Kamu Merasa Sering 'Overthinking'? Tiga Pertanyaan ini Akan Membantumu Pria yang memikirkan masalah secara berlebihan (foto: iflscience.com)

MEMIKIRKAN masalah secara berlebihan atau overthinking, belakangan ini seringkali menjadi keluhan banyak orang. Ironisnya, sikap tersebut membuat seseorang menjadi terlalu khawatir tentang sesuatu dan terkadang overthinking juga mempengaruhi orang-orang terdekat, bahkan sampai terganggu akibat memikirkan masalah terlalu berlebihan.

Sementara memikirkan masalah secara berlebihan tidak lalu membuat seseorang menjadi gila, mereka akan tetap sering melakukannya. Mereka meminta saran yang biasanya akan mereka tolak, atau mereka mengulangi situasi dengan siapa pun yang berbaik hati untuk mendengarkan masalahnya. Menawarkan sebuah kepastian terus-menerus atau sering membujuk sesuatu yang bisa dikatakan ‘melelahkan’ bagi teman bahkan keluarga.

Persiapan dan perencanaan adalah strategi yang solid untuk menangani sebuah masalah. Kamu mungkin menemukan cara kreatif untuk menghadapi tantangan. Baik itu saat kamu berurusan dengan masalah hubungan percintaan, masalah terkait pekerjaan, atau dilema keuangan. Mencurahkan energi mental kamu untuk mengatasi halangan dapat membantu mengembangkan solusi yang efektif.

Namun, jika kamu menghabiskan waktu berjam-jam menganalisis masalah, kamu mungkin hanya akan menciptakan lebih banyak kesulitan untuk diri sendiri. Ketika kamu berada dalam suasana hati yang buruk dan kamu fokus pada hal-hal yang menyebabkan rasa cemas atau tidak nyaman, kamu akan merasa lebih buruk.

Perbedaan antara overthinking dan penyelesaian masalah bukanlah tentang waktu, melainkan cara kamu memikirkan penyelesaiannya. Ketika kamu memikirkan masalah atau peristiwa yang menyusahkan, tanyakan tiga pertanyaan ini pada diri sendiri:

1. Apakah ada solusi atau jalan keluarnya?

solusi masalah
Proses pencarian solusi (foto: ii4change.com)

Beberapa masalah tidak dapat diselesaikan. misalnya, kamu tidak dapat membuat penyakit keras orang yang dicintai hilang begitu saja, dan kamu tidak dapat mengelak dari peristiwa traumatis yang sudah terjadi. Memikirkan hal-hal dengan cara yang tidak produktif bisa merusak kesejahteraan psikologis kamu.

2. Apakah kamu fokus memikirkan masalah atau mencari solusi?

mencari solusi
Menemukan ide memecahkan masalah (foto: businessknowhow)

Jika kamu dihadapkan dengan masalah keuangan, mencari strategi untuk mendapatkan lebih banyak uang atau melunasi hutang kamu akan sangat membantu. Namun, ketika memikirkan masalah secara berlebih dengan membayangkan diri kamu menjadi tunawisma atau memikirkan betapa tidak adilnya dunia akan situasi keuangan kamu, itu hanya akan membuat kamu terjebak dalam suatu situasi masalah.

3. Apa yang bisa kamu capai dengan terus memikirkan masalah secara berlebihan?

perempuan overthinking
Terlalu banyak yang dipikirkan (foto: idntimes)

Jika kamu secara proaktif berusaha mendapatkan perspektif baru, kamu mungkin menemukan bahwa memikirkan suatu masalah sangatlah membantu. Namun, jika kamu berulang kali berpikir tentang bagaimana kamu menginginkan sesuatu yang berbeda atau membayangkan semua hal yang salah tanpa mengidentifikasi tindakan yang akan membantu kamu menjadi lebih baik, itu pertanda kamu telah memikirkan suatu masalah secara berlebihan.

Bertanya pada diri sendiri ketiga pertanyaan diatas dapat membantu kamu mulai mengidentifikasi suatu masalah, ketika kamu terlalu berlebihan memikirkan berbagai hal lain. Ketika kamu memutuskan pikiran untuk tidak produktif, kamu mungkin akan beralih ke pendekatan pemecahan masalah, atau kamu mungkin memutuskan bahwa tidak ada yang dapat kamu lakukan untuk menyelesaikan masalah dan berpikir lagi tentang masalah tersebut, percayalah itu tidak akan membantu. (ADP)

Kredit : anandadimas

Tags Artikel Ini

Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH