Kapolda DIY: Jangan Termakan Isu Medsos Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan di Polda DIY, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (12/2). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

MerahPutih.com - Penyelidikan motif penyerangan ke Gereja St Lidwina Stasi Gadog, Gamping, Sleman, Yogyakarta, masih terus berlanjut. Kapolda DIY Brigjen (Pol) Ahmad Dofiri meminta masyarakat untuk tidak termakan isu provokasi di sosial media.

Sebaliknya, ia meminta masyarakat untuk mempercayakan penyelidikan pada pihaknya dan menunggu informasi resmi dari kepolisian.

"Jangan terprovokasi dan terpancing dengan isu yang muncul. Terutama di medsos. Percayakan pada kami untuk mengungkap tindakan pelaku,"tegas Dofiri saat jumpa pers di Yogyakarta, Senin (12/2).

Pasalnya saat ini, ia mengatakan ada banyak isu-isu tidak benar beredar. Isu tersebut bisa mengaburkan fakta sebenarnya dan dikhawatirkan menyulut perpecahan.

Salah satunya isu pelaku adalah orang gila. "Itu menyesatkan, gak benar," tegasnya.

Pihaknya juga sudah mengumpulkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bisa mendinginkan suasana dan meredam provokasi.

Dirinya juga sudah meminta jajarannya untuk melakukan pengamanan intensif di sejumlah tempat ibadah saat kegiatan ibadah mingguan berlangsung.

Sementara itu, pasca penyerangan pengelola Gereja Santa Lidwina berencana memasang CCTV di beberapa sudut ruangan.

"Kita berencana juga memasang CCTV. Gereja juga memutuskan membentuk tim trauma healling untuk umat. Kami berharap ini adalah kejadian terakhir di Indonesia," tegas Pastur Gereja Santa Lidwina Yohannes Dwi Harsanto. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Penyerangan Gereja di Yogyakarta Untuk Destabilisasi Situasi dan Kondisi


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH