Kapolres Jakbar: Sebentar Lagi Imam Besar Hadir, Jangan Menyalakan Petasan Massa pendukung Rizieq Shihab memadati jalan tikungan Jalan Letjen S Parman menuju Jalan KS Tubun (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru meminta massa Front Pembela Islam (FPI) yang menanti di sepanjang tikungan Jalan Letjen S Parman menuju Jalan KS Tubun, tidak membakar petasan atau kembang api saat menyambut kepulangan pimpinan FPI Rizieq Shihab.

"Sebentar lagi Imam besar hadir, jadi tolong dibuka jalan, laskar dibantu pengamanan jangan ada yang menyalakan petasan biar beliau bisa lewat dengan aman dan nyaman tanpa terganggu," ujar Audie di Jakarta, Selasa (10/11).

Baca Juga

Rizieq Bisa Ajukan Praperadilan Jika Tidak Terima Kasus Hukumnya Dibuka Kembali

Dandim 0503/JB Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki meminta massa agar tetap menjaga ketertiban, dan membuka jalan untuk pengendara yang melintas dari Jalan Letjen S Parman menuju ke arah Pejompongan.

"Saya minta tolong kepada saudara saya untuk jaga ketertiban. Mari kita sama-sama jaga keamanan, agar jalan yang dilalui imam besar supaya lancar," tegas Dadang.

Imbauan itu disanggupi massa yang berada di sekitaran Jalan Letjen S Parman, kemudian mereka kembali melantunkan shalawat.

Sebelumnya, massa simpatisan Rizieq Shihab mulai membakar petasan ketika suara sirene ambulans mendekati kawasan Slipi mengarah ke Petamburan, Palmerah, Jakarta Barat.

Salah seorang simptisan meneriaki agar massa yang ada di sana membuka jalan jangan menghalangi laju kendaraan mobil ambulans.

Baca Juga

Pengamanan Kedatangan Rizieq Shihab Tidak Perlu Berlebihan

Sementara massa mengira suara sirine tersebut adalah mobil yang membawa Rizieq, dan ketika mendekat ternyata ambulans jenazah.

Kemudian petasan yang digunakan untuk menyambut kedatangan Rizieq habis terbakar. Bahkan ada juga yang membakar 'flare gun' berwarna merah sebagai penanda kehadiran Rizieq. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jumlah Penumpang KRL Turun 7,1 Persen Selama Ramadan
Indonesia
Jumlah Penumpang KRL Turun 7,1 Persen Selama Ramadan

Selama bulan Ramadan, jumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) mengalami penurunan 7,1 persen.

Menkes Minta Maaf Beri Nilai E soal Penanganan Corona di DKI
Indonesia
Menkes Minta Maaf Beri Nilai E soal Penanganan Corona di DKI

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin meminta maaf terkait nilai E yang disematkan kepada Pemprov DKI Jakarta terkait penanganan Corona.

Pembantaian Satu Keluarga di Sigi Bukti Negara Tak Hadir Melindungi Warga
Indonesia
Pembantaian Satu Keluarga di Sigi Bukti Negara Tak Hadir Melindungi Warga

"Kelompok MIT ini sudah beberapa kali melakukan aksi teror dengan memenggal kepala orang yang dianggap sebagai musuh," jelas Stanislaus

Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Lemhannas
Indonesia
Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Lemhannas

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri meresmikan patung Bung Karno di depan kantor Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).

Finalisasi RUU PKS, Aktivis Perempuan Ingin Pertegas Kehadiran Negara
Indonesia
Finalisasi RUU PKS, Aktivis Perempuan Ingin Pertegas Kehadiran Negara

Jaringan Koalisi juga mengusulkan agar unsur-unsur tindak pidana kekerasan seksual dalam RUU ini lebih detail

Terima BLT Rp1,2 Juta, Karyawati Ingin Beli Sepeda dan Make Up
Indonesia
Terima BLT Rp1,2 Juta, Karyawati Ingin Beli Sepeda dan Make Up

"Wah menarik (tuh beli sepeda)," ungkap wanita yang bertempat tinggal di Tangerang Selatan ini.

HUT Jakarta, Anies Ajak Semua Pihak Bangkitkan Ekonomi DKI
Indonesia
HUT Jakarta, Anies Ajak Semua Pihak Bangkitkan Ekonomi DKI

Melalui imunitas kolektif lewat vaksinasi dan infeksi, Jakarta akan bangkit

Ini Alasan Nurhadi Hantam Anak Buah Firli Bahuri
Indonesia
Ini Alasan Nurhadi Hantam Anak Buah Firli Bahuri

Petugas Rutan sudah melaporkan Nurhadi ke polisi

Pejabat Kemensos Diciduk KPK
Indonesia
Pejabat Kemensos Diciduk KPK

Penangkapakan terhadap pejabat pembuat komitmen di Kemensos, tersebut terkait dugaan korupsi bantuan sosial COVID-19.

DPRD Solo Soroti Rendahnya Partisipasi Siswa saat Pembelajaran Tatap Muka
Indonesia
DPRD Solo Soroti Rendahnya Partisipasi Siswa saat Pembelajaran Tatap Muka

"Kami memantau sendiri di lapangan terkait PTM di SMPN 3 dan SMPN 4 Solo. Ternyata terdapat kursi kosong, siswa tidak semuanya datang ke sekolah," kata Putut, Rabu (24/3).