Kapolda Metro Minta Buruh dan Mahasiswa Batalkan Demo UU Ciptaker Besok Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana (tengah) memberikan keterangan pers kepada media di Mako Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2020). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

MerahPutih.com - Buruh dan mahasiswa berencana melakukan aksi demo kembali tentang UU Ciptaker di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10). Selain itu, rencanan demo juga bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengatakan, polisi memang sudah menerima pemberitahuan itu, hanya saja polisi tak mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STPP) demo itu. Pasalnya, Jakarta ini masih cukup tinggi penyebaran COVID-19 dan masuk kategori zona merah.

"Jangan sampai saat demo tertular lalu pulang ke rumah menularkan keluarga di rumah, sayangilah keluarga," ujarnya pada wartawan, Senin (19/10).

Baca Juga

Setahun Jokowi-Ma'ruf, 5 Ribu Mahasiswa Bakal Kepung Istana

Namun begitu, kata dia, polisi tentunya siap melakukan pengawalan dan pengamanan aksi demo tersebut dibantu oleh TNI. Hanya saja, dia harapkan masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan sehingga tak terjadi klaster baru.

"Sebagaimana kemarin (demo) saja, saat dirapid test yang diamankan, pertama ada 36 yang reaktif, kedua 47 reaktif. Jadi, cukup banyak OTG-OTG ini sehingga kalau mau aksi harus dipikirkan ini," tuturnya.

Adapun masyarakat yang tetap ngotot hendak demo ke lapangan, tambahnya, masyarakat diminta tetap tertib sesuai aturan dan melakukan aksinya secara damai tanpa ada anarkisme.

Polisi juga bakal berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan sekolahan guna mengantisipasi pelajar yang mau ikut-ikutan demo.

"Kami harapkan semua pihak melakukan pengawasan jangan sampai pelajar ini ikut demo dan melakukan anarkisme. Kami juga akan terus berupaya mengamankan agar pelajar ini tak bergabung dengan pendemo," katanya.

Nana sudah mengidentifikasi penggerak penyusup demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law di Ibukota dan sekitar pada 8 dan 13 Oktober 2020 lalu.

"Ya kami sampaikan penggerak pelajar ataupun dari SMK, SMP, bahkan sampai SD ada beberapa yang sudah kami identifikasi ada beberapa dan terus kita lakukan penyelidikan," ucap Nana.

Namun, dirinya belum mau membeberkan siapa dalangnya. Nana mengaku pihaknya masih menyelidiki dan mengejar dalang ini. Sehingga apabila dibeberkan akan mengganggu proses. Untuk itu, polisi minta bersabar.

Baca Juga

Polisi Tetapkan 131 Demonstran Jadi Tersangka

"Saat ini penggerak (aksi rusuh), kemudian kemarin banyaknya pelajar yang aksi kita kejar terhadap penggerak aksi (rusuh)," kata dia. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jadi Episentrum COVID-19, Jakarta Diminta Segera Dilockdown
Indonesia
Jadi Episentrum COVID-19, Jakarta Diminta Segera Dilockdown

Pemerintah harus memperhatikan rakyat kecil

Mentan Ingin Jadikan Malang Sentra Bibit Unggul Alpukat
Indonesia
Mentan Ingin Jadikan Malang Sentra Bibit Unggul Alpukat

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo berkeinginan menjadikan Kabupaten Malang menjadi sentra pengembangan bibit unggul buah alpukat.

 Cegah Kepanikan, Pemerintah Tak Akan Buka Proses Tracing Penderita Corona
Indonesia
Cegah Kepanikan, Pemerintah Tak Akan Buka Proses Tracing Penderita Corona

Pasalnya, menurut dia kalau hasil penelusuran kontak dibuka ke publik maka orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan penderita corona akan kabur.

Brimob Viral yang Lempar Kucing ke Parit Segera Diperiksa Propam
Indonesia
Brimob Viral yang Lempar Kucing ke Parit Segera Diperiksa Propam

Personel itu melanggar Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri

Aktivis Ravio Patra Ditangkap Polisi Setelah Akun WhatsAppnya Diduga Diretas
Indonesia
Aktivis Ravio Patra Ditangkap Polisi Setelah Akun WhatsAppnya Diduga Diretas

Ravio diketahui sempat mengkritik Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar

Garuda Tertolong Perjalanan Domestik
Indonesia
Garuda Tertolong Perjalanan Domestik

Garuda masih tertolong penerbangan domestik dibandingkan internasional karena ada berbagai perbatasan atau travel restrictions di beberapa negara yang menyebabkan penghentian sementara operasional

Periksa Hotma Sitompul, KPK Dalami Pembayaran Fee Lawyer Tersangka Suap Bansos
Indonesia
Periksa Hotma Sitompul, KPK Dalami Pembayaran Fee Lawyer Tersangka Suap Bansos

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa advokat Hotma Sitompul sebagai saksi kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek.

Suhu Bumi Makin Panas, Kekeringan Ancam Indonesia
Indonesia
Suhu Bumi Makin Panas, Kekeringan Ancam Indonesia

Rata-rata kenaikan suhu global naik sekitar 1 derajat celcius tiap tahunnya. Bahkan ada peluang naik hingga 20 persen atau sekitar 1,5 derajat.

 [HOAKS atau FAKTA]: Semua Pasien Positif Corona di Padang Sembuh
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Semua Pasien Positif Corona di Padang Sembuh

"Hari ini ada dua penambahan kasus positif sehingga total semuanya menjadi 50 orang, satu orang beraktivitas di Pasar Raya Padang," kata Mahyeldi di Padang, Selasa (21/4) melalui konferensi video.

Transaksi Belanja Online Pasar Beringharjo Mulai Menggeliat
Indonesia
Transaksi Belanja Online Pasar Beringharjo Mulai Menggeliat

Produk yang paling banyak diminati masyarakat selama pandemi COVID-19 yaitu pakaian rumah untuk perempuan.