Kapolri Baru Dihadapkan Sejumlah Masalah Serius Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. (ANTARA/ HO-Polri)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo tidak lama lagi akan memilih siapa yang akan menjadi Kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis dan mengirimkan nama tersebut ke DPR.

Terkait hal itu, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menguatkan bahwa terkait siapa calon Kapolri merupakan wilayahnya presiden sebagai panglima tertinggi.

“Siapa pun nanti yang ditunjuk, itulah pilihan terbaik. Kita sebagai rakyat mendukung dan menitipkan banyak harapan,” kata Ujang di Jakarta, Senin (11/1).

Baca Juga:

Sosok Calon Kapolri Harus Punya 5 Kriteria Ini

Namun demikian, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu mengungkapkan, ada beberapa tantangan penting yang harus diperhatikan oleh siapa pun Kapolri baru pilihan presiden tersebut.

Tantangan pertama menurut Ujang adalah terkait reformasi di internal Polri.

Reformasi internal ini merupakan isu rutin yang selalu disuarakan di setiap pergantian Kapolri.

"Ini merupakan permasalahan serius yang harus menjadi fokus tersendiri bagi Kapolri terpilih,” ujar dia.

Pengamat Politik Ujang Komarudin (Foto: Dok Pribadi)
Pengamat Politik Ujang Komarudin (Foto: Dok Pribadi)

Ujang menambahkan, struktur organisasi yang kuat dan bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sangat dibutuhkan dalam keadaan seperti sekarang ini.

Tantangan lainnya adalah bagaimana menjaga pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di tengah pandemi COVID-19 dan minusnya ekonomi.

Polri juga harus tetap fokus pada penegakan hukum terhadap kejahatan, baik lokal maupun internasional seperti jaringan narkoba dan jaringan teroris, serta kejahatan siber.

“Jujur saja, selain tantangan di atas, masyarakat masih melihat ada anggota kepolisian yang melakukan kekerasan berlebihan, arogan, dan melanggar HAM,” tambahnya.

Baca Juga:

Lima Jenderal Calon Kapolri yang Diajukan ke Jokowi

Saat ditanya, siapa sosok yang akan dipilih Presiden Jokowi sebagai Kapolri baru, Ujang hanya memberikan kode dan menyebut orang terdekat Jokowi yang akan dilantik menjadi orang nomor satu di tubuh Polri itu.

“Sepertinya orang sekampung Pak Jokowi,” kata Ujang.

Sebagaimana diketahui, di antara nama kuat yang menjadi salon kuat Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang berasal dari Solo adalah Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

“Namun kembali lagi, keputusan akhirnya ada di tangan Jokowi. Itu hak prerogatif beliau,” tutup Ujang. (Knu)

Baca Juga:

IPW Sesumbar Jokowi Serahkan Nama Calon Kapolri ke DPR pada Rabu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tuntut Keadilan, Suryanto Desak Kepolisian Tangkap Pemerkosa Anaknya
Indonesia
Tuntut Keadilan, Suryanto Desak Kepolisian Tangkap Pemerkosa Anaknya

Suryanto sempat viral dalam video yang diunggah oleh pengacara kondang Hotman Paris beberapa waktu lalu

Update COVID-19 DKI Jakarta, Rabu (7/10): 107.229 Positif, 95.876 Orang Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 DKI Jakarta, Rabu (7/10): 107.229 Positif, 95.876 Orang Sembuh

Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sebanyak 51 kasus

BMKG Minta Waspadai Hujan Lebat di Sebagian Sumatera hingga Papua
Indonesia
BMKG Minta Waspadai Hujan Lebat di Sebagian Sumatera hingga Papua

BMKG mengingatkan untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Ini Pandangan Muhammadiyah-NU Soal Pancasila Menurut Hasil Penelitian UI
Indonesia
Ini Pandangan Muhammadiyah-NU Soal Pancasila Menurut Hasil Penelitian UI

Peneguhan sikap Muhammadiyah dan NU mengenai Pancasila tersebut sekaligus menjadi kritik dan perlawanan atas upaya-upaya kelompok tertentu.

Sahkan UU Cipta Kerja Secara Kilat, DPR dan Pemerintah Tidak Punya Empati
Indonesia
Sahkan UU Cipta Kerja Secara Kilat, DPR dan Pemerintah Tidak Punya Empati

Pembahasan hingga pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja yang kilat dan senyap, menunjukkan pemerintah dan DPR tidak peduli pada keinginan dan aspirasi rakyat.

Hotel Isolasi COVID-19 Ilegal Disegel Pemkot Jakpus
Indonesia
Hotel Isolasi COVID-19 Ilegal Disegel Pemkot Jakpus

Pengelola Hotel OYO Town House 2 Gunung Sahari terbukti melanggar persyaratan administrasi

Anak Buah Anies Akui Persentase Warga Pakai Masker Hanya 20 Persen
Indonesia
Anak Buah Anies Akui Persentase Warga Pakai Masker Hanya 20 Persen

Terjadi penurunan kesadaran masyarakat dalam menggunakan masker sebagai pelindung dari paparan COVID-19.

205 Gereja di Jakarta Utara Gelar Misa Natal
Indonesia
205 Gereja di Jakarta Utara Gelar Misa Natal

Sebanyak 1.598 personel gabungan melakukan tugas pengawasan dan pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Kabaintelkam Polri Sebut Hanya dengan Cara Ini KKB Dapat Dihilangkan
Indonesia
Kabaintelkam Polri Sebut Hanya dengan Cara Ini KKB Dapat Dihilangkan

Sepak terjang kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kerap mengancam keselamatan warga Papua dinilai perlu ditindak melalui pendekatan hukum.

Pemerintah Dinilai Masih Gagap Tangani COVID-19
Indonesia
Pemerintah Dinilai Masih Gagap Tangani COVID-19

"Bisa dikatakan pemerintah masih gagap karena masih belum tau bagaimana cara untuk menangani COVID-19 ," kata Fernando