Image
Author by : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Perbedaan bukan menjadi halangan dalam membentuk harmonisasi. Hal tersebut sangat tampak di salah satu kampung yang terletak di antara kaki gunung Merapi dan Merbabu. Kampung Sidorejo, Boyolali, Jawa Tengah dihuni 80 kepala keluarga yang mayoritas beragama Islam dengan 10 warga beragama Kristen. Mereka hidup berdampingan menjunjung toleransi dan menghormati perbedaan. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Image
Author by : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Warga kampung Sidorejo berduyun-duyun membawa tenong atau tudung saji yang berisi makanan menuju area pemakaman untuk melakukan tradisi Nyadran. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun menyambut Ramadan itu dimaknai dengan acara makan bersama seluruh warga kampung di area pemakaman. Nyadran merupakan bentuk hubungan manusia dengan leluhur, juga wujud silaturahmi antarwarga kampung. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Image
Author by : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Masyarakat Desa Sidorejo melaksanakan tradisi Nyadran di pemakaman setempat. Tradisi tersebut diikuti oleh seluruh warga kampung tanpa melihat latar belakang suku, ras, agama, dan golongan. Masyarakat menganggap semua makluk ciptaan Tuhan itu sama. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Image
Author by : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Suasana hangat dan damai melekat pada warga kampung Sidorejo saat melakukan tradisi Nyadran di pemakaman setempat. Menjunjung nilai toleransi dan menghormati perbedaan menjadi fondasi utama masyarakat kampung dalam menjaga keharmonisan hidup berdampingan. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Image
Author by : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Bentuk toleransi warga tidak hanya dalam sebuah upacara tradisi kampung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Gotong royong dan saling membantu adalah ciri warga yang hidup rukun bertetangga. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Image
Author by : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Warga yang beragama Islam maupun Kristen di kampung Sidorejo tidak pernah mempermasalahkan kepercayaan karena itu hubungan manusia dengan Tuhan. Agama mengajarkan masyarakat tersebut agar manusia hidup berdampingan dengan saling menghormati dan menghargai. Begitu pula negara, yang mengajarkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa meski berbeda-beda suku, ras, agama, dan golongan. (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Image
Author by : ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Warga kampung Sidorejo berharap harmonisasi keberagaman kampungnya dapat terjaga dan diteruskan sampai generasi berikutnya. Tidak ada jarak, tidak ada perselisihan. Yang ada hanya keselarasan untuk menciptakan indahnya keberagaman. Seperti kutipan kata mantan Presiden Gus Dur, "Tidak penting apapun agamamu atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu". (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)