Kapolda Metro Diminta Usut Tuntas Mafia Kasus yang Seret Sesjamdatun Chaerul Amir Kapolda Metro Jaya Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Senin (12/4). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Perkara dugaan mafia kasus yang menyerat Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Sesjamdatun) Chaerul Amir perlu dilakukan pengembangan. Aparat harus tegas menindaklanjuti kasus penipuan modus penangguhan penahanan ini.

"Jika ada perbuatan yang terbukti memenuhi unsur pertanggungjawaban yang lain, maka tentunya sanksi tidak sekadar pencopotan," kata Pakar hukum pidana Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad di Jakarta, Minggu (2/5).

Baca Juga

Jaksa Agung Copot Sekretaris JAM-Datun Kejagung

Suparji mengatakan pihak-pihak lain yang terlibat dalam masalah itu perlu diungkap. Namun, lanjutnya, jika tidak ditemukan perbuatan yang memenuhi unsur untuk diterapkan sanski lain, maka pencopotan dari jabatan struktural sudah proposional.

Hanya saja dalam pemeriksaan terbukti pelanggaran etik penyalahgunaan wewenang pada Sesjamdatun. Apalagi Natalia Rusli saat diperiksa di ruang Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) sudah mengakui menerima Rp550 juta dari Korban SK untuk penangguhan penahanan.

Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Sesjamdatun) Chaerul Amir

Sudah sepantasnya penyidik Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya segera memproses Natalia Rusli untuk memberi efek jera.

"Sangat memalukan aparat penegak hukum oknum lawyer dan jaksa yang justru malah mencelakakan korban. Kejaksaan sudah tegas dan menjatuhkan hukuman kepada Sesjamdatun. Kepolisian tunggu apalagi? Kapolda segera perintahkan penyidik agar segera tangkap dan tahan Oknum-oknum yang terlibat. Sangat memalukan Negara Indonesia," tegasnya

Sementara itu, kepala Humas dan media, LQ Indonesia Lawfirm, Sugi menuturkan sudah seharusnya pihak Polda Metro Jaya segera usut kasus dugaan penipuan ini Jangan cuma Sesjamdatun yang dikenakan hukuman etik.

"Natalia Rusli ini biangnya yang memiliki niat dan kesengajaan menipu korban SK." ujarnya

Dalam melancarkan aksi dugaan penipuannya itu, Natalia Rusli mencatut nama Kapolri, Jaksa Agung, Jampidum, kejati Jatim dan bahkan Kapolda Metro Jaya. Untuk membuktikan bahwa aparat kepolisian bersih, diharapkan Polda Metro Jaya dibawah Subdit Kamneg segera merampungkan proaes pemeriksaan dan menetapkan Natalia Rusli sebagai Tersangka dugaan penipuan agar bisa di proses ke pengadilan.

"Jangan biarkan Natalia Rusli merusak nama institusi Kepolisian. Institusi Kejaksaan saja langsung bertindak tegas, diharapkan kepolisian dapat tegas dan segera memproses kedua aduan' LP # 1860 /IV/ YAN 2.5 /2021/ SPKT PMJ Tanggal 7 April 2021dan LP No 1671/ III/ YAN 2.5/2021 SPKT PMJ Tanggal 26 Maret 2021." ujar LQ Indonesia Lawfirm, Jaka Maulana. (Asp)

Baca Juga

Kapolri Diminta Usut Penipuan Bermodus Penangguhan Penahanan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rektor UI Rangkap Jabatan Komisaris, Ombudsman: Malaadministrasi
Indonesia
Rektor UI Rangkap Jabatan Komisaris, Ombudsman: Malaadministrasi

Ombudsman Republik Indonesia menyatakan Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro telah melakukan malaadministrasi.

Pemprov DKI Pastikan Pembangunan Reklamasi Telah Dihentikan
Indonesia
Pemprov DKI Pastikan Pembangunan Reklamasi Telah Dihentikan

Pemprov DKI juga telah memenangkan sebagian besar gugatan dari pihak pengembang

Hari Pertama Ganjil Genap di Jakarta, Mayoritas Pengendara Diklaim Patuh Aturan
Indonesia
Hari Pertama Ganjil Genap di Jakarta, Mayoritas Pengendara Diklaim Patuh Aturan

Pengendalian mobilitas dengan sistem ganjil genap di delapan titik yang tersebar di wilayah DKI Jakarta mulai berlaku hari ini, Kamis (12/8).

Sidang Etik: Kapolsek Perkosa Anak Tersangka Direkomendasikan Dipecat
Indonesia
Sidang Etik: Kapolsek Perkosa Anak Tersangka Direkomendasikan Dipecat

Kepala Polsek berinisial Inspektur Polisi Satu IDGN dinyaakan terbukti melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 dan pasal 14 ayat (1) huruf b Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1/2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

AHY Jangan Mudah Baper
Indonesia
AHY Jangan Mudah Baper

Ini urusan saya

Jadwal Vaksinasi Universitas Multimedia Nusantara dan Polsek Kelapa Dua
Indonesia
Jadwal Vaksinasi Universitas Multimedia Nusantara dan Polsek Kelapa Dua

Kegiatan vaksinasi yang akan dilaksanakan di wilayah Gading Serpong dan sekitarnya.

BPBD Sleman Ungsikan Ratusan Warga Lereng Merapi
Indonesia
BPBD Sleman Ungsikan Ratusan Warga Lereng Merapi

BPBD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengungsikan ratusan warga yang tinggal di lereng Gunung Merapi.

Akibat COVID-19, Dewan Pers Sebut 70 Ribu Orang Jadi Yatim
Indonesia
Akibat COVID-19, Dewan Pers Sebut 70 Ribu Orang Jadi Yatim

Wabah virus corona tak hanya menghantam sendi perekonomian, tapi juga membawa luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan karena meninggal dunia.

Bambang Widjojanto Sebut Polemik Demokrat Bisa Merusak Demokrasi
Indonesia
Bambang Widjojanto Sebut Polemik Demokrat Bisa Merusak Demokrasi

"Kalau dibiarkan terus-menerus, akan mengganggu proses demokrasi yang sedang berjalan," ucapnya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Kamis (21/10).

Gara-gara Menyalip Boat, Tekong Kapal Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara
Indonesia
Gara-gara Menyalip Boat, Tekong Kapal Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Kedua korban kecelakaan itu tewas akibat terjatuh lalu terseret arus di lokasi wisata Ekang Mangrove Park.