Kapolda Metro Berikan Rompi Khusus untuk Jurnalis Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana memberikan rompi bagi para jurnalis yang akan meliput aksi unjuk rasa UU Cipta Kerja, Selasa (13/10). Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana memberikan rompi bagi para jurnalis yang akan meliput aksi unjuk rasa. Terutama saat demo UU Ciptaker yang kini memang dalam kondisi panas.

Secara simbolis, rompi ini dibagikan kepada tiga perwakilan wartawan, Forum Wartawan Polri (FWP), Jurnalis Jakarta Pusat (JJP) dan Lensa Pusat. Nana menuturkan, rompi ini diberikan mengingat sebelumnya ada beberapa wartawan yang diamankan.

"Kami lakukan melihat pengalaman yang lalu rekan pers yang ikut diamankan anggota keamanan. Sehingga, dengan ada rompi ini bisa membedakan rekan pers dan para pendemo atau apalagi kelompok yang melakukan anarkis," jelas Nana di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (13/11).

Baca Juga

Sering Alami Kekerasan Saat Liput Demo, Polisi Siapkan Rompi Khusus Wartawan

Nana melanjutkan, dengan adanya rompi ini, anggota bisa lebih humanis dengan wartawan. "Saya mengharapkan rekan pers harus ada jarak dengan kelompok pendemo atau apalagi yang kelompok akan mengarah ke kerusuhan. Harapan kami begitu," jelas Nana.

Nana menuturkan, ada 1.000 rompi sementara yang dibagikan kepada Jurnalis. Rompi ini nantinya akan dibuat lebih baik mengingat ancaman aksi yang tinggi.

"Pastinya biar kelihatan pers berbeda dengan aparat dan pendemo. Tentunya identitas diri bisa dipakai setiap ada aksi," ucap Nana.

Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) Faruk mengapresiasi adanya pemberian rompi ini. "Iya semoga dengan adanya pemberian rompi ini anggota Polri lebih humanis terhadap media dan wartawan bisa meliput dengan aman nyaman," jelas Faruk.

Rompi
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana memberikan rompi bagi para jurnalis yang akan meliput aksi unjuk rasa UU Cipta Kerja, Selasa (13/10). Foto: MP/Kanu

Nana meminta kepada anggota Polri yang bertugas di lapangan untuk lebih humanis kepada wartawan. Mengingat tugas wartawan dilindungi Undang-Undang.

Seperti diketahui, aksi dugaan intimidasi dan pengamanan jurnalis terjadi saat aksi demo Kamis (8/10) lalu. Salah satunya Jurnalis Merahputih.com, Ponco Sulaksono saat tengah meliput aksi demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja yang berujung rusuh pada Kamis (8/10) lalu.

Dia tidak ada kabar setelah meliput aksi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Namun, setelah dilakukan penahanan selama satu hari, Ponco dibebaskan oleh pihak kepolisian yakni pada Jumat (9/10) malam.

Sementara itu, jurnalis CNNIndonesia.com, Thohirin mengalami kekerasan fisik dan intimidasi saat meliput demo di sekitar Simpang Harmoni, Jakarta Pusat, lantaran dituduh merekam peristiwa penangkapan massa di lokasi kejadian. Akibatnya, Thohirin dipukul dan handphonenya pun dirampas. Selain itu, ID Persnya pun diambil dan dibuang.

Baca Juga

Jurnalis Diamankan saat Liput Demo, Polisi Perlu Belajar Kode Etik Jurnalistik

Hal serupa juga dialami jurnalis Suara.com bernama Peter Rotti juga mengalami kekerasan dari aparat di sekitar Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Saat itu, dia dan rekannya Adit Rianto S tengah merekam aksi polisi yang menganiaya pendemo saat ditangkap. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polri Bongkar Penyelundupan 2,5 Ton Narkotika Jaringan Internasional
Indonesia
Polri Bongkar Penyelundupan 2,5 Ton Narkotika Jaringan Internasional

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Satgassus Polri membongkar penyelundupan 2,5 ton narkotika jenis sabu-sabu jaringan Internasional Timur Tengah, Malaysia dan Indonesia.

TWK Bagian dari Operasi Intelijen untuk Singkirkan Pegawai KPK?
Indonesia
TWK Bagian dari Operasi Intelijen untuk Singkirkan Pegawai KPK?

Hotman Tambunan menduga pelaksanaan tes wawasan kebangsaan (TWK) guna alih status sebagai aparatur sipil negara (ASN) merupakan bagian dari operasi intelijen untuk menyingkirkan pegawai KPK tertentu.

Masyarakat Tionghoa Gelar Vaksinasi COVID-19 untuk Warga Bandung
Indonesia
Masyarakat Tionghoa Gelar Vaksinasi COVID-19 untuk Warga Bandung

Komunitas warga keturunan Tionghoa ini lantas berhimpun dalam sebuah wadah bernama Masyarakat Tionghoa Peduli.

KPK Sita Kebun Sawit Milik Nurhadi
Indonesia
KPK Sita Kebun Sawit Milik Nurhadi

Penyitaan dilakukan dengan koordinasi antara tim penyidik KPK dan Kristanti Yuni Purnawanti selaku Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas.

Rektor UI Ari Kuncoro Mundur sebagai Wakil Komisaris Utama BRI
Indonesia
Rektor UI Ari Kuncoro Mundur sebagai Wakil Komisaris Utama BRI

Polemik rangkap jabatan yang dilakukan Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro akhirnya berakhir. Ia mengundurkan diri sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Pemerintah Janjikan Layanan Keuangan Formal di Daerah Tertinggal
Indonesia
Pemerintah Janjikan Layanan Keuangan Formal di Daerah Tertinggal

Saat ini sekurang-kurangnya 76,19 persen dari seluruh penduduk dewasa di Indonesia telah menggunakan layanan keuangan formal.

Ratusan Pengendara Langgar Aturan Ganjil Genap
Indonesia
Ratusan Pengendara Langgar Aturan Ganjil Genap

Sambodo mengatakan sosialisasi akan dilakukan sampai besok, Rabu (5/8).

Guru Mulai Divaksin, Belajar Tatap Muka Diharap Dimulai Semester 2
Indonesia
Guru Mulai Divaksin, Belajar Tatap Muka Diharap Dimulai Semester 2

Presiden menargetkan, pada Juni mendatang vaksinasi bisa dilakukan terhadap 5 juta guru atau tenaga pendidik, sesuai target.

Catat! Malam Ini Pintu Keluar Masuk Jakarta Mulai Ditutup
Indonesia
Catat! Malam Ini Pintu Keluar Masuk Jakarta Mulai Ditutup

Melalui kebijakan itu, masyarakat dilarang melakukan mobilitas di luar kegiatan yang diizinkan satgas COVID-19

KPK Terima Audiensi Menparekraf Sandiaga, Ini yang Dibahas
Indonesia
KPK Terima Audiensi Menparekraf Sandiaga, Ini yang Dibahas

KPK menerima audiensi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno beserta jajaran terkait rencana kerja sama pengelolaan anggaran.