Kapal Selam Senior KRI Nanggala-402 Sudah Berbakti Sejak 1981 Kapal selam Nanggala-402 masuk dalam gugus tugas armada timur. (Foto: BBC)

KAPAL selam menjadi salah satu kendaraan tempur sekaligus pengintai operasi militer, bertugas mengamankan negara melalui kedalaman laut. Tempat tugas yang gelap dan sepi sudah menjadi hal yang biasa angkatan laut (AL) hadapi. Pemandangan indah dan embusan angin sejuk tidak bisa mereka nikmati selain udara dari mesin pengondisi udara.

Kendaraan tempur militer bawah laut ini cukup diperhitungkan. Bagaimana tidak, karakter kapal yang dapat menyelam di kedalamaan ini, sangat sulit dideteksi lokasinya. Serta sangat ampuh untuk misi dengan tingkat kerahasian yang tinggi.

Baca Juga:

Alugoro, Kapal Selam Terbaru Milik Indonesia

kapal
Kapal selam Nanggala-402 masuk jajaran TNI-AL sejak tahun 1981. (Foto: voi)

Menurut laman VOI, KRI Nanggala-402 termasuk dalam kapal selam kelas Cakra, yang berada dalam jajaran gugus tugas Armada Timur. Kapal selam ini termasuk dalam kapal selam 209/1300 yang dibangun oleh Howaldtswerke di Kiet, Jerman Barat (pada waktu itu) pada sekitar tahun 1977. Kemudian dioperasikan oleh TNI-AL pada tahun 1981.

Kapal selam ini memiliki dimensi 59,5 m x 6,3 m x 5,5 m dengan berat 1395 ton. Nanggala memiliki kekuatan dari empat mesin diesel elektrik yang memberikan kecepatan 21.5 knot dan dapat membawa awak sekitar 34 orang. Pada awalnya kapal selam ini mampu dipersenjatai oleh 14 topedo berukuran 21 inchi atau 533 mm dalam delapan tabung. Kapal selam ini dilengkapi pula dengan sonar CSU-3-2.

Pada tahun 2009-2012, Nanggala melakukan perombakan besar-besaran di galangan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering, Korea Selatan. Kapal selam mengalamai perbaikan, struktur bagian atas kapal diganti, kemudian sistem persenjataan, sonar, radar, kendali tempur, dan propulsi dimutakhirkan.

Keluar dari galangan, Nanggala mampu menembakkan empat terpedo secara bersamaan dengan target yang berbeda. Meluncurkan misil antikapal seperti Exocet atau Harpoon. Mobilitas kapal juga ditambah, kemampuan menyelam menjadi 257 meter dan kecepatan laju dari 21,5 knot (39,8 km/h) menjadi 25 knot (46 km/h).

KRI Nanggala-402 memilki “saudara kembar” yaitu KRI Cakra-401. Sama-sama dari type 209/1300, kapal selam buatan jerman ini cukup banyak populasinya di seluruh dunia. Banyak negara yang sudah memiliki lisensinya dan kemudian dikembangkan oleh beberapa negara.

Baca Juga:

Kapal Selam Baru KRI Nagapasa-403 Milik TNI AL

kapal
Kapal selam tipe 29 yang dimiliki angkatan laut Mesir. (Foto: wikipedia)

Catatan penugasan KRI Nanggala-402 sangat panjang. Seperti pada 27Mei – 3 Juni 2002, mengikuti latihan gabungan TNI AL dengan AL Amerika Serikat dengan nama sandi CARAT-8/02 (Cooperation Afloat Readiness and Training). Latihan bantuan ini berlangsung di perairan Laut Jawa, Selat Bali dan Situbondo.

Kemudian pada tahun 2004, Latihan Operasi Laut Gabungan XV/04 di Samudera Hindia pada 8 April hingga 2 Mei. Dalam latihan ini, Nanggala berhasil menenggelamkan eks KRI Rakata, yang merupakan kapal tunda samudera buatan 1942 dengan lesatan torperdo SUT miliknya.

Dilansir dari Antara, brevet Hiu yang tersemat di dada tidak main-main. Karena kualifikasi itu merupakan deskirpsi kemampuan personil kapal selam yang tergabung dalam Satuan Selam Armada TNI AL dengan moto kerja Tabah Sampai Akhir.

Ketika pada masa Orde lama, Indonesia memiliki armada kapal selam yang sangat disegani, dengan jumlah 12 unit kelas Whiskey buatan Uni Soviet. Sebagian unit tersebut turut dikerahkan dalam Operasi Trikora yang berujung pada kembalinya Irian Barat kepada Indonesia. (rzk)

Baca Juga:

Perkuat Keamanan Laut, TNI AL Tambah 2 Kapal Perang

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Malam Imlek, Umat Konghucu Berdoa di Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede Solo
Tradisi
Malam Imlek, Umat Konghucu Berdoa di Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede Solo

Umat Tri Dharma datang di Klenteng Tien Kok Sie untuk memanjatkan doa di malam Imlek

Menelusuri Keindahan Pulau Pari Bersama Travel Trip
Travel
Menelusuri Keindahan Pulau Pari Bersama Travel Trip

Keindahan Pulau Pari siap memanjakan wisatawan di tengah pandemi.

Bipang Ambawang, Kuliner Primadona dari Borneo
Kuliner
Bipang Ambawang, Kuliner Primadona dari Borneo

Bipang adalah kependekan dari babi panggang.

Makanan Tahok Khas Negeri Aing,Berasal dari Etnis Tionghoa
Kuliner
Makanan Tahok Khas Negeri Aing,Berasal dari Etnis Tionghoa

tahok berasal dari dari kata teu atau tao yang artinya sari kedelai.

Aroma Kayu Manis yang Menambah Selera
Kuliner
Aroma Kayu Manis yang Menambah Selera

Dengan tambahan kayu manis, seluruh ruangan akan berbau seperti roti dan kue.

Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Tugu Yogya
Tradisi
Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Tugu Yogya

Aparat gabungan menghentikan sementara aktivitas lalu lintas saat peringatan Detik-Detik Proklamasi pada pukul 10.17 WIB di simpang Tugu Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta,

Cocok Buat Ngopi Cantik, Rekomendasi 5 Kafe Instagramable di Tangerang Selatan
Kuliner
Cocok Buat Ngopi Cantik, Rekomendasi 5 Kafe Instagramable di Tangerang Selatan

Tangerang Selatan termasuk wilayah yang terkenal memiliki banyak tempat nongkrong hits yang enggak kalah keren dengan Jakarta.

Galeri Nasional Indonesia Mulai Terima Pengunjung
Travel
Galeri Nasional Indonesia Mulai Terima Pengunjung

Pada masa transisi ini, pengunjung hanya bisa melihat Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia di Gedung B lt. 2.

Pantai Selatan Gunungkidul akan Dibuka Kembali dengan Protokol New Normal
Travel
Pantai Selatan Gunungkidul akan Dibuka Kembali dengan Protokol New Normal

. Ditahap awal baru pantai Kukup dan Pantai Baron yang dibuka untuk para pelancong

Selisik Salah Kaprah Ngohiong, Bukan Nama Makanan, Tapi?
Kuliner
Selisik Salah Kaprah Ngohiong, Bukan Nama Makanan, Tapi?

Orang Jawa Tengah atau Timur menyebut makanan tersebut ngoyang.