri. Satgas bersama unsur terkait juga diminta menggiatkan Tracing, Tracking serta Testing (3T).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Logistik Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/6). Foto: MP/Div Humas Polri

"Dimana hal tersebut harus dipastikan ketersediaan alat swab antigen dan tingkatkan kecepatan hasil laboratorium," ungkapnya.

Sementara itu, Panglima TNI menyampaikan agar koordinasi antar instansi harus dilakukan dengan baik. Menurutnya, ancaman COVID-19 tidak terlihat.

Untuk itu, dia menekankan pengetatan protokol kesehatan. "Lakukan tracing dan testing serta optimalkan PPKM," ujarnya.

Baca Juga

Kapolri Sebut Kunjungan Keluarga Jadi Salah Satu Penyebab Meroketnya Kasus COVID-19

Selain itu, dia meminta jajaran TNI, Polri dan Pemda memastikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, alat kesehatan serta melaksanakan program vaksinasi nasional.

Panglima TNI, dan Kapolri dan rombongan selanjutnya meninjau kegiatan vaksinasi di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG). Setelah itu, rombongan menuju helipad lapangan Simpang Lima Gumul Kediri guna menuju Stadion Surajaya Lamongan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: WHO Ubah Aturan Pakai Masker Hanya Buat Orang Sakit
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: WHO Ubah Aturan Pakai Masker Hanya Buat Orang Sakit

WHO pun menyatakan dukungannya terhadap pemerintah yang berinisiatif mendorong masyarakatnya untuk mengenakan masker di tengah pandemi Covid-19.

Faktor yang Bikin Terorisme Sulit Dihentikan Versi PP Muhammadiyah
Indonesia
Pemerintah Diminta Gunakan e-Procurement dalam Pengadaan Alkes Pendukung Vaksinasi
Indonesia
Pemerintah Diminta Gunakan e-Procurement dalam Pengadaan Alkes Pendukung Vaksinasi

KPK merekomendasikan pemerintah untuk mengikuti ketentuan Perpres Nomor 16 Tahun 2018

Update COVID-19 Selasa (15/12): Jumlah Pasien Sembuh Tembus 500 Ribu Orang
Indonesia
Update COVID-19 Selasa (15/12): Jumlah Pasien Sembuh Tembus 500 Ribu Orang

Kasus aktif adalah jumlah pasien positif yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isolasi mandiri

Waspada Serangan Flu Babi, Kemenkes: Surveilans Kita Masih Jalan
Indonesia
Waspada Serangan Flu Babi, Kemenkes: Surveilans Kita Masih Jalan

Virus tersebut pada dasarnya merupakan "self limiting desease"

Mulai Besok, Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Test Antigen
Indonesia
Mulai Besok, Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Test Antigen

Pelanggan KA jarak jauh di Pulau Jawa diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil rapid test antigen negatif COVID-19 yang berlaku selambat-lambatnya tiga hari sebelum tanggal keberangkatan (H-3).

PKS Desak Presiden Prancis Minta Maaf ke Umat Muslim Dunia
Indonesia
PKS Desak Presiden Prancis Minta Maaf ke Umat Muslim Dunia

Untuk itu, setiap warga dunia harus mengembangkan sikap toleransi dan tidak menyinggung agama

Sederet Proses yang Harus Dilalui Pengelola Bioskop Agar Dapat Izin Beroperasi
Indonesia
Sederet Proses yang Harus Dilalui Pengelola Bioskop Agar Dapat Izin Beroperasi

Setelah disetujui, Bioskop tidak bisa langsung beroperasi

MAKI Temukan Aset Dugaan Korupsi Asabri Rp171 Miliar di Solo
Indonesia
MAKI Temukan Aset Dugaan Korupsi Asabri Rp171 Miliar di Solo

MAKI kembali menemukan sejumlah aset yang diduga merupakan hasil korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Asabri di Solo dan daerah lain.