Kapolri Baru Harus Perbaiki Kinerja Perlindungan HAM Pengamanan demo. (Foto: Kanugrahan)

MerahPutih.com - Calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis bakal menghadapi tantangan yang tidak mudah. Salah satunya adalah segi penegakan hukum terutama perbaikan pada hak asasi manusia (HAM).

"Kapolri yang baru nantinya harus memulai tugasnya dengan secara serius melakukan pembenahan-pembenahan dalam sektor pemahaman dan perlindungan HAM oleh aparat kepolisian," kata Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti dalam keteranganya,di Jakarta pada Selasa (12/1).

Baca Juga:

DPR Tiadakan Kunjungan ke Rumah Calon Kapolri

Fatia merinci, sektor HAM yang perlu dievaluasi adalah aturan di tingkat Polri yang membatasi kebebasan sipil masyarakat harus segera dicabut. Menurutnya, kewenangan tersebut terletak pada lembaga pembentuk undang-undang (UU), bukan Polri yang tugasnya sebagai pelaksana UU.

"Kemudian, kekerasan eksesif dalam penanganan aksi massa harus segera dihentikan," ujar Fatia.

Fatia mengingatkan, Kapolri baru nantinya harus bisa secara tegas memproses hukum anggotanya sendiri yang melakukan pelanggaran. Khususnya berupa penggunaan kekerasan yang tidak selaras dengan prinsip-prinsip HAM universal beserta Perkap Nomor 01 Tahun 2009.

Fatia menuturkan, berdasarkan catatan Kontras pada 4 tahun terakhir, aparat kepolisian merupakan aktor dominan dalam pelanggaran HAM di Indonesia.

"Itu menguatkan wewenang kepolisian untuk terus melakukan kekerasan, tindakan-tindakan koersif, dan kekuatan secara berlebihan," ujar dia.

Fatia menilai, tidak ada transparansi dan akuntabilitas atas pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan aparat kepolisian tersebut. Praktik kekerasan itu pun terus berulang akibat tidak adanya hukuman yang diberikan kepada aparat untuk memberikan efek jera.

"Pada akhirnya ini menyebabkan tidak adanya sebuah efek jera ataupun perbaikan," ujar Fatia.

Ia menambahkan, Kapolri yang baru juga mesti menjunjung tinggi semangat refomasi di sektor keamanan agar Polri tidak lagi menjadi institusi yang dominan melakukan pelanggaran HAM.

Operasi Kepolisian. (Foto: Mabes Polri)
Operasi Kepolisian. (Foto: Mabes Polri)

Diketahui, Komisi Kepolisian Nasional telah menyetorkan lima nama calon Kapolri ke Presiden Joko Widodo pada pekan lalu. Lima nama tersebut ialah Wakil Kepala Polri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Kemudian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Boy Rafli Amar, Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjem Arief Sulistyanto, dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Agus Andrianto.

"Kelima orang itu dianggap memenuhi syarat profesionalitas, loyalitas, jam terbang," kata Ketua Kompolnas Mahfud MD.

Presiden Jokowi akan memilih nama calon Kapolri untuk diserahkan ke DPR. Calon pilihan Presiden bisa tunggal atau lebih dari satu. Kemudian, kandidat akan mengikuti fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan di DPR dan politisi DPR punya tenggat waktu 20 hari untuk memutuskan setuju atau tidak atas pencalonan kandidat. (Knu)

Baca Juga:

DPR Beberkan Pekerjaan Rumah Calon Kapolri

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
4 Orang Tak Hadiri Klarifikasi Polisi Soal 'Kerumunan Petamburan'
Indonesia
Dicecar Batas Gaji Rumah DP 0 Rupiah, Anies: Nanti Dulu Ya
Indonesia
Dicecar Batas Gaji Rumah DP 0 Rupiah, Anies: Nanti Dulu Ya

Regulasi tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 588 Tahun 2020

Merger Bank Syariah Bikin UMKM Mudah Dapatkan Modal
Indonesia
Merger Bank Syariah Bikin UMKM Mudah Dapatkan Modal

Selain itu, pemerintah pun, memperbanyak dan memperluas pendirian Bank Wakaf Mikro.

Bareskrim Polri Gelar Perkara Tentukan Tersangka Baru Pelarian Djoko Tjandra
Indonesia
Bareskrim Polri Gelar Perkara Tentukan Tersangka Baru Pelarian Djoko Tjandra

Rencananya tersangka baru itu akan ditetapkan Rabu (12/8) ini.

Pemerintah Beri Bantuan Rp50 Juta untuk Korban Banjir Bandang di NTT
Indonesia
Pemerintah Beri Bantuan Rp50 Juta untuk Korban Banjir Bandang di NTT

Pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp10-50 juta untuk perbaikan rumah masyakarat terdampak banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Musisi Anji Dipastikan Positif Gunakan Ganja
Indonesia
Musisi Anji Dipastikan Positif Gunakan Ganja

Musisi ternama Erdianto Aji Prihartanto alias Anji telah melakukan tes urine usai ditangkap terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

Pimpinan DPRD Desak Disdik DKI Perbaiki Pendaftaran PPDB
Indonesia
Pimpinan DPRD Desak Disdik DKI Perbaiki Pendaftaran PPDB

Pimpinan DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov untuk mengevaluasi proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 yang sempat bermasalah pada hari pertama dibuka.

Bangun Citra, Polisi Latih 530 Personil Komunikasi Publik
Indonesia
Bangun Citra, Polisi Latih 530 Personil Komunikasi Publik

Pelatihan ini, mengajak peserta untuk mempelajari bagaimana mengemas teknik komunikasi verbal dan non verbal agar dapat disampaikan secara efektif.

Sepekan PPKM Darurat, Mobilitas Warga Kota Bandung Hanya Turun 17 Persen
Indonesia
Sepekan PPKM Darurat, Mobilitas Warga Kota Bandung Hanya Turun 17 Persen

Sepekan penerapan PPKM Darurat di Kota Bandung baru mampu menurunkan 17 persen pergerakan manusia.

Anak Buah Prabowo Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Perkosaan di Bekasi
Indonesia
Anak Buah Prabowo Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Perkosaan di Bekasi

Orang tersebut harus dicari, ditangkap dan jika melakukan perlawanan bisa diambil tindakan tegas