Kapolda Tak Bisa Pastikan Nasib Delapan Pekerja Trans Papua yang Sempat Larikan DIri Kapolda Papua, Irjen Martuani Sormin (tribratanews)

Merahputih.com - Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin mengaku belum dapat memastikan keberadaan delapan warga sipil yang melarikan diri dan diselamatkan keluarga tokoh masyarakat Nduga.

Saat insiden pembunuhan terhadap karyawan PT Istaka Karya dilaporkan ada delapan warga yang merupakan pekerja atau tukang diamankan warga dan dibawa keluar Distrik Yall.

"Kami belum mengetahui dengan pasti nasib delapan orang itu, karena dari laporan awal mereka sudah diamankan keluarga tokoh masyarakat," kata Martuani, Kamis (6/12).

Mantan Kadiv Propam itu mengatakan, selain nasib delapan warga aparat keamanan juga masih mencari karyawan PT Istaka karena pada saat insiden penyerangan jumlah mereka tercatat 25 orang.

kapolda papua
Kapolda Papua, Irjen Martuani Sormin (Tribratanews)

Letak geografi kawasan itu menyulitkan melakukan pencarian dan evakuasi. Ia mencontohkan untuk mencapai dan menguasai Yigi membutuhkan waktu dua hari karena lokasi dan kontak senjata dengan kkb. "Setelah evakuasi jenasah karyawan PT.Istaka, kami akan melusuri keberadaan mereka," kata Martuani

Pembunuhan terhadap karyawan PT.Istaka berawal dari informasi yang diberikan Pdt. Wilhelminus Kogoya yang merupakan pendeta di Distrik Yall, melalui radio komunikasi (ssb) yang melaporkan terjadi pembunuhan terhadap 24 orang tukang di Kali Yigi dan Aurak.

Selain itu ada dua orang melarikan diri kearah Mbua dan delapan orang lainnya diselamatkan keluarga Alimi Gwijangge yang menjabat Waket DPRD Nduga dan dibawa lari ke Distrik Koroptak.

Pdt Kogoya juga menginformasikan pembunuhan itu dilakukan karena kkb marah setelah mengetahui salah satu korban terlihat mengambil foto saat kkb melakukan upacara memperingati Hut OPM, Sabtu (1/12). (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH