Kapolda Jateng Tutup Wisata Air Waduk Kedung Ombo Evakuasi korban perahu wisata Waduk Kedung Ombo. (Foto: Tim SAR)

Merahputih.com - Polda Jawa Tengah mengambil tindakan keras menutup objek wisata Waduk Kedung Ombo (WKO) Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (15/5).

Penutupan tersebut dilakukan karena pengelola WKO melanggar protokol kesehatan. Penutupan WKO dilakukan tidak lama usai kejadian tergulingnya kapal wisata yang menewaskan enam orang wisatawan dan tiga orang belum ditemukan sampai Sabtu (15/5) tengah malam.

Baca Juga:

Tiga Korban Kapal Wisata Waduk Kedung Ombo Meninggal, 6 Belum Ditemukan

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, pihaknya menerjunkan personel untuk melakukan evakuasi korban tenggelam akibat kecelakaan kapal wisata WKO terguling.

"Sebanyak enam korban kami temukan. Masih ada tiga korban lagi masih dalam pencarian," ujar Luthfi, Sabtu (15/5).

Dikatakannya, para penumpang perahu wisata tersebut, setelah berputar putar kemudian kapal kembali, lalu penumpang melakukan ber selfie di atas perahu. Hal itu membuat kapal oleng dan terbalik.

"Karena muatan terlalu banyak, akhirnya perahu itu terbalik, 11 Orang penumpang berhasil selamat. Namun, sembilan orang tenggelam," kata dia.

Ia mengatakan, data yang diterima kesembilan orang yang hilang dan tenggelam yaitu, Siti Mukaromah, Wilda, Niken Safitri, Tituk Mulyani, Ana, Zamzam, Jalal, Jalil dan Desti. Sedangkan 11 orang korban selamat adalah Alya, Mustakim, Suswanti, Laras, Supriyadi, Andre, Khoirunisia, Rifki Edi, Andi, Adi dan Tinuk.

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lutfi. (MP/Ismail)
Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lutfi. (MP/Ismail)

"Kami meminta pada pengelola pariwisata Waduk Kedung Ombo untuk menutup lokasi wisata, dikarenakan tidak menerapkan protokol kesehatan dan prosedur keselamatan," tegasnya.

Ia mengatakan, kapasitas pengunjung juga melebihi kapasitas yang ditentukan. Penutupan objek wisata Waduk Kedung Ombo (WKO) berlaku Sabtu (15/5) sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

"Kami ambil tindakan menutup lokasi wisata Waduk Kedung Ombo mulai hari ini (Sabtu), karena tidak mematuhi Prokes dan melanggar kapasitas pengunjung yang ditentukan," pungkas dia. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Diduga Kelebihan Penumpang, Perahu Wisata Terguling di Waduk Kedung Ombo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Optimisme Turunnya Penambahan Pasien COVID-19 Harian
Indonesia
Optimisme Turunnya Penambahan Pasien COVID-19 Harian

Sementara itu, jumlah pasien sembuh juga menunjukkan peningkatan

[Hoaks atau Fakta]: 4 Nakes Meninggal Usai Divaksin Miliki Kemiripan Kasus di Luar Negeri
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: 4 Nakes Meninggal Usai Divaksin Miliki Kemiripan Kasus di Luar Negeri

cardiovascular, blood disorder, dan brain damage bukan penyakit yang disebabkan oleh vaksin COVID-19.

Polisi Bongkar Mafia Tanah yang Kuasai Tanah di Alam Sutera
Indonesia
Polisi Bongkar Mafia Tanah yang Kuasai Tanah di Alam Sutera

Tanah seluas 45 hektar itu dimiliki oleh masing-masing 35 hektar oleh PT TM. 10 hektar sisanya dimiliki oleh warga

Penyidik KPK Geledah Kantor KKP
Indonesia
Penyidik KPK Geledah Kantor KKP

Gedung Kementerian Kelautan Perikanan digeledah sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Gegara Jet Pribadi, Menteri Suharso Monoarfa Dilaporkan ke KPK
Indonesia
Gegara Jet Pribadi, Menteri Suharso Monoarfa Dilaporkan ke KPK

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (5/11).

PKS Kritik Dibukanya Tempat Wisata saat Mudik Dilarang
Indonesia
PKS Kritik Dibukanya Tempat Wisata saat Mudik Dilarang

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani Aher mengkritik kebijakan pemerintah yang membuka destinasi wisata.

Jabar Petakan Daerah Prioritas Penerima Vaksin COVID-19
Indonesia
Jabar Petakan Daerah Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

Dari hasil simulasi, diketahui setiap individu yang divaksin itu memerlukan waktu sekitar 30 menit.

[Hoaks atau Fakta]: Campuran Garam dan Madu Ampuh Obati COVID-19
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Campuran Garam dan Madu Ampuh Obati COVID-19

Campuran tersebut berpotensi meningkatkan asam lambung dan menyebabkan maag. Narasi dengan topik serupa sudah pernah beredar pada Desember 2020 dan Juli 2021 yang lalu.

Nakes Terbantu, Vaksin Pelajar Sistem Barcode Tangerang Pangkas Prosedur Ribet
Indonesia
Nakes Terbantu, Vaksin Pelajar Sistem Barcode Tangerang Pangkas Prosedur Ribet

Sekarang karena sudah dengan sistem barcode jadi meja registrasi dihapuskan, proses pendataan juga lebih cepat.

Survei: Mayoritas Masyarakat Nilai Kinerja Pemerintahan Jokowi Baik
Indonesia
Survei: Mayoritas Masyarakat Nilai Kinerja Pemerintahan Jokowi Baik

Hasil survei dari lembaga Survei dan Polling Indonesia menunjukkan mayoritas masyarakat menilai kinerja pemerintah Presiden Joko Widodo saat ini baik.