Image
Author by : ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Prajurit TNI AL berusaha menambatkan tali KRI Nagapasa-403 setibanya di Dermaga Kapal Selam Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/8). KRI Nagapasa-403 merupakan kapal selam diesel elektrik type 209/1400 pesanan pertama Indonesia kepada Korsel dan menjadi kapal selam ketiga yang dimiliki TNI AL. ANTARA FOTO/Zabur Karuru.

Image
Author by : ANTARA FOTO/Zabur Karuru

KRI Nagapasa-403 milik TNI AL memiliki panjang 61,3 meter dengan kecepatan ± 21 knot di bawah air, kapal selam tersebut juga mampu berlayar lebih dari 50 hari dan menampung 40 kru untuk menunjang fungsi serta kapal selam ini dipersenjatai torpedo dengan fasilitas delapan buah tabung peluncur. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Image
Author by : ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Kapal selam tipe DSME209 produksi Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Co Ltd tersebut dilengkapi sistem persenjataan terkini dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 mm dan peluru kendali anti kapal permukaan. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Image
Author by : ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Penamaan KRI Nagapasa berasal dari senjata tokoh pewayangan Raden Indrajit yang berupa panah sakti Nagapasa. Untuk memperkuat persenjataan, Kapal selam baru KRI Nagapasa-403 milik TNI AL juga akan dilengkapi dengan torpedo "Black Shark" buatan Whitehead Sistemi Subacquei (WASS), Finmeccanica Company, Italia. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Image
Author by : ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Upacara penyambutan KRI Nagapasa-403 dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi di Dermaga Kapal Selam Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jawa Timur. Kapal selam tersebut diharapkan dapat memberikan daya tangkal (Deterrence Effect) di kawasan regional dan berperan aktif memperkuat pertahanan negara. ANTARA FOTO/Zabur Karuru