Kapolri: Jawa Barat Diperkirakan Panas Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) di Mapolda Riau, di Pekanbaru, Riau (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Merahputih.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian berharap kontestasi politik Pilpres dan Pileg 2019 di Provinsi Jawa Barat berjalan aman seperti saat pelaksanaan pilkada serentak tahun lalu. Tito mengaku awalnya Pilkada serentak tahun lalu di Jawa Barat diperkirakan panas namun kenyataannya berlangsung tertib dan aman.

"Tapi Jawa Barat alhamdulilah, semula diperkirakan panas, tapi aman dan damai. Dua kontestan di sini kang RK dan Kang Anton (Charliyan) lihat baik-baik saja berdua. Ini jadi modal bagi Jawa Barat pengamanan bagus di 2017 dan di 2018 aman, damai dan tenang," ujar Tito di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, Jumat (15/2).

Kedepan, Tito menyatakan Jawa Barat harus tetap kondusif jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Terlebih, Jawa Barat merupakan penyumbang daftar pemilih tetap (DPT) terbesar se-Indonesia.

"Jawa Barat merupakan penyumbang DPT terbesar seluruh Indonesia. Kita harus jaga Jawa Barat. Indonesia dan Jawa Barat terus dijaga," tegas Tito.

tito karnavian
Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mako Brimob. Foto: MP/Gomes

Menurut dia, salah satu tugas utama Polri ialah sebagai penjaga keamanan sehingga dengan kewenangan tersebut maka tidak ada penyimpangan kewenangan.

"Dengan power yang sedemikian besar ini harus dijaga karena kewenangan itu cenderung akan menyimpang. Ini harus dijaga jangan sampai terjadi 'abuse of power'. Alih-alih menjadi pelindung masyarakat malah jadi penggangu masyarakat," katanya.

Lebih lanjut Kapolri mengatakan pelaksanaan Pemilu yang aman menjadi salah satu syarat dari sebuah negara maju.

"Salah satu kunci dari negara yang maju adalah keamanan yang harus dijaga dan juga dirawat. Dalam sebuah negara demokrasi pasti harus melalui tahap transisi kepemimpinan dan itu yang harus dijaga bersama-sama," kata dia. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4