Kapolda Metro Akui Kesulitan Ungkap Dalang Penyerangan Novel Baswedan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.Com - Polisi mengaku kesulitan dalam mengungkapkan kasus teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Hal ini terungkap dalam pertemuan Amnesty Internasional Indonesia dengan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono.

Direktur Amnesty Internasional Usman Hamid mengatakan, kasus yang menjerat Novel sangat sulit.

"Dalam pembicaraan lisan tadi, kami sampaikan kasus Novel Baswedan. Pak Kapolda menyampaikan mengungkap kasus itu tidak mudah dan kasus itu sedang diusut," ujar Usman Hamid di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (9/7).

Usman menilai, pengusutan harus terus dilakukan sampai aktor intelektual penyiraman tersebut ditankap kepolisian.

Direktur Amnesty Internasional Usman Hamid
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid (MP/Kanu)

Terkait masa kerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang telah habis, Usman menilai perlu adanya pembaharuan di tim tersebut.

Untuk TGPF baru, keputusan berada di tangan Kapolri, Jendral Tito Karnavian.

BACA JUGA: Amnesty Internasional: Polri Alami Kendala Dalam Mengusut Pelaku Kerusuhan 22 Mei

Ditanya Perkembangan Kasus Novel, Mabes Polri Irit Bicara

"Mestinya ada karena itu merujuk pada laporan Komnas HAM yang ketika itu menyimpulkan ada penyalahgunaan proses di dalam kepolisian. Siapa yang menggunakan itu secara salah? Menyalahgunakan proses dan apakah orang yang menyalahgunakan proses itu sudah diganti dan tidak dilibatkan dalam proses pengusutan, saya kira itu yang perlu diperhatikan," tutur Usman.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengungkapkan TGPF bentukan Kapolri masih berjalan. Saat ini tim sedang menyusun laporan hasil penyelidikan.

"Tapi tentunya dari tim sudah menyusun laporannya. Laporan nanti akan dikirim ke pimpinan Polri," tandas Argo.(Knu)



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH