Kantor ESDM Dijarah saat Demo UU Cipta Kerja, Pelaku Bawa Kayu dan Batu Tangkapan layar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono (ANTARA/Dyah Dwi)

MerahPutih-com - Mabes Polri menyebut kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat dijarah perusuh demo penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) pada Kamis (8/10) lalu.

Sebanyak 10 orang ditetapkan tersangka.

"Kita tampilkan dua karena delapan lainnya anak di bawah umur. Jadi, tidak bisa kita tampilkan di siang hari ini," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/10).

Baca Juga:

Tak Dapat Jumlah Pasti Demonstran Terpapar COVID-19, Dinkes DKI: Tanya Kapolda Metro

Menurut dia, ke-10 tersangka ditangkap pada Minggu, 11 Oktober 2020. Mereka ditangkap dalam penyelidikan polisi.

"Kita menangkap karena ada bukti. Ada batu, kayu, pecahan botol, handphone. Ini barang bukti dibawa saat anarkis di kantor ESDM," ujar mantan Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya itu.

Demo Tolak Omnibus Law Rusuh di Jakarta. Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Demo Tolak Omnibus Law Rusuh di Jakarta. Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Argo menyebut pagar, kaca, dan mobil di lingkungan Kementerian ESDM dirusak pelaku.

Selain itu, mereka mengambil barang-barang, seperti laptop, di kantor lembaga negara yang dipimpin Menteri Arifin Tasrif itu.

Polisi bakal memproses ke-10 tersangka hingga ke pengadilan, baik pelaku anak-anak maupun dewasa.

Namun, tersangka anak akan diperlakukan sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Baca Juga:

Kericuhan Demo UU Ciptaker Diduga Ditunggangi Kelompok Pencari Elektoral

Ke-10 tersangka telah ditahan. Mereka dijerat pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 170, Pasal 214, Pasal 218, dan/atau Pasal 358 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

"UU ITE juga kita kenakan karena kita menemukan di handphone yang bersangkutan ada kata-kata mengajak untuk melakukan unjuk rasa di Jakarta," papar Argo. (Knu)

Baca Juga:

Tak Dapat Jumlah Pasti Demonstran Terpapar COVID-19, Dinkes DKI: Tanya Kapolda Metro

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua di Jabar Diprioritaskan untuk Lansia dan Petugas Publik
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua di Jabar Diprioritaskan untuk Lansia dan Petugas Publik

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan memulai vaksinasi tahap kedua Rabu (24/2) dengan target lansia dan petugas publik.

Anies Didesak Sediakan Internet di Kantor RW Hingga Perkampungan Padat
Indonesia
Terjawab! Ini Penjelasan Ahli Soal Gedung Kejagung yang Terbakar dari Atas ke Bawah
Indonesia
Polisi Desak McDonal's Hapus Promo BTS Meal
Indonesia
Polisi Desak McDonal's Hapus Promo BTS Meal

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut peniadaan menu makanan baru itu bertujuan agar tidak terjadinya kerumunan serupa.

Progres Vaksinasi COVID-19 Kabupaten/Kota Jabar Berbeda-beda, Garut Terendah
Indonesia
Progres Vaksinasi COVID-19 Kabupaten/Kota Jabar Berbeda-beda, Garut Terendah

Progres vaksinasi COVID-19 di kabupaten/kota di Jawa Barat belum seragam. Progres tertinggi di Kota Bandung yang capaian vaksinasinya 97,90 persen.

Tokoh Agama Diserang, Menag: Semoga Ini Yang Terakhir
Indonesia
Tokoh Agama Diserang, Menag: Semoga Ini Yang Terakhir

“Karenanya saya sangat mengecam kejadian penyerangan dan pembunuhan terhadap ulama ini. Semoga ini yang terakhir kalinya terjadi," kata Menag.

Dua 'Pasien' Warga Jakarta yang Terkonfirmasi COVID-19 Tunjukan Kesembuhan
Indonesia
Dua 'Pasien' Warga Jakarta yang Terkonfirmasi COVID-19 Tunjukan Kesembuhan

Tidak hanya keduanya, seluruh satwa yang berada di Taman Margasatwa Ragunan juga akan ditangani

Penanganan COVID-19 Terusik Gegara Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun, Gubernur Sumsel: Bikin Gaduh
Indonesia
Penanganan COVID-19 Terusik Gegara Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun, Gubernur Sumsel: Bikin Gaduh

Herman mengaku bantuan untuk penanganan COVID-19 memang banyak yang menyumbang

MUI Tegas, Menimbun Obat Hingga Oksigen saat Pandemi Haram!
Indonesia
MUI Tegas, Menimbun Obat Hingga Oksigen saat Pandemi Haram!

aparat perlu ambil langkah darurat mengendalikan situasi dan menjamin ketersediaan, mencegah penimbunan

KPU Sleman Pindahkan 1 TPS ke Barak Pengungsian Merapi
Indonesia
KPU Sleman Pindahkan 1 TPS ke Barak Pengungsian Merapi

Tercatat ada sekitar 400 warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) di TPS Dusun Kalitengah Lor kawasan Gunung Merapi.