Kampus USU Tutup Setelah Sejumlah Dosen Positif COVID-19 Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu,SH (ANTARA/HO)

MerahPutih.com - Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan melakukan penutupan (lockdown) dari seluruh kegiatan. Kebijakan itu terpaksa diambil karena semakin banyak dosen di perguruan tinggi negeri itu dinyatakan positif COVID-19.

"Bahkan telah ada dosen yang meninggal dunia. Untuk mengantisipasi demi keselamatan bersama, maka rektor dan keluarga besar USU dengan ini mengambil kebijakan untuk melakukan penutupan kampus USU tersebut," demikian Surat Edaran Rektor USU Runtung Sitepu melalui WhatsApp di Medan, Jumat (25/7).

Baca Juga:

Forum Rektor Minta Insentif Bagi Riset Kampus dan Industri

Ia mengatakan, penutupan aktivitas di USU itu, terhitung sejak hari Senin, 27 Juli sampai dengan Minggu, 2 Agustus 2020.

Selama masa lockdown di USU tersebut, diharapkan semua pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan bekerja di rumah (WFH) dan daftar kehadiran dilakukan secara online melalui sistem informasi presensi.

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu,SH. (ANTARA/HO)
Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu,SH. (ANTARA/HO)

Rektor menambahkan, kebijakan ini dilaksanakan setelah mendapat masukan dari Majelis Wali Amanat (MWA) USU.

Langkah-langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen USU dalam melindungi keselamatan dan kesehatan warganya, serta sebagai wujud kepedulian USU dalam upaya pencegahan penularan infeksi COVID-19.

Baca Juga:

Satu Petinggi Kampus Positif Corona, UNS Surakarta Berlakukan Lockdown

Demikian Surat Edaran ini dikeluarkan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan rahmat dan pertolonganNya kepada kita semua.

Salah satu pengajar USU yang dinyatakan positif COVID-19 yaitu sang rektor Prof Dr Runtung Sitepu. Kemudian dia dinyatakan sembuh dari COVID-19 setelah hasil dua kali tes usapnya menunjukkan negatif COVID-19 pada Selasa (14/7) lalu. (*)

Baca Juga:

Dipecat Karena Demo Keringanan UKT, Mahasiswa UNAS Diintimidasi Pihak Kampus

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Tangkap Oknum Driver Ojol Pelaku Perampasan HP Pelajar di Kemayoran
Indonesia
Polisi Tangkap Oknum Driver Ojol Pelaku Perampasan HP Pelajar di Kemayoran

peristiwa penjambretan ini terjadi di depan SMP 269 Harapan Mulia, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat

H&M Kirim Puluhan Ribu Masker Bedah ke Jabar
Indonesia
H&M Kirim Puluhan Ribu Masker Bedah ke Jabar

Bantuan masker bedah dan APD diterima pekan lalu dan sudah didistribusikan ke sejumlah rumah sakit rujukan.

DPR Minta Vaksinasi Dimulai Dari Para Elite
Indonesia
DPR Minta Vaksinasi Dimulai Dari Para Elite

Navi berjanji akan memperjuangkan agar harga vaksin untuk vaksinasi mandiri tidak terlalu mahal.

Dana Haji Dipakai untuk Penguatan Rupiah, Wamenag: Fitnah Keji
Indonesia
Dana Haji Dipakai untuk Penguatan Rupiah, Wamenag: Fitnah Keji

"Statemen seperti itu hanya mungkin keluar dari orang yang sudah terbiasa dengan pikiran kotor dan suka mencari sensasi," kata Zainut

KAMI Dipersilakan Kritik Pemerintah Tapi Disertai Data Akurat
Indonesia
KAMI Dipersilakan Kritik Pemerintah Tapi Disertai Data Akurat

"Jika melakukan kritik, sebaiknya kritiknya konstruktif, disertai data-data yang akurat dan solusi penyelesaian masalah. Ini lebih baik daripada sekadar menyalahkan dan mencari kesalahan,” terangnya.

Menhub Budi Karya Pulang ke Rumah usai Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Menhub Budi Karya Pulang ke Rumah usai Sembuh dari COVID-19

Budi Karya harus menjalani karantina mandiri di rumah selama dua minggu.

Penolakan RUU Cipta Kerja Meluas, MPR: Jangan Hanya Pertimbangkan Korporasi Besar
Indonesia
Penolakan RUU Cipta Kerja Meluas, MPR: Jangan Hanya Pertimbangkan Korporasi Besar

Sebanyak 35 investor yang prihatin tersebut merupakan investor yang mengelola dana hingga US$ 4,1 Triliun

Rentan Terkena Virus Corona, Ini Permintaan Pengemudi Ojol ke Pemerintah
Indonesia
Rentan Terkena Virus Corona, Ini Permintaan Pengemudi Ojol ke Pemerintah

Pengemudi ojek online dianggap paling berpotensi terpapar virus corona

[HOAKS atau FAKTA]: Ada Negara di Dalam Negara, Masuk Pantai Indah Kapuk Wajib Pakai Paspor
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ada Negara di Dalam Negara, Masuk Pantai Indah Kapuk Wajib Pakai Paspor

Unggahan tersebut telah mendapatkan respons sebanyak 1.315 suka serta 984 retweet dan komentar.

Tanggapi Kode Sandi Calon Kuat di Pilpres 2024, Prabowo Jawab Singkat Saja
Indonesia
Tanggapi Kode Sandi Calon Kuat di Pilpres 2024, Prabowo Jawab Singkat Saja

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menilai, kode Presiden Joko Widodo soal kesempatan Sandiaga Uno menang di Pilpres 2024 bukan hal yang mustahil.