Kapolres Tapanuli Tengah Bantah Laporkan Aktivis Ravio Patra Ravio Patra. Foto: FACEBOOK RAVIO PUTRA

MerahPutih.com - Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Marisi Silaen mengaku tak pernah membuat laporan secara resmi atas kasus yang menimpa aktivis Ravio Patra.

Horas mengaku hanya memberikan informasi kepada pihak Polda Metro Jaya terkait adanya pesan yang dinilai membuat resah warga dari nomor yang diduga milik Ravio.

Baca Juga:

Laporan Peretasan HP Ravio Patra Masih Lidik, Polisi Langsung Bentuk Tim

Mengenai hal itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan, pihak yang membuat laporan secara resmi bukan Horas.

"(Laporan secara resmi yang buat) orang lain," kata Suyudi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (29/4).

Kasubdit Keamanan Negara (Kamneg) Polda Metro Jaya AKBP Dwiasih Wiyatputera menyampaikan hal yang senada dengan Suyudi, bukan AKBP Horas yang membuat laporan secara resmi.

"Kapolres (Tapanuli Utara) tidak pernah membuat laporan (resmi). Hanya melapor adanya WA tersebut ke penyidik," jelas Dwiasih.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto (Foto: antaranews)
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto (Foto: antaranews)

Ia pun mengungkapkan, meski bukan Kapores Tapanuli Utara yang membuat laporan secara resmi, pihak pembuatnya masih seorang anggota Polri.

"Yang membuat laporan anggota Polri, berdasarkan laporan-laporan dari beberapa orang," ujarnya.

Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. "Masih (pemeriksaan) saksi," tutup Suyudi.

Sebelumnya, nama Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Marisi Silaen disebut oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto sebagai salah satu pelapor aktivis Ravio Patra atas tuduhan menyebarkan pesan menghasut dan memprovokasi.

Horas membantah telah membuat laporan secara resmi ke Polda Metro Jaya.

Baca Juga:

Akhirnya, Ravio Patra Lapor Dugaan Peretasan Akun WhatsApp-nya ke Polisi

Menurutnya, dia hanya memberitahukan adanya pesan yang diduga berisi provokasi dan membuat resah warga.

"Memberitahukan terkait dengan WA yang beredar itu ke Polda Metro Jaya benar," kata Horas kepada wartawan, Selasa (28/4).

Dia membeberkan awal mula memberitahukan isi pesan tersebut ke Polda Metro Jaya.

Horas lebih dulu mendapatkan laporan dari Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan soal adanya pesan melalui WhatsApp kepadanya yang dinilai dapat meresahkan warga.

"Jadi dari situ beliau meminta saya untuk mengecek, ini kan sudah meresahkan masyarakat ya wajar dong, mau ngasih tahu kita kan sebagai kepolisian. Sudah lapor polisi, saya cek lah," jelasnya. (Knu)

Baca Juga:

Ravio: Kalian Tidak Bisa Menangkap Saya di Mobil Diplomasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Belajar Online Tidak Maksimal, Ma'ruf Amin: Harus Ada Tatap Muka
Indonesia
Belajar Online Tidak Maksimal, Ma'ruf Amin: Harus Ada Tatap Muka

Pertimbangan pembukaan kembali sekolah tersebut juga harus menerapkan protokol kesehatan

Jawa Timur dan Jakarta Terjadi Lonjakan Besar Penambahan Kasus COVID-19
Indonesia
Jawa Timur dan Jakarta Terjadi Lonjakan Besar Penambahan Kasus COVID-19

DKI Jakarta melaporkan kasus baru sebanyak 357 orang positif virus corona dan 147 pasien sembuh.

Indonesia Terancam Resesi Ekonomi Gegara COVID-19
Indonesia
Indonesia Terancam Resesi Ekonomi Gegara COVID-19

Hal ini disebabkan UMKM menjadi tulang punggung ekonomi karena mampu menyerap 97% dari total tenaga kerja nasional

Indonesia Harus Fokus Kembangkan Vaksin COVID-19 Dalam Negeri
Indonesia
Indonesia Harus Fokus Kembangkan Vaksin COVID-19 Dalam Negeri

Saat ini Bio Farma sedang melakukan penelitian uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac. Penelitian ini masuk tahap 3 atau tahap akhir. Penelitian ini akan selesai pada Desember 2020.

MPR Sebut Kasus Rasialis di Amerika Mustahil Terjadi di Indonesia, Ini Alasannya
Indonesia
MPR Sebut Kasus Rasialis di Amerika Mustahil Terjadi di Indonesia, Ini Alasannya

Papua sebagai provinsi paling timur Indonesia itu bahkan mendapat keistimewaan.

Sasar Usia Produktif, Angka Kematian akibat COVID-19 di Indonesia Tergolong Tinggi
Indonesia
Sasar Usia Produktif, Angka Kematian akibat COVID-19 di Indonesia Tergolong Tinggi

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengakui kasus meninggal akibat virus corona di Indonesia melampaui rata-rata dunia.

 Ramai-Ramai Fenomena Dukhan, MUI: Soal Waktu Kiamat Hanya Allah yang Tahu
Indonesia
Ramai-Ramai Fenomena Dukhan, MUI: Soal Waktu Kiamat Hanya Allah yang Tahu

Menurut Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas, fenomena dukhan sejatinya tidak dapat dibenarkan sebab soal waktu kiamat hanya Allah SWT yang tahu.

 Calon Penumpang Bisa Ikut Rapid Test di Bandara YIA
Indonesia
Calon Penumpang Bisa Ikut Rapid Test di Bandara YIA

Rapid test disiapkan bagi calon penumpang yang belum melampirkan surat keterangan sehat.

Ini Kata Rahayu Saraswati Setelah Ditunjuk Jadi Waketum Gerindra
Indonesia
Ini Kata Rahayu Saraswati Setelah Ditunjuk Jadi Waketum Gerindra

Keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini memastikan dirinya siap mengemban amanah yang diberikan.

'The New Normal' Dinilai Untungkan Indonesia dari Sektor Ekonomi
Indonesia
'The New Normal' Dinilai Untungkan Indonesia dari Sektor Ekonomi

Kebutuhan utama masyarakat dunia kini telah berubah