Kanye West Terancam Kehilangan Hak Merk Dagangnya: Yeezy Kanye West. (Foto: highsnobiety)

BELUM habis masalah hak cipta dengan Jordan OutdoorEntreprises, Kanye West tengah terlibat perseteruan hak dagang dengan sebuah perusahaan di Tiongkok.

Dengan Jordan Outdoor Entreprises, perusahaan busana milik West dirtuduh melakukan penjiplakan motif kamuflase dari perusahaan peralatan kegiatan luar ruang. Motif itu dituduhkan dipakai untuk produk jaket hoodie, kemeja, celana dan sepatu bot.

Kabarnya pernah ada pembicaraan antara perusahaan West dengan Jordan untuk menggunakan motif itu. Tapi pembicaraan itu berhenti ketika Jordan menyodorkan kesepakatan lisensi.

Sedangkan perseteruan West dengan Fujian Baby Network Technology Co., seperti yang dituliskan dalam laman TMZ, berputar pada hak dagang busana Yeezy Boost. Fujian mendaftar Yeezy Boost sebagai hak merk dagangnya. Ini yang kemudian membuat suami Kim Kadarshian itu berang.

kanye west
Kanye West tengah bermasalah dengan merk dagangnya. (Foto: sneakerbardetroit)

Yeezy memang sudah dipantenkan oleh West namun hanya pada produk sepatunya saja. Sepatu Yeezy yang bekerjasama dengan Adidas dirilis di tahun 2013. Sepatu Yeezy menjadi produk terlaris kedua setelah sepatu Nike, demikian Fortune menuliskan.

Dari sepatu kemudian West membuat busana yang menuai sukses pula. Sayangnya busana Yeezy ini kemudian tidak didaftarkan sebagai hak merk dagang. Ngahan Juni 2017 itu kemudian terjadilah kekisruhan itu.

Perbedaan hukum antara Amerika dan Tiongkok semakin membuat perseteruan ini rumit. Di Tiongkok Fujian mendapatkan haknya karena hukum disana menyebutkan pemohon pertama yang boleh mendapatkan hak atas merk dagang. Sedangkan di Amerika kurang lebih sama, namun pemohon harus mampu menunjukan bahwa pemohon benar-benar sudah memakai merk dagang tersebut.

Dari laman GQ memuat pernyataan pengacara inteletual, Sam P. Israel, menyebutkan bahwa fakta yang ada adalah West memiliki merknya karena ia adalah orang yang pertama kali menggunakannya.

Kasus seperti West ini sebenarnya banyak terjadi di Tiongkok. Karena tidak adanya hak merk dagang dari negara asalnya. Biasanya perusahaa-perusahaan di Tiongkok mendaftarkannya sebagai hak merk dagang di negeri itu. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH