Kapolda Metro Jaya Luncurkan Aplikasi Aduan Kejahatan Jalanan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran saat ditemui di Kodam Jaya, Jakarta, Kamis (1/9/2022). ANTARA/Yogi Rachman

MerahPutih.com - Masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya bakal makin dimudahkan untuk melaporkan segala tindak kejahatan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran pun meluncurkan aplikasi Ada Polisi yang bisa di-download di ponsel.

Aplikasi ini diklaim untuk menjawab keluhan atau keresahan masyarakat terkait gangguan kamtibmas di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga:

Polda Metro Awasi Lokasi Nobar Piala Dunia

Menurut Fadil, aplikasi Ada Polisi berorientasi pada pencegahan, terkhusus kejahatan jalanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Aksi nyata di lapangan tetap diperlukan," ungkap Fadil di sela peluncuran di Polda Metro Jaya, Kamis (17/11).

Fadil menjelaskan, nantinya masyarakat bisa mengadukan keluhan yang ada melalui aplikasi Ada Polisi.

Menurut dia, hadirnya aplikasi ini tentunya mempermudah pengaduan terkait kejahatan maupun permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.

"Dengan aplikasi Ada Polisi ini, sarana mempermudah mencapai tujuan tanpa melewatkan interaksi," ujar pria penggemar olahraga sepak bola dan bulu tangkis ini.

Fadil juga menyebut meskipun kejahatan yang disasar dalam aplikasi ini merupakan kejahatan jalanan, namun nantinya diharapkan bisa ada perluasan. Termasuk menerima aduan terkait kejahatan narkoba.

"Nanti bisa yang lain seperti narkoba atau apa sesuai spesifikasi wilayah tersebut," tutur lulusan AKPOL 1991 ini.

Baca Juga:

Polda Metro Terima Hibah 70 Kamera ETLE dari Pemprov DKI Jakarta

Pada kesempatan yang sama, Fadil menekankan pentingnya soliditas dalam mencegah dan mengantisipasi berbagai gangguan kamtibmas di Jakarta dan sekitarnya.

"Kita kompak kita solid apa pun bisa kita hadapi. Tapi kalau kita sudah tidak solid, rukun, wassalam deh (kejahatan)," terangnya.

Fadil juga menjelaskan, tidak semua persoalan masyarakat harus diselesaikan melalui jalur hukum.

Namun, yang terpenting warga ikut guyub dan rukun dalam menjaga situasi kamtibmas Jakarta yang kondusif.

"Kalau kita hanya berorientasi pada penegakan hukum, maka ini tidak akan selesai," tutup mantan Kapolres Jakarta Barat dan Kapolda Jawa Timur ini. (Knu)

Baca Juga:

Kapolda Metro Instruksikan Jajarannya Utamakan Pencegahan saat Tangani Massa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Pecat Hakim MK, Ketua Komisi III: Dasar Hukumnya Bisa Dicari
Indonesia
DPR Pecat Hakim MK, Ketua Komisi III: Dasar Hukumnya Bisa Dicari

Pencopotan Aswanto sebagai hakim konstitusi oleh DPR RI menimbulkan tanda tanya.

Ridwan Kamil Bakal Cegat Pemudik Yang Belum Divaksin
Indonesia
Ridwan Kamil Bakal Cegat Pemudik Yang Belum Divaksin

Langkah tersebut merupakan upaya Pemda Provinsi Jawa Barat, untuk menjaga warga yang mudik tetap sehat dan tidak menularkan kepada keluarganya.

Pidato Lengkap Puan Maharani di Hadapan Jokowi saat Sidang Tahunan MPR 2022
Indonesia
Pidato Lengkap Puan Maharani di Hadapan Jokowi saat Sidang Tahunan MPR 2022

Dalam pidatonya Puan menyampaikan berbagai hal tentang Indonesia sekaligus mengajak kebersamaan dalam memperkokoh Indonesia.

Survei Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Jokowi Sentuh Angka Tertinggi Sejak 2015
Indonesia
Survei Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Jokowi Sentuh Angka Tertinggi Sejak 2015

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi kini berada di angka 76,2 persen

Amien Rais Bicara Kriteria Capres Pengganti Jokowi
Indonesia
Amien Rais Bicara Kriteria Capres Pengganti Jokowi

Menurutnya, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh sosok idaman tersebut

Pertempuran Pecah di Ibu Kota Ukraina Kiev
Indonesia
Pertempuran Pecah di Ibu Kota Ukraina Kiev

Serangan Rusia di Kiev pada Selasa (15/3) menewaskan sedikitnya dua orang. Demikian pernyataan dari pihak berwenang Ukraina.

Demokrat: Sebaiknya Para Penghamba Kekuasaan Hentikan Wacana Tunda Pemilu 2024
Indonesia
Demokrat: Sebaiknya Para Penghamba Kekuasaan Hentikan Wacana Tunda Pemilu 2024

"Sebaiknya para penghamba kekuasaan menghentikan rencana jahat menggerogoti demokrasi Indonesia tercinta ini," lanjutnya.

Eks Menkes Terawan Dipecat dari Keanggotaan IDI
Indonesia
Eks Menkes Terawan Dipecat dari Keanggotaan IDI

Pemberhentian Terawan merujuk pada keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI.

Ribuan Kader Bakal Antar Prima Daftar ke KPU
Indonesia
Ribuan Kader Bakal Antar Prima Daftar ke KPU

Prima siapkan 780.000 basis data untuk dikirim melalui dari ke Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) KPU RI.

Harga Beberapa Bahan Pokok Naik Jelang Natal
Indonesia
Harga Beberapa Bahan Pokok Naik Jelang Natal

Harga tertinggi terjadi di Pasar Mayestik dibanderol Rp 33 ribu dan terendah di Pasar Mampang Prapatan Rp 30.000 per kg.