Kampung Halamannya Diguncang Bom Bunuh Diri, Ini Reaksi Jusuf Kalla Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla. Ia menjadi wakil presiden di kepemimpinan Presiden Susilo Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. ANTARA/Tim Media Jusuf Kalla

MerahPutih.com - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengutuk keras peristiwa aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Minggu (28/3) sekitar pukul 10.20 WITA.

JK menyatakan turut berbelasungkawa kepada korban yang tidak berdosa dan menyampaikan rasa simpati bagi keluarganya dan berharap aparat segera mengungkap motif serta menangkap jaringan pelaku yang berada di balik aksi keji tersebut.

Baca Juga

Sembilan Orang Jadi Korban Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar

"Saya mengutuk keras aksi pengeboman tersebut," ujar JK di Jakarta, Minggu (28/3).

Pria asal Makassar yang juga Ketua PMI ini meminta agar aparat keamanan dapat segera mengungkap motif dan menangkap jaringan pelaku.

Wakil Presiden (Wapres) Presiden ke-10 dan ke-12 ini menegaskan segala bentuk teror tidak boleh ditoleransi, karena dalam semua agama tindakan tersebut tak dapat dibenarkan.

“Kita tidak bisa mentoleransi segala bentuk teror karena dalam agama apa pun tindakan itu tidak dibenarkan” terangnya.

Mantan Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Antara)
Mantan Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Antara)

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Pol E Zulpan mengataka, ledakan yang terjadi itu masih dalam penyelidikan, dan belum diketahui berapa yang menjadi korban meninggal dunia dan juga korban luka-luka.

Pihaknya, bersama yang lainnya sedang berbagi tugas, ada yang melakukan penyelidikan dan ada juga yang mengevakuasi korban luka-luka dengan membawanya ke rumah sakit terdekat.

"Semua masih fokus dulu pada pengamanan keselamatan warga. Ada juga yang bertugas menyisir lokasi dan lainnya. Untuk korban meninggal dan luka-luka itu masih dalam pendataan," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga

Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Tidak Dibenarkan Agama

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gerebek Lumpur di Waduk Munjul, Puluhan Alat Berat Dikerahkan
Indonesia
Gerebek Lumpur di Waduk Munjul, Puluhan Alat Berat Dikerahkan

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan Gerebek Lumpur di Waduk Munjul, Jakarta Timur dalam menghadapi musim penghujan.

Pangdam IV/Diponegoro Sebut RS Darurat di Solo Bisa Untuk Vaksinasi Massal
Indonesia
Pangdam IV/Diponegoro Sebut RS Darurat di Solo Bisa Untuk Vaksinasi Massal

Dikatakannya, RS darurat lapangan tersebut terdapat 100 bed dengan dilengkapi peralatan canggih dan tidak kalah dengan rumah sakit lainnya. Rumah sakit difungsikan untuk merawat warga Solo Raya yang terpapar virus Corona pada level ringan hingga sedang.

Penumpang KRL Naik 14 Persen Selama Dua Hari Lebaran
Indonesia
Penumpang KRL Naik 14 Persen Selama Dua Hari Lebaran

Volume pengguna KRL pada Sabtu (15/5) tercatat 328.495 pengguna atau meningkat 14 persen dibanding hari sebelumnya yang mencapai 287.471 orang.

Saat Presiden Jokowi Kecewa Pada Kebijakan PPKM
Indonesia
Saat Presiden Jokowi Kecewa Pada Kebijakan PPKM

Selama 20 hari pelaksanaan PPKM ada penambahan kasus 241.596 atau setiap harinya 12 ribu kasus tambahan.

Hari Pertama Ganjil-Genap Depok, Lebih dari 300 Kendaraan Diputar Balik
Indonesia
Dukung Pengembangan Alat Tes Antigen Lokal, Moeldoko: Ada Marketnya
Indonesia
Dukung Pengembangan Alat Tes Antigen Lokal, Moeldoko: Ada Marketnya

Pemerintah menyebut standar biaya ini telah melalui pertimbangan yang matang

Biar Tidak Dibayar Dana BOS, Jatim Minta Guru Honorer Daftar PPPK
Indonesia
Biar Tidak Dibayar Dana BOS, Jatim Minta Guru Honorer Daftar PPPK

Pemeritah Provinsi Jawa Timur membuka 11.220 formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Legislator PSI: Anies Lebih Baik Bikin Lomba Tangkap Belut Ketimbang Balap Mobil
Indonesia
Legislator PSI: Anies Lebih Baik Bikin Lomba Tangkap Belut Ketimbang Balap Mobil

Ini yang terjadi kalau perencanaan termasuk penentuan trek tidak dikaji dulu

Lonjakan Kasus COVID-19 di Kudus Akibat Hajatan Jadi Pelajaran Bagi Daerah Lain
Indonesia
Lonjakan Kasus COVID-19 di Kudus Akibat Hajatan Jadi Pelajaran Bagi Daerah Lain

“Jangan sampai terjadi di daerah lain, kita harus tetap disiplin protokol kesehatan,” kata Moeldoko

Guru Besar Ilmu Hukum Bandingkan Kerumunan Jokowi dengan Rizieq
Indonesia
Guru Besar Ilmu Hukum Bandingkan Kerumunan Jokowi dengan Rizieq

Polemik soal kerumunan Presiden Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergulir.