Kapolri: Kami Tak Pernah Sebut Kivlan Zen Dalang Kerusuhan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsejal Hadi Tjahjanto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di SIlang Monas (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Polri tak pernah mengatakan Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebagai pelaku dalang kerusuhan. Menurut Tito, yang disampaikan Mabes Polri adalah kronologis peristiwa.

"Dimana ada dua segmen dan segmen keduanya yang disengaja untuk melakukan kerusuhan. Tak ada penyampaian pendapat langsung menyerang. Lalu ada bom molotov, itu kan dipersiapkan. Ada bomo molotov, panah, parang dan mercon pasti dipersiapkan," kata Tito di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (13/6).

BACA JUGA: Setara Institute Apresiasi Polisi Terkait Pengungkapan Pelaku Kerusuhan 22 Mei

Tito melanjutkan, ada juga rotan yang digunakan untuk melakukan kekerasan. Sehingga ada dugaan kericuhan itu disetting.

"Tapi kami tak bilang itu (ulah) Kivlan Zen, tidak. Hanya disampaikan dalam peristiwa itu ada korbam sembilan korban disamping luka-luka dari kelompok massa dan petugas. Petugas ada 237 yang terluka, sembilan terlawan rahangnya pecah," jelas Tito.

Kericuhan massa Aksi 22 Mei di jalan MH. Thamrin di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU), Jakarta, Kamis, (22/5/2019). Aksi 22 Mei menuntut BAWASLU mengungkap dugaan kecurangan pada Pemilu 2019 setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional Pemilu 2019. Hasilnya pasangan nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin unggul 55,50 persen. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Kericuhan massa Aksi 22 Mei di jalan MH. Thamrin di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU), Jakarta, Kamis, (22/5/2019). Aksi 22 Mei menuntut BAWASLU mengungkap dugaan kecurangan pada Pemilu 2019 setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional Pemilu 2019. Hasilnya pasangan nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin unggul 55,50 persen. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Dari sembilan korban yang tewas, ada yang karena benda tumpul. Tito tak menampik korban berjatuhan salah satunya karena pukulan petugas atau terkena lemparan batu dari sesama pendemo yang tak saling kenal.

"Jadi bisa saja dia salah lihat, lempar kena batu, dan jadi korban," jelas Tito.

BACA JUGA: Disebut Jadi Aktor Kerusuhan 22 Mei, Mantan Komandan Tim Mawar Ngaku Jadi Korban Hoaks

Selain itu, yang menderita luka tembak sulit dibuktikan karena kecuali ada rekaman CCTV yang merekan aksi penembakan tersebut. Hal ini mesti pakai uji balistik. Kalau dari anggota bisa diperiksa tujuannya apa.

"Itupun tak bisa dibedakan tembakan darimana. Apakah itu peluru karet atau tajam. Yang ditemukn ada peluru proyektil 5,56 milimeter, dan 9 milimer. Dua ini kita telusuri siapa pelaku penembakannya," ungkap Tito. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH