Kapolda Metro Pastikan Antisipasi Kemungkinan Terburuk, Termasuk Penjarahan Akibat COVID-19 Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana (kanan). (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana memastikan bahwa pihaknya bersama TNI maupun pemerintah daerah telah siap menghadapi kemungkinan terburuk terkait kamtibmas, sebagai dampak wabah COVID-19 jika terjadi berlarut-larut.

Baca Juga:

Mudik Lebaran Harus Distop, Pengamat: Kalau Tidak, Pandemi Corona Kian Meluas

“Kami terus ikuti perkembangan situasi akibat wabah corona ini. Kita punya fungsi intelijen, TNI juga punya, serta dari rekan aparat pemda,” kata Nana kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (27/3).

Selain itu, kata Nana, pihaknya sudah melakukan pemetaan wilayah yang dianggap rawan terjadi dampak terburuk akibat wabah corona, seperti panic buying.

“Kami sudah lakukan upaya pemetaan termasuk apa yang kita lakukan dalam menghadapi permasalahan tersebut, bila menghadapi itu. Ada rencana kontinjensi dari Polda, TNI dan pemda untuk menangani permasalahan tersebut,” kata Nana.

Ke depan, kata Nana, pihaknya akan terus berupaya menjaga kamtibmas agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman di tengah mewabahnya virus corona.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana (kanan). (Foto: MP/Kanugrahan)
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana. (Foto: MP/Kanugrahan)

Menurut Nana, Polda Metro bersama TNI dan aparat pemda sudah melakukan latihan untuk menghadapi situasi terburuk yang mungkin terjadi.

“Kita sudah melakukan latihan-latihan dan simulasi dengan cara kita menutup atau yang disebut sistem pengamanan kota (sispamkota), ini terus kita lakukan dengan pelatihan dan simulasi,” kata Nana.

Namun, Nana berharap hal terburuk itu tidak terjadi terutama di Jakarta.

“Kita berharap kemudian, tidak sampai terjadi panic buying dan yang lainnya di masyarakat,” kata Nana.

Saat ditanya wartawan apakah pihaknya juga mengantisipasi potensi kerusuhan dan panjarahan akibat Covid-19, Nana pun membernarkan. “Iya (akan kami antisipasi),” jawab Nana.

Situs resmi penanganan virus corona baru Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta corona.jakarta.go.id? merilis adanya peningkatan jumlah pasien positif COVID-19, Jumat (27/3). Hingga pukul 14.37 WIB tercatat sebanyak 524 orang menderita virus corona di ibu kota.

Dari total jumlah itu, 320 orang pasien masih menjalani perawatan medis di rumah sakit dan 51 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga:

Jubir Corona Singgung Anak Muda Sebagai Biang Tertularnya Virus Corona ke Orang Tua

Sementara yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 31 orang, kemudian 122 orang sisanya tengah menjalani isolasi secara mandiri.

Data tersebut juga mencatat, sebanyak 500 warga lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium.

Lalu untuk wilayah persebaran kasus positif virus corona di Jakarta terdapat pada 339 titik kelurahan, sisanya sebanyak 185 kasus positif belum diketahui titik persebarannya.

Lebih lanjut, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat berjumlah sebanyak 916 orang. Sebanyak 609 orang di antaranya masih menjalani perawatan medis, kemudian 307 orang lainnya telah dinyatakan sehat dan telah diperbolehkan pulang .

Untuk orang dalam pemantauan (ODP) totalnya mencapai 1.895 orang. Diantara total tersebut, 468 orang masih berstatus dipantau, sisanya sebanyak 1.427 orang telah selesai menjalani ODP. (Knu)

Baca Juga:

Putus Mata Rantai COVID-19, Si Kaya Diminta Lindungi yang Miskin


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH