Kapolri Bilang Nyoblos Boleh di Atas Pukul 13.00, KPU Beberkan Syaratnya Warga mencoblos surat suara dari dalam bilik pada simulasi Pemilihan Umum 2019 di Desa Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2019). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/pras.

MerahPutih.com - Beredar video Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan isu pukul 13.00 Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditutup tidak benar di media sosial. Lalu bagaimana kebenaran pernyataan Kapolri itu menurut KPU.

Komisioner KPU Evi Novida Ginting memperbolehkan pemilih mencoblos meski telah lewat dari pukul 13.00 waktu setempat dengan syarat sudah hadir dan mendaftarkan diri di TPS sebelum pukul 13.00. Ketentuan ini merujuk Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pemungutan dan Perhitungan Suara.

"Pemilih masih tetap akan dilayani, sepanjang dia sudah terdaftar dalam formulir C7," kata Evi kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/4).

KPU
Kantor KPU. (Ist/Net)

Namun, Evi menegaskan bukan berarti pencoblos bisa seenaknya datang telat ke TPS lewat dari pukul 13.00 dan baru daftar di lembar C7 atau lembar daftar hadir pemilih di TPS. Menurut dia, jika kasusnya seperti itu sudah pasti pemilih takkan dilayani.

"Makanya, petugas KPPS kan harus memperkirakan waktunya. Jadi, sepanjang dia sudah datang dan sudah tercatat di C7 tetap akan dilayani," tutup Komisioner KPU itu.

Pernyataan KPU itu senada dengan video Kapolri. Tito memastikan pemilih bisa menggunakan hak pilihnya bila mereka sudah mendaftar sebelum pukul 13.00 WIB. Meskipun mendapat giliran pencoblosan di atas pukul 13.00 WIB.

"Jadi yang beredar selama ini bahwa jam 13 tutup itu tidak benar. Yang benar jam 13 tidak boleh daftar lagi. Yang jam 13 mereka sudah mendaftar belum sempat nyoblos. Boleh diteruskan," kata Tito di video.

Kapolri Tito Karnavian. Foto: ANTARA

Perlu diketahui, PKPU nomor 9 Tahun 2019 merupakan perubahan atas PKPU Nomor 3 Tahun 2019. Ketentuan yang mengatur waktu pencoblosan terdapat pada Pasal 46, yang berbunyi:

Pada pukul 13.00 waktu setempat, ketua KPPS mengumumkan yang diperbolehkan memberikan suara hanya Pemilih yang:
a. sedang menunggu gilirannya untuk memberikan suara dan telah dicatat kehadirannya dalam formulir Model C7.DPT, KPU, Model C7.DPTb-KPU dan Model C7.DPK KPU; atau

b. telah hadir dan sedang dalam antrean untuk mencatatkan kehadirannya dalam formulir Model C7.DPT-KPU, Model C7.DPTb-KPU dan Model C7.DPK-KPU.
(2) Setelah seluruh Pemilih selesai memberikan suara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ketua KPPS mengumumkan kepada yang hadir di TPS bahwa Pemungutan Suara telah selesai dan akan segera dilanjutkan rapat Penghitungan Suara di TPS. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH