Kapolres Jakarta Pusat Tak Segan Hajar Preman yang Bikin Resah Warga Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Aksi premanisme belakangan mulai menghantui masyarakat. Modusnya, mereka mengancam dan menduduki lahan tempat warga.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya akan menghajar preman-preman yang bikin warga ketakutan dan resah.

Baca Juga

Kapolres Jakarta Pusat Minta Ormas Ikut Jaga Keamanan dan Ketertiban saat Pandemi

"Premanisme tidak ada tempat di Jakarta Pusat. Coba-coba melakukan premanisme di Jakpus akan kami sikat," kata Hengki kepada wartawan, Kamis (18/3).

Hengki yang pernah dua kali menangkap preman kelas kakap, Hercules di Jakarta Barat ini menambahkan, aksi premanisme sangat merugikan warga. Apalagi, mereka tak segan melanggar hukum demi mencapai ambisi pribadi maupun orang yang membayarnya.

"Karena ini sangat merugikan apalagi kaitannya dengan cara-cara yang melanggar hukum. Apakah kaitannya dengan mafia tanah dan lain sebagainya," sebut mantan Kapolres Jakarta Barat ini.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi. Foto: MP/Kanu

Bukan hanya preman lapangannya saja, Hengki juga bakal menangkap siapapun yang kerap memakai 'tenaga' preman untuk kepentingan pribadi.

"Kami akan kejar bukan hanya pelaku di lapangan, tapi siapapun yang dibelakang itu, dalam hal ini menyuruh melakukan. Situasi masyarakat kita sekarang ini sudah kurang kondusif apalagi diganggu dengan premanisme," tambah Hengki.

Bahkan, lulusan AKPOL 1996 ini tak segan menjerat pelaku dengan hukuman tegas agar mereka kapok.

"Kami akan menciptaka efek deterens, efek jera, baik spesialis buat para pelaku maupun secara generalis masyarakat luas agar tidak melakukan aksi premanisme," terang Hengki.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat berkomitmen memberantas kelompok preman yang disewa oleh mafia tanah untuk mengintimidasi warga.

Salah satu kasus yang tengah diusut adalah penyerobotan lahan di Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat.

Sebanyak 27 orang preman dari dua kelompok berbeda mencoba menguasai lahan milik warga di Jalan Bungur Besar Raya diduga terlibat.

Delapan orang di antaranya telah ditangkap dan menyandang status sebagai tersangka. Salah seorangnya yakni AD berprofesi sebagai penasihat hukum.

Sementara sisanya adalah preman yang dibayar Rp150 ribu per-orang setiap harinya oleh penasihat hukum inisial AD untuk menguasai lahan.

Dalam menjalankan aksinya, sekelompok preman membawa surat kuasa dari orang yang mengaku sebagai pemilik lahan. Mereka menyambangi lokasi dan mengintimidasi penghuni lahan. (Knu)

Baca Juga

Polres Metro Jakarta Pusat Bentuk Relawan RT Awasi Pelanggar Protokol Kesehatan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
MUI Sebut Virus Punya Sifat Mutasi, Penyebarannya Hanya Masalah Waktu
Indonesia
MUI Sebut Virus Punya Sifat Mutasi, Penyebarannya Hanya Masalah Waktu

Harus yakin dengan berserah diri hanya pada Allah SWT

Setelah Lebaran, Jokowi Temui Elon Musk di Markas SpaceX
Indonesia
Setelah Lebaran, Jokowi Temui Elon Musk di Markas SpaceX

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Kepala Negara dijadwalkan bertemu pendiri Tesla pada 14 Mei mendatang.

Sidang Kasus Bansos, Sespri Juliari Dicecar Soal Sewa Private Jet USD18 Ribu
Indonesia
Sidang Kasus Bansos, Sespri Juliari Dicecar Soal Sewa Private Jet USD18 Ribu

Selvy hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek dengan terdakwa Juliari Batubara di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (19).

[HOAKS atau FAKTA]: Pelaku Perkosaan Santri di Bandung, Babak Belur di Penjara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pelaku Perkosaan Santri di Bandung, Babak Belur di Penjara

Saat ini, Herry Wirawan ditahan di Rutan Kelas 1A Kebon Waru Bandung.

[HOAKS atau FAKTA]: Formula E Bikin APBD Ludes
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Formula E Bikin APBD Ludes

Hingga 12 Januari, tercatat yang habis adalah tiket dengan kategori VIP Hospitality Suites Premiere Class seharga Rp 15 juta sebanyak 900 tiket.

Besok, Presiden Jokowi Lepas Tim Indonesia untuk SEA Games 2021
Indonesia
Besok, Presiden Jokowi Lepas Tim Indonesia untuk SEA Games 2021

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan melepas Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2021. Acara tersebut akan digelar di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (9/5).

Kasus Penimbunan Obat COVID-19, Dirut PT ASA Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun
Indonesia
Kasus Penimbunan Obat COVID-19, Dirut PT ASA Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun

Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat memeriksa Direktur Utama PT ASA berinisial Y dalam kasus penimbunan obat COVID-19

Anggota DPR Agung Widyantoro Tepis Kabar Ditangkap Polisi karena Narkoba
Indonesia
Anggota DPR Agung Widyantoro Tepis Kabar Ditangkap Polisi karena Narkoba

Anggota Komisi II DPR RI Agung Widyantoro dikabarkan ditangkap aparat Polres Metro Jakarta Barat karena terlibat kasus narkoba pada Jumat (7/4) dini hari.

[HOAKS atau FAKTA]: Warga Diminta Isi Bensin Penuh Tangki karena Karyawan Pertamina Mogok
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Warga Diminta Isi Bensin Penuh Tangki karena Karyawan Pertamina Mogok

Beredar pesan berantai di aplikasi WhatsApp berisi imbauan kepada masyarakat untuk mengisi penuh tangki bensin baik mobil maupun motor mulai 27 Desember 2021.

Mulai Besok, Wilayah Ini Tidak Bisa Terima Siaran TV Analog
Indonesia
Mulai Besok, Wilayah Ini Tidak Bisa Terima Siaran TV Analog

Penghentian siaran televisi analog Tahap I, menurut Johnny, akan dimulai dari tiga wilayah siaran yang berada di 3 provinsi serta 8 kabupaten dan kota.