Kapolri Luncurkan Aplikasi untuk Monitor Pelaku Perjalanan Internasional Petugas melakukan sterilisasi fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta. (AP II)

Merahputih.com - Gelombang kedatangan warga dari luar negeri ke Indonesia terus terjadi ditengah merebaknya varian baru COVID-19.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan aplikasi Monitoring Karantina Presisi. Aplikasi ini sebagai bentuk tindak lanjut pengawasan terhadap para pelaku perjalanan internasional untuk menjalani karantina sesuai dengan aturan yang berlaku.

Peluncuran aplikasi Monitoring Karantina Presisi tersebut dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, Terminal 3 Kedatangan, Kamis (6/1/).

Baca Juga:

Mayoritas Warga Sudah Miliki Antibodi Terhadap COVID-19

"Ini merupakan pengembangan dari hasil koordinasi dengan pak Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) dan seluruh pihak, untuk membantu mengawasi masyarakat kita yang diarahkan karantina," kata Sigit dalam sambutannya.

Melalui aplikasi ini, para petugas akan memantau pelaksanaan karantina yang dilakukan para pelaku perjalanan internasional. Mulai dari proses awal pengurusan karantina hingga selesai.

"Di dalamnya, kita turun tangan untuk monitoring lokasi, memantau lokasi secara real time serta terdapat statistik pelaku perjalanan yang sedang karantina hingga selesai serta informasi mengenai hasil tes PCR," imbuhnya.

Nantinya, para pelaku perjalanan internasional yang akan menjalani karantina wajib mendownload terlebih dahulu aplikasi Monitoring Karantina Presisi ini.

Baca Juga:

Cara Kapolri Menjaga Generasi Penerus Bangsa dari Ancaman COVID-19

Selanjutnya, petugas di Command Center Mabes Polri akan memantau setiap pergerakan para pelaku karantina melalui aplikasi tersebut.

Harapannya, agar aplikasi ini bisa membantu dalam melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang melakukan karantina.

"Melalui aplikasi ini juga kita menunjukkan bagaimana kemajuan teknologi yang dimanfaatkan untuk memastikan masyarakat menjalani karantina dengan disiplin," jelas Sigit.

Diharapkan, masyarakat yang menjalani karantina dan terpantau melalui aplikasi Monitoring Karantina Presisi ini bisa keluar dari tempat karantina dengan kondisi yang sehat dan terbebas dari virus COVID-19.

"Sehingga setelah keluar dari karantina mereka betul-betul aman dan bebas dari varian Delta dan Omicron atau varian lain yang berkembang, yang mana harus kita waspadai," pungkas Mantan Kapolda Banten tersebut.

Baca Juga:

Kasus Positif COVID-19 Bertambah 404 Orang Hari Ini

Sementara itu, pemerintah akhirnya memutuskan untuk menutup sementara pintu masuk bagi Warga Negara Asing baik secara langsung serta transit di negara yang pernah terinfeksi varian COVID-19 omicron.

Keputusan itu diimplementasikan usai terbitnya Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 01/2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Surat edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 7 Januari 2022 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Klarifikasi Pemprov DKI soal Kisruh Ganti Rugi Rusun Petamburan
Indonesia
Klarifikasi Pemprov DKI soal Kisruh Ganti Rugi Rusun Petamburan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengklarifikasi soal kisruh ganti rugi yang diadukan oleh warga penggusuran Rusun Petamburan.

 Sekolah di Surabaya Dilarang Jualan Seragam
Indonesia
Sekolah di Surabaya Dilarang Jualan Seragam

Disdik telah menggelar pertemuan terkait penggunaan seragam tersebut. Selain itu, pihaknya juga menutup penjualan seragam di koperasi sekolah.

Jaksa Agung Minta Penanganan Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian
Indonesia
Jaksa Agung Minta Penanganan Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian

Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta kepada jajarannya agar kasus korupsi dengan kerugian negara di bawah Rp 50 juta diselesaikan dengan mengembalikan kerugian.

Enam Prosedur yang Tak Bisa Dilakukan Buntut Kebakaran Gedung Cyber
Indonesia
Enam Prosedur yang Tak Bisa Dilakukan Buntut Kebakaran Gedung Cyber

Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi

130 Juta Orang Divaksin, Penambahan Kasus COVID-19 di Bawah 400
Indonesia
130 Juta Orang Divaksin, Penambahan Kasus COVID-19 di Bawah 400

Penambahan kasus positif dan kematian akibat COVID-19 masih tetap terjadi.

Anies Jadi Youtuber, Pengamat: Demi Kejar Popularitas Ganjar dan Sandiaga
Indonesia
Anies Jadi Youtuber, Pengamat: Demi Kejar Popularitas Ganjar dan Sandiaga

Langkah Anies menjadi youtuber ini dinilai untuk mengejar pamor Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti.

Periksa Saksi, KPK Dalami Proses Lelang di Kabupaten Musi Banyuasin
Indonesia
Periksa Saksi, KPK Dalami Proses Lelang di Kabupaten Musi Banyuasin

Untuk Tahun Anggaran 2021 pada Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, perusahaan milik Suhandy menjadi pemenang dari empat paket proyek. Total komitmen "fee" yang akan diterima oleh Dodi dari Suhandy dari empat proyek tersebut sekitar Rp 2,6 miliar.

KKB Kembali Berulah, Tukang Bangunan Ditembak Mati Meski Minta Ampun
Indonesia
KKB Kembali Berulah, Tukang Bangunan Ditembak Mati Meski Minta Ampun

"Sebelum ditembak, korban sempat teriak "ampun komandan", kata Fakhiri

MK Hari Ini Kembali Gelar Sidang
Indonesia
MK Hari Ini Kembali Gelar Sidang

Terdapat dua jadwal sidang yang tertera di laman MK pada hari ini

Tak Terima Dijadikan Tersangka, Yahya Waloni Gugat Polisi ke Pengadilan
Indonesia
Tak Terima Dijadikan Tersangka, Yahya Waloni Gugat Polisi ke Pengadilan

Yahya Waloni ditetapkan sebagai tersangka kemudian dilakukan penahanan hanya karena melakukan ceramah soal agama lain