Kapasitas Produksi Obat Terapi COVID-19 Diperbesar Obat. (Fixabay)

MerahPutih.com - Pemerintah mencatat terjadi lonjakan sekitar 12 kali lipatkasus COVID-19 di Indonesia. Kondisi inim membuat peningkatan yang sangat signifikan terhadap kebutuhan obat terapi COVID 19.

Kementerian Kesehatan mendorong industri farmasi untuk meningkatkan kapasitas produksi. Namun, diperlukan waktu sekitar 4-6 minggu agar kapasitas produksi obat dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan obat terapi tersebut.

"Kami menyadari ini dan sudah melakukan komunikasi dengan teman-teman di Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi), dan sudah mempersiapkan dengan mengimpor bahan baku obat, memperbesar kapasitas produksi, serta mempersiapkan juga distribusinya," ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadiki.

Baca Juga:

Polisi bakal Tindak Tegas Pelaku Kejahatan Penimbun Obat COVID-19

Menkes menargekan, pada awal Agustus, beberapa obat-obatan yang sering dicari masyarakat, misalnya Azithromycin, Oseltamivir, maupun Favipiravir sudah bisa masuk ke pasar secara lebih signifikan.

Untuk Azithromycin, saat ini stok nasional berjumlah 11,4 juta. Sebanyak 20 pabrik dalam negeri akan ikut memproduksi obat ini. Kemenkes pun terus berkoordinasi agar hambatan yang sempat terjadi dalam pendistribusian obat ini dapat diatasi.

Sedangkan, untuk Favipiravir, hingga saat ini stok yang tersedia adalah sekitar 6 juta di seluruh Indonesia. Dalam pemenuhan kebutuhan stok secara nasional nasional, terang Menkes, sejumlah produsen akan segera meningkatkan kapasitas produksi.

“Ada beberapa produsen dalam negeri yang akan segera meningkatkan stok Favipiravir, termasuk Kimia Farma yang bisa [produksi] dua juta per hari. Rencananya, PT Dexa Medica juga akan impor 15 juta di bulan Agustus, kita akan impor juga 9,2 juta dari beberapa negara untuk mulai bulan Agustus,” terangnya.

Favipiravir ini telah mendapat rekomendasi dari lima profesi dokter di Indonesia dalam menghadapi varian delta.

"Diharapkan nanti di bulan Agustus kita sudah punya kapasitas produksi dalam negeri antara 2-4 juta tablet per hari. Sedangkan Oseltamivir kita ada stok sampai bulan Agustus sekitar 12 juta, tapi ini perlahan-perlahan akan diganti oleh Favipiravir,” tandasnya.

Pemerintah juga terus berupaya mengamankan pasokan obat yang saat ini masih bergantung pada impor, yaitu Remdesivir, Actemra, dan Gamaraas. Obat-obatan tersebut akan didatangkan secara bertahap ke Tanah Air. Untuk Remdesivir, pada bulan Juli ini akan datang sebanyak 150 ribu dan Agustus 1,2 juta. Indonesia juga tengah berupaya agar dapat memproduksi obat ini di dalam negeri.

Perawatan pasien COVID-19. (Foto: Antara)
Perawatan pasien COVID-19. (Foto: Antara)

Untuk Actemra, di bulan ini akan tiba sebanyak seribu vial dan Agustus sebanyak 138 ribu vial. Sedangkan Gamaraas akan tiba sebanyak 26 ribu di bulan ini dan 27 ribu di bulan Agustus.

Budi menegaskan, obat [Azithromycin, Oseltamivir, Favipiravir, Remdesivir, Actemra, dan Gamaraas] obat adalah obat yang harus diberikan dengan resep. Untuk tiga obat seperti Gamaraas, Actemra, dan Remdesivir, harus disuntikkan dan hanya bisa dilakukan di rumah sakit.

"Jadi tolong biarkan obat-obatan ini dikonsumsi/digunakan sesuai dengan prosedurnya,” tegas Menkes. (Asp)

Baca Juga:

Polisi Gagalkan Peredaran Ribuan Ekstasi Modus Obat COVID-19

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TNI AL Kerahkan Dua Kapal Selam Cari KRI Nanggala 402
Indonesia
TNI AL Kerahkan Dua Kapal Selam Cari KRI Nanggala 402

"Dua kapal selam sedang dalam perjalanan ke titik untuk rescue," tutur Julius dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (21/4).

Jutaan Buruh di Dua Sektor Ini Diprediksi Kena PHK pada 2021
Indonesia
Jutaan Buruh di Dua Sektor Ini Diprediksi Kena PHK pada 2021

Hal ini dikatakan Iqbal, setelah melihat pandemi COVID-19 yang juga hilang dari Indonesia. Apalagi, angka positif COVID-19 di kalangan buruh meningkat tajam.

Bawaslu Sebut Ada 1.874 Pelanggaran di Pertengahan Kampanye
Indonesia
Bawaslu Sebut Ada 1.874 Pelanggaran di Pertengahan Kampanye

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengungkapkan adanya 1.874 pelanggaran baik dugaan pelanggaran administrasi, etik, pidana dan hukum lainnya.

Uji Klinis Vaksin COVID-19 di Bandung Bersiap Masuk Fase 4
Indonesia
Uji Klinis Vaksin COVID-19 di Bandung Bersiap Masuk Fase 4

Saat ini riset vaksin di dunia sangat massif, bahkan lebih massif dibandingkan penelitian obat COVID-19.

Mahfud MD Ungkap Alasannya Tak Setuju Masa Jabatan Jokowi Diperpanjang
Indonesia
Mahfud MD Ungkap Alasannya Tak Setuju Masa Jabatan Jokowi Diperpanjang

Isu perpanjangan massa jabatan Presiden Joko Widodo menjadi tiga periode kembali mencuat.

Ribuan Warga Ikut Nyoblos PSU Pilkada Bupati Sabu Raijua
Indonesia
Ribuan Warga Ikut Nyoblos PSU Pilkada Bupati Sabu Raijua

Daftar Pemilih Tetap PSU Sabu Raijua mencapai 54.546. Jumlah itu terdiri atas 27.932 pemilih laki-laki dan 26.614 pemilih perempuan Para pemilih tersebar di enam kecamatan, 63 desa atau kelurahan, dan 180 TPS.

Jaksa Tuntut Pinangki 4 Tahun Penjara
Indonesia
Jaksa Tuntut Pinangki 4 Tahun Penjara

JPU menuntut majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta untuk menjatuhkan hukuman empat tahun penjara terhadap Pinangki Sirna Malasari.

Kata Gubernur Bengkulu Usai Diperiksa KPK Terkait Kasus Edhy Prabowo
Indonesia
Kata Gubernur Bengkulu Usai Diperiksa KPK Terkait Kasus Edhy Prabowo

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah rampung diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benur.

 Pegiat Lingkungan Penjaga Karst Citatah Raih Kalpataru dari KLHK
Indonesia
Pegiat Lingkungan Penjaga Karst Citatah Raih Kalpataru dari KLHK

Para peraih Kalpataru ini nantinya dapat menjadi agen perubahan dan memberi contoh kepada masyarakat bagaimana kolaborasi dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan.

KPK Periksa Pengacara Hotma Sitompul Terkait Kasus Korupsi Bansos
Indonesia
KPK Periksa Pengacara Hotma Sitompul Terkait Kasus Korupsi Bansos

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan eks Mensos Juliari P Batubara sebagai tersangka