Kapolri dan Jajarannya Diminta Hormati Harkat dan Martabat Orang Lain Seorang pria membentangkan poster saat Presiden Jokowi berkunjung ke makam Bung Karno di Blitar. Foto: Istimewa

Merahputih.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta menginstruksikan kepada seluruh jajarannya di lapangan agar memiliki kebijaksanaan termasuk menghindari tindakan represif dalam menjalankan tugas.

Hal itu terkait sejumlah warga yang ditangkap aparat kepolisian saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Blitar dan Solo. Adapun warga yang ditangkap itu antara lain seorang petani di Blitar dan beberapa mahasiswa di Solo.

"Untuk alasan keamanan nasional dan untuk menghormati harkat dan martabat orang lain,” kata Ketua Komisi III DPR Herman Herry kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (14/9).

Baca Juga

Selesai Karantina, Atlet Paralimpiade Indonesia Temui Jokowi

Dalam dua perkara itu, polisi tak menahan dan langsung memulangkan keduanya ke rumah masing-masing. Herman menjelaskan, kebebasan berekspresi merupakan amanah Konstitusi sebagai bentuk perlindungan terhadap HAM.

Meski demikian, patut digarisbawahi juga, kebebasan berekspresi bukan serta merta hak yang tidak dapat dibatasi.

Seorang pria membentangkan poster saat Presiden Jokowi berkunjung ke makam Bung Karno di Blitar. Foto: Istimewa

Seperti contoh, pasal 19 ayat 2 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Kovenan Hak Sipil dan Politik menyatakan kebebasan berpendapat dan berekspresi itu dibatasi dengan dua batasan.

Untuk itu, tentunya kepolisian sebagai penegak hukum dan pelaksana Undang-Undang harus memiliki wawasan kebebasan berekspresi dan keamanan nasional sebagaimana amanah konstitusi.

"Termasuk jaminan atas keamanan nasional serta penghormatan atas harkat dan martabat orang lain," kata Herman.

Baca Juga

Jokowi dan Kapolri Awasi Langsung Vaksinasi di Pesantren Seluruh Indonesia

Politisi PDI Perjuangan ini berharap, aparat kepolisian ke depan menghindari tindakan represif dan lebih mengedepankan upaya persuasif serta humanis.

“Saya harap kepada Kapolri, untuk meminimalisir tindakan represif terhadap aksi-aksi yang serupa dengan mengedepankan upaya-upaya persuasif dan pencegahan,” pungkas pria asal NTT ini. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Tangkap Pelaku Mesum di Halte Bus Kramat, Rupanya Dibayar Rp22 Ribu
Indonesia
Polisi Tangkap Pelaku Mesum di Halte Bus Kramat, Rupanya Dibayar Rp22 Ribu

Polisi menangkap seorang wanita yang videonya sempat viral di media sosial terkait aksi mesum beberapa waktu lalu.

Terus Bertambah, Jumlah Korban Tewas Longsor Sumedang Capai 36 Orang
Indonesia
Terus Bertambah, Jumlah Korban Tewas Longsor Sumedang Capai 36 Orang

Total korban meninggal yang berhasil ditemukan tim gabungan berjumlah 36 oran dan 4 orang masih dinyatakan hilang.

Jumlah Penduduk Indonesia Hingga Desember 2020 Lebih dari 270 Jiwa
Indonesia
Jumlah Penduduk Indonesia Hingga Desember 2020 Lebih dari 270 Jiwa

Ada pun lima provinsi dengan penduduk terendah yakni Kalimatan Utara

MAKI Sebut Penegak Hukum Bisa Proses Wakil Ketua KPK Lili Pintauli
Indonesia
MAKI Sebut Penegak Hukum Bisa Proses Wakil Ketua KPK Lili Pintauli

"Bukan delik aduan, jadi tanpa ada laporan penegak hukum bisa proses," kata Boyamin saat dikonfirmasi, Selasa (31/8).

Selesai Karantina, Atlet Paralimpiade Indonesia Temui Jokowi
Indonesia
Selesai Karantina, Atlet Paralimpiade Indonesia Temui Jokowi

yang ditunjukkan Kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo sama sekali tidak ada bedanya dengan Olimpiade karena sama-sama bisa menghasilkan prestasi dan bisa mengharumkan nama bangsa.

Gus Ipul Minta Doa Agar Istri Cepat Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Gus Ipul Minta Doa Agar Istri Cepat Sembuh dari COVID-19

"Mohon doa mudah-mudahan kami sekeluarga bisa melewati masa-masa yang sulit ini," katanya

Pengunjung Membludak, Anies Tegur Keras Manajemen Ancol
Indonesia
Pengunjung Membludak, Anies Tegur Keras Manajemen Ancol

Kapasitas Ancol mencapai 192.000 orang dan ketentuan Pemprov DKI selama masa liburan dengan jumlah kunjungan sebesar 30 persen.

Buka Warung, Restoran, Minimarket, Usaha Keluarga Lebih Mudah Dengan UU Cipta Kerja
Indonesia
Buka Warung, Restoran, Minimarket, Usaha Keluarga Lebih Mudah Dengan UU Cipta Kerja

Pengurusan izin usaha yang lama di daerah itu, kata Tito, disebabkan proses yang panjang dan berbelit-belit, termasuk harus mendapatkan rekomendasi dari berbagai pejabat terkait.

Kapolri Pengganti Idham Azis, PKS: Jangan Lagi Ada Orang Tersisihkan dalam Hukum
Indonesia
Kapolri Pengganti Idham Azis, PKS: Jangan Lagi Ada Orang Tersisihkan dalam Hukum

Kapolri baru mesti orang yang mampu memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.