Kapolda Metro Beri 'Ruang' Komnas HAM Investigasi Kematian Enam Pengawal Rizieq Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (kiri) dan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (tengah) di Kantor Komnas HAM (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran berjanji akan transparan memberikan informasi kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengenai peristiwa tewasnya enam pengawal pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Pemeriksaan terhadap Fadil untuk mendalami simpang siur informasi mengenai kematian enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12) pukul 00.30 WIB lalu. Karena menimbulkan dua versi kronologi antara Polri dan FPI.

Baca Juga:

Penahanan Rizieq Shihab Jadi Kado Bagi Rakyat Indonesia

“Polda Metro Jaya akan transparan dan memberikan ruang kepada komnas HAM, agar hasil investigasi ini menjadi akuntabel di mata publik,” ujar Fadil kepada wartawan, Senin (14/12).

Menurut Fadil, kedatangannya memenuhi panggilan Komnas HAM untuk meyakini ke masyarakat bahwa dirinya taat hukum. Masyarakat juga dimingta taat hukum jika terdapat panggilan dari aparat.

Kapolda Metro Jaya Fadil Imran saat mendatangi ke Komnas HAM. (Foto: MP/Kanugrahan)

“Saya taat hukum, hari ini saya dipanggil saya datang. Saya datang sendiri nggak pakai di antar banyak-banyak orang,” cetus Fadil.

Fadil memastikan, pihaknya akan memberikan fakta yang terjadi di lapangan terkait bentrokan anggota Polri dengan laskar FPI.

Baca Juga:

Obok-Obok TKP Penembakan Laskar FPI, Komnas HAM Klaim Temukan Fakta Baru

Dia menegaskan, mendukung langkah Komnas HAM untuk melakukan investigasi terkait peristiwa tersebut.

“Kami mau menyajikan fakta, kami tidak mau membangun narasi dan itu akan kami support kepada semuanya,” tegas Fadil. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kini Data dan Riwayat Perjalanan Pengguna JakLingko Bisa Terekam
Indonesia
Kini Data dan Riwayat Perjalanan Pengguna JakLingko Bisa Terekam

Saat ini ada 14 golongan masyarakat di DKI Jakarta

Ditangkap Saat Pesta Narkoba, Sekda Kabupaten Nias Utara Mendekam di Penjara
Indonesia
Ditangkap Saat Pesta Narkoba, Sekda Kabupaten Nias Utara Mendekam di Penjara

Polrestabes Medan menahan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nias Utara, Yafeti Nazara.

TNI Keberatan Dikaitkan dengan Tersangka Penganiayaan Sopir Truk di Jakut
Indonesia
TNI Keberatan Dikaitkan dengan Tersangka Penganiayaan Sopir Truk di Jakut

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak ceroboh dalam menyebutkan Institusi TNI dalam unggahan video pada kejadian apa pun," tegas Edys.

Anies Didemo Warga TVM ketika Peletakan Batu Pertama Masjid At-Tabayyun
Indonesia
Anies Didemo Warga TVM ketika Peletakan Batu Pertama Masjid At-Tabayyun

Sejumlah warga yang mengatasnamakan TVM Cinta Damai menggelar aksi damai dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid At-Tabayyun di Taman Vila Meruya.

MA Diharap Tingkatkan Kualitas Aplikasi e-Court
Indonesia
MA Diharap Tingkatkan Kualitas Aplikasi e-Court

Datangnya pandemi, justru mempercepat terwujudnya rencana besar tersebut

Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan, Megawati: Terima Kasih Bapak Nadiem dan Prabowo
Indonesia
Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan, Megawati: Terima Kasih Bapak Nadiem dan Prabowo

Budaya literasi melalui buku, oleh Bung Karno menjadi tempat untuk terus melakukan dialektika

Data Valid, Vaksinasi Bisa Lebih Cepat
Indonesia
Data Valid, Vaksinasi Bisa Lebih Cepat

Kunci percepatan vaksinasi untuk mencapai target bebas COVID-19 adalah pada pendataan, sebab kalau data valid maka pelaksanaannya akan lebih cepat.

RSPAD Angkat Suara Soal 71 Persen Relawan Vaksin Nusantara Alami Gejala
Indonesia
RSPAD Angkat Suara Soal 71 Persen Relawan Vaksin Nusantara Alami Gejala

Sebanyak 71,4 persen relawan uji klinis fase I Vaksin Nusantara mengalami gejala berupa kejadian tidak diinginkan (KTD).

Warga Jaksel dan Jaktim Diminta Waspadai Hujan Disertai Petir Sore Hari
Indonesia
Warga Jaksel dan Jaktim Diminta Waspadai Hujan Disertai Petir Sore Hari

Untuk wilayah Jakarta Utara diperkirakan berawan pada siang hari dan hujan ringan pada malam hari dan dini hari

Panglima TNI: Protokol Kesehatan Bukan Upaya Untuk Menyiksa
Indonesia
Panglima TNI: Protokol Kesehatan Bukan Upaya Untuk Menyiksa

Hadi meminta pada masyarakat untuk tetap waspada akan penularan COVID-19 dengan mematuhi memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi atau 5M