Kampung Jokowi Zona Hitam COVID-19, Ganjar: Mungkin Itu Bajumu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Solo, Jawa Tengah menetapkan Solo berubah menjadi zona hitam COVID-19 setelah adanya penambahan 18 kasus pada Minggu (12/7).

Penetapan zona hitam COVID-19 tersebut mendapatkan sorotan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan menegaskan Solo belum layak dikategorikan zona hitam.

Baca Juga:

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Disdik Solo Berlakukan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh

"Asal tahu saja, Solo zona hitam itu jarene sopo (kata siapa)? Yang ngomong zona hitam siapa?" ujar Ganjar, Rabu (15/7).

Ganjar juga mempertanyakan dasar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo dalam penetapan zona hitam. Padahal, jumlah kasus COVID-19 masih di bawah 100 kasus.

"Masih ada kasus COVID-19 yang datanya lebih banyak dari Solo seperti Kota Semarang dan Salatiga. Namun, statusnya belun masuk kategori zona hitam," kata Ganjar.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menjalani rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menjalani rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

Politikus PDIP ini heran tiba-tiba status zona hitam diberikan ke Solo. Ganjar menilai kreteria zona hitam itu bisa muncul dari pengamat atau atau ada yang lagi benci.

"Soalnya yang terjadi dan kita kontrol saat ini di Solo ya di klaster RSUD dr Moewardi dan UNS itu saja," tegasnya.

Dari dua klaster baru penyebaran COVID-19 di Solo tersebut, kata Ganjar, keduanya sudah dilakukan tindakan-tindakan. Tracing, tes massal, hingga isolasi sudah diterapkan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Solo.

"Maka ada yang banyak bilang zona hitam. Saya juga heran, mungkin yang hitam itu bajumu," canda Ganjar.

Baca Juga:

Hati-Hati, Solo Punya Klaster Baru COVID-19 Tahu Kupat

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengoreksi status penyebaran COVID-19 yang sebelumnya disebut sebagai zona hitam. Rudy, sapaan akrabnya, sempat mengakui Solo jadi zona hitam penyebaran virus corona karena ada lonjakan kasus harian.

"Solo bukan zona hitam. Namun, zonanya oranye agak kemerah-merahan. Dengan ini, masyarakat wajib hukumnya waspada," kata Rudy, Rabu (15/7). (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Satu Pedagang Meninggal Positif COVID-19, Solo Tutup Pasar Harjodaksino



Zulfikar Sy