Kapolri Idham Azis Dikritik karena Gagal Antisipasi Serangan Teroris Petugas Kepolisian menyita sejumlah barang dari rumah pelaku bom bunuh diri RMN (24) di Mapolrestabes Medan. (Antara Sumut/Nur Aprilliana Br Sitorus)

MerahPutih.com - Teror bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara adalah kasus serangan teror pertama di periode kedua pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, teror penikaman menimpa Wiranto (yang saat itu menjabat sebagai Menkopolhukam). Seperti diketahui, kedua pelaku teror tersebut berasal dari Medan.

Baca Juga:

Ikut Perang Bareng ISIS di Suriah, Empat Orang Terduga Teroris Diciduk Densus 88

Dua kasus serangan teroris ini, terutama kasus serangan bom di Mapolrestabes Medan menunjukkan bahwa sel-sel terorisme masih hidup subur di Indonesia, meski Densus 88 terus menerus melakukan penangkapan dan pembersihan ke sarang sarang teroris.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai, serangan bom di Polresta Medan bisa dilihat sebagai upaya kalangan teroris untuk mempermalukan Kapolri Jenderal Idham Azis yang baru dilantik sebagai Kapolri.

“Idham sendiri merupakan tokoh penting Densus 88, sebuah detasemen khusus di bawah Mabes Polri yang memiliki tupoksi menanggulangi ancaman terorisme,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (14/11).

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane. (Foto: Antaranews)
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane. (Foto: Antaranews)

Menurut Neta, kasus bom Medan ini sekaligus menunjukkan Polri di bawah kepimpinan Idam Azis sangat lemah dalam sistem deteksi dini, baik deteksi dini dari jajaran Densus 88 maupun dari intelijen kepolisian maupun Bareskrim.

“Hingga saat ini saja Idham belum berhasil memilih Kabareskrim yang baru. Artinya dalam memilih Kabareskrim saja, Idham tergolong lelet, apalagi untuk melakukan deteksi dan antisipasi dini terhadap serangan terorisme,” tuturnya.

Neta mengungkapkan, lamanya penunjukkan Kabareskrim hingga saat ini membuktikan Idham Azis tidak becus menjadi Kapolri.

“Lamanya penunjukan Kabareskrim baru membuktikan Idham Azis sebagai Kapolri tidak profesional dan tidak paham apa sesungguhnya yang harus menjadi prioritas,” gumamnya.

Padahal di sepanjang era kampanye dan Pilpres 2019, Polri sudah melakukan pagar betis dan pembersihan terhadap kantong-kantong terorisme.

“Tapi mengapa saat Idham baru menjabat sebagai Kapolri, Polri bisa kebobolan? Selain itu, selama ini jajaran kepolisian sendiri yg selalu mengatakan bahwa sasaran terorisme saat ini sudah meluas dan polisi dijadikan sebagai sasaran utamanya, tapi kenapa Polri lengah dan masih kebobolan,” tanyanya.

Baca Juga:

Puan Minta Brimob Galak ke Teroris, Bukan ke Rakyat

Neta menyarankan, melihat pola serangan di Medan, tidak ada kata lain bahwa Polri tak boleh lengah untuk terus menerus meningkatkan deteksi dininya.

“Apalagi selama ini Polri sangat agresif memburu para teroris dan para teroris menganggap jajaran Polri adalah penghambat utama dari gerakan perjuangan mereka, sehingga jika Polri lengah wajar kalangan teroris bermanuver mencari celah dengan modus modus baru,” jelasnya.

Pelaku bom bunuh diri di Malpolrestabes Medan. Foto: Net
Pelaku bom bunuh diri di Malpolrestabes Medan. (Foto: Istimewa)

Neta juga mengatakan, penggunaan ojek online adalah modus baru dalam sistem serangan terorisme di Indonesia. Polri juga harus mencermati hal ini dengan serius, apakah korban adalah benar benar pelaku bom bunuh diri dalam serangan di Polrestabes Medan atau korban merupakan korban yg diperalat jaringan terorisme.

“Dalam artian, jaringan terorisme menyewa ojek online untuk membawa penumpang dan barang (bom) ke Polrestabes Medan dan begitu tiba di TKP, bom yang dibawa diledakkan dengan sistem remot kontrol dari jarak jauh,” urainya.

Neta menghimbau, fenomena tersebut patut dicermati Polri. Terlepas dari semua itu, Kapolri juga harus bisa bekerja cepat, terutama dalam menetapkan Kabareskrim yang baru.

“Tujuannya agar Polri bisa konsolidasi, terutama untuk mencermati manuver kelompok terorisme. Bagaimana Polri bisa mencermati dan mendeteksi manuver jajaran terorisme, jika Polri sendiri tidak terkonsolidasi dengan mengambangnya posisi Kabareskrim,” tegasnya.

Neta menilai, fenomena yang muncul saat ini adalah munculnya beberapa manuver negatif di kalangan internal kepolisian.

“Yang ada justru muncul manuver-manuver negatif di internal kepolisian yang membuat jajaran kepolisian menjadi bingung untuk bersikap di tengah maraknya serangan terorisme,” pungkasnya. (Knu)

Baca Juga:

Lebih Radikal, Istri Bomber Polrestabes Medan Diduga Rencanakan Aksi Teror di Bali

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satgas COVID-19 Bakal Lakukan Rapid Tes Panitia dan Peserta Maulid dan Nikahan Anak Rizieq
Indonesia
Satgas COVID-19 Bakal Lakukan Rapid Tes Panitia dan Peserta Maulid dan Nikahan Anak Rizieq

Satgas Penanganan COVID-19 juga memberikan puluhan ribu masker

 Ustaz Adi Hidayat Isi Ceramah Nikah Massal Tahun 2019 Pemprov DKI
Indonesia
Ustaz Adi Hidayat Isi Ceramah Nikah Massal Tahun 2019 Pemprov DKI

Ia juga menerangkah, bahwa pada nikah masal tahun Ustaz Adi Hidayat dipercaya Pemprov DKI untuk mengisi ceramah.

[HOAKS atau FAKTA]: Handphone Bisa Disadap Aparat Melalui Nomor IMEI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Handphone Bisa Disadap Aparat Melalui Nomor IMEI

Beredar kembali informasi lama tentang ponsel dapat disadap polisi melalui nomor IMEI.

Istana Ungkap Tiga Hal yang Jadi Perhatian Saat Upacara HUT RI
Indonesia
Istana Ungkap Tiga Hal yang Jadi Perhatian Saat Upacara HUT RI

Pasukan upacara 20 orang dari TNI/Polri, Korps musik sebanyak 24 orang, pembawa acara atau MC sebanyak dua orang

 Petugas Medis Meninggal Saat Tangani Paaien Corona, Pemerintah Sampaikan Duka
Indonesia
Petugas Medis Meninggal Saat Tangani Paaien Corona, Pemerintah Sampaikan Duka

"Yakinlah bahwa kita berada dalam pengabdian yang benar, profesional, dan kita berikan semuanya untuk kebaikan rakyat kita yang kita cintai ini," ujar Yuri

Polisi Paksa 1.000 Pemudik Putar Balik ke Jakarta
Indonesia
Polisi Paksa 1.000 Pemudik Putar Balik ke Jakarta

Tapi, jumlah ini bisa lebih banyak ketimbang hari sebelumnya lantaran diakumulasi dengan jumlah kendaraan yang hendak keluar Jakarta sekitarnya lewat jalur arteri.

BMKG Telah Monitor Peningkatan Aktivitas Seismik di Morotai
Indonesia
BMKG Telah Monitor Peningkatan Aktivitas Seismik di Morotai

Lokasi Pulau Morotai bersebelahan dengan zona subduksi Lempeng Laut Filipina

Tetap Waras Bagi Ibu Rumah Tangga: Meraup Untung Jualan Masker dari Kain Perca Motif Batik
Indonesia
Tetap Waras Bagi Ibu Rumah Tangga: Meraup Untung Jualan Masker dari Kain Perca Motif Batik

"Saya jualan masker sejak April lalu. Masker kain batik tulis, print, cap dijual dari harga Rp5.000, Rp7.500 hingga kelas premium berharga Rp 35.000," kata dia.

Libatkan Anak Saat Pilkada, Psikologis Anak Bakal Terganggu
Indonesia
Libatkan Anak Saat Pilkada, Psikologis Anak Bakal Terganggu

Adanya peran aktif semua kalangan di masyarakat tentang kepedulian dan perlindungan hak-hak anak.

Guru Honorer di Yogyakarta Dapat Bantuan Sembako
Indonesia
Guru Honorer di Yogyakarta Dapat Bantuan Sembako

Bantuan simbolis diberikan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi kepada perwakilan guru honorer.