Kapolri Ancam 'Begal' Anak Buahnya Sendiri Pemudik bersepeda motor melintas di Jalur Pantura Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (8/6). Sejumlah pemudik berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan lalu lintas di kawasan pantura. ANTARA

Merahputih.com - Pembegalan seorang pemudik di Jalan Lintas Sumatera wilayah Lampung, menjadi 'noda' bagi kesuksesan pengamanan arus mudik Lebaran di daerah itu. Seorang pemudik sepeda motor dibegal sekelompok orang di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Desa Tarahan, Kabupaten Lampung Selatan pada Sabtu (9/6) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Korban adalah Syahroni (31), warga Pekon Kejayaan Kabupaten Tanggamus, harus merelakan sepeda motornya lenyap akibat dibegal. Kini, Syahroni harus menjalani perawatan di RSUD Abdul Moeloek (RSUADM) akibat luka bacokan di bagian kepalanya.

Zulfahmi (45), kakak kandung korban, menjelaskan bahwa adiknya saat itu hendak mudik dari Bekasi, Jawa Barat ke kampung halamannya di Talang Padang berboncengan dengan rekannya yang juga satu kampung. Saat melintas di Desa Tarahan, tepatnya turunan Tarahan, dari belakang ada sekelompok orang tidak dikenal berjumlah tiga orang dengan mengendarai dua sepeda motor langsung memepet korban dan menendangnya.

"Akibatnya adik saya dan rekannya langsung jatuh. Dan tanpa basa-basi, salah satu pelaku membacok adik saya menggunakan samurai dan mengenai kepalanya, sedangkan rekannya tidak mengalami apa-apa," ungkapnya.

Ketiga pelaku pun langsung melarikan diri dan membawa sepeda motor milik adiknya tersebut ke arah Pelabuhan Panjang. Berselang setengah jam, Syahroni dan rekannya langsung ditolong oleh warga sekitar untuk dibawa ke puskesmas terdekat. Akibat kejadian ini, adik dan rekannya tersebut telah melaporkan ke pihak kepolisian setempat untuk segera ditindak lanjuti.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) didampingi Kapolda Banten Brigjen Sigit Prabowo (kiri) disambut Ketua Tim Pengamanan Pelabuhan Merak AKBP Gunawan (kanan) saat meninjau arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (11/6). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Padahal, Aksi pembegalan khususnya di wilayah Lampung mendapat perhatian yang serius dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Bahkan, Kapolri menginstruksikan seluruh Kapolres di Provinsi Lampung untuk dapat memberantas pelaku pembegalan yang meresahkan masyarakat Lampung maupun para pemudik yang melintasi wilayah Lampung.

"Saya minta seluruh Kapolres dapat mengatasi kasus pembegalan ini, kalau tidak bisa atasi begal, maka Kapolresnya yang saya begal. Paham kan maksud saya," ujar Kapolri saat ditemui usai kunjungan ke areal Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan.

Kapolri melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Bakauheni, didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beserta Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek serta Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana melakukan sidak kesiapan anggotanya yang bertugas mengamankan mudik 2018.

"Kapolres semua harus buat tim khusus, tangkapin dulu mereka, kalau tidak tempel mereka, kalau masih belum bisa juga, silakan minta bantuan Kapolda untuk menurunkan anggotanya yang bersenjata guna atasi begal ini," ujar Kapolri dikutip Antara.

Selain meminta bantuan Kapolda, polisi bisa minta bantuan kepada Komandan Korem (Danrem), karena ini demi kepentingan banyak orang. "Kelompok begal-begal bisa saja ditangkap dengan cara lembut, kalau masih melawan tindak tegas," tegasnya.

Mudik naik motor

Peran Pemerintah, Menurut Kapolri, untuk memberantas kriminalitas dengan modus pembegalan bukan hanya tugas aparat kepolisian, tapi juga diperlukan peran aktif dari pemerintah dalam penanganannya.

"Pada prinsipnya pelaku kriminalitas itu, kami yang menangkap dan kemudian diproses secara hukum, tapi masih ada hal lainnya, yaitu perlu peran pemerintah untuk mengatasi ini," ujar Tito.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah harus membuka lowongan pekerjaan di setiap daerah di Provinsi Lampung. Kemungkinan kelompok begal ini merasa dipinggirkan, sehingga sangat penting peran pemerintah untuk membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat.

Operasi Ketupat Dalam rangka melayani pemudik dan menjaga keamanan saat arus mudik dan arus balik berlangsung di wilayah Lampung, Operasi Ketupat Krakatau 2018 juga digelar.

Operasi Ketupat 2018 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan serentak di Polda seluruh Indonesia selama 18 hari, mulai 7 s.d. 24 Juni 2018. Dalam Apel Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2018, di Lapangan Korpri, Pemprov Lampung, Rabu (6/6), disebutkan dari 4.792 personel yang dikerahkan berasal dari Polda Lampung sebanyak 156 personel, polres sebanyak 2.248 personel, dan instansi terkait sebanyak 2.338 personel yang tersebar di 46 pos pengamana, 16 pos pelayanan, 19 pos pantau, dan 1 pos terpadu.

Ratusan kendaraan mengantre untuk memasuki kapal di Pelabuhan Merak, Banten, (9/6). ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak mencatat 114.424 pemudik telah menyeberang dari Pelabuhan Merak (ANTARA FOTO)

Para Kapolres dan jajarannya pun giat melakukan pengamanan dan patroli di daerah hukumnya masing-masing. Misalnya, Kepolisian Resor Lampung Barat melakukan patroli di titik-titik rawan agar kenyamanan dan keamanan para pemudik dapat terjamin dan makin meningkatkan keamanan di Jalan Lintas Barat Sumatera wilayah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung ini.

Menurut Kapolres Lampung Barat Polda Lampung, AKBP Tri Suhartanto, keamanan dan kenyamanan para pemudik menjadi nomor satu karena keberadaan para petugas kepolisian untuk membantu masyarakat yang akan melakukan mudik Lebaran 2018. Selain melakukan pengamanan di jalan raya, terdapat lima posko yang telah disiapkan, seperti Pos Pinus, Sukau, Krui, Tugu Liwa, dan Pekon Mandiri.

Sementara itu, Kapolres Waykanan Polda Lampung, AKBP Doni Wahyudi, mengunjungi pos pengamanan arus mudik di Jalan Lintas Sumatera wilayah Kecamatan Way Tuba Kabupaten Waykanan, Lampung, Senin. Menurutnya, peninjauan dilaksanakan guna mengetahui kesiapsiagaan pengamanan arus mudik Lebaran 2018, sekaligus memberikan pengarahan kepada petugas pengamanan di pos pelayanan dan pos pengamanan di Kabupaten Waykanan.

"Saya ingin memastikan seluruh personel pengamanan selalu siap. Fungsi pos pengamanan ini sebagai tempat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti pengaturan lalu lintas, termasuk menjamin keamanan pada lokasi-lokasi rawan terhadap tindakan kriminal. Pos pengamanan ini jadi titik kumpulnya, kemudian mereka akan geser ke lokasi yang dituju," paparnya.

Selain pengamanan arus mudik, kelancaran arus mudik juga menjadi perhatian aparat kepolisian dan semua intansi terkait. Misalnya, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Polda Lampung melakukan pengecekan di jalur mudik dan tol yang bisa dilalui pemudik sebagai jalur alternatif saat terjadi kemacetan di lintas tengah dan timur Sumatera wilayah Lampung. Pengecekan jalur itu dipimpin oleh Direktur Pam Obvit Kombes Pol Prabowo, dimulai dari pos lalu lintas Tegineneng Kabupaten Pesawaran yang menjadi langganan macet saat arus mudik berlangsung.

Aparat kepolisian dan semua pihak terkait sudah berusaha maksimal memberikan keamanan dan kenyamanan kepada para pemudik, namun jangan sampai terulang kembali pembegalan yang akan merusak kesuksesan pelaksanaan arus mudik dan arus balik. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH