Kampung Adat Bondo Maroto Sumba Barat Ludes Terbakar Kebakaran kampung adat Tarung di Sumba beberapa waktu lalu (MP/Naldy)

MerahPutih.Com - Kebakaran kampung adat kembali terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya Kampung Tarung yang disebut sebagai salah satu kampung adat terindah di Indonesia ludes terbakar Oktober 2017.

Kemudian Kampung Adat Gurusina juga terbakar pada 13 Agustus lalu, kini giliran kampung adat Bondo Maroto di Sumbat Barat yang ludes terbakar.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Sumba Barat, Viktor Umbu Sulung yang dikonfirmasi Kupang, mengatakan kebakaran itu menghanguskan 16 rumah adat milik masyarakat adat yang terbakar Selasa (11/9) pukul 01.00 wita.

Menurut Umbu, belasan rumah adat di Desa Kalambe Kuni, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat itu merupakan salah satu kampung adat masyarakat setempat.

Kampung Adat Gurusina
Pemandangan kampung adat Gurusina, Ngada sebelum ludes terbakar (Foto: florestourism)

"Hanya satu rumah saja yang tidak terbakar dalam peristiwa itu,"kata Umbu.

Ia mengatakan, kebakaran itu berlangsung dengan cepat karena seluruh bangunan rumah adat beratap alang-alang.

"Api dengan cepat merembet kesemua bangunan yang ada di kampung adat itu,"kata Umbu.

Sementara itu kebakaran kampung adat Bondo Maroto dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Ardu Jelamu.

"Iya betul, ada Kampung Adat Bondo Maroto terbakar tadi malam (Senin, 10/9) sekitar Jam 12.00 Wita," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur membenarkan peristiwa kebakaran kampung ada itu ketika dikonfirmasi di Kupang, Selasa (11/9).

Ia mengatakan, telah mengonfirmasi pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat yang telah membenarkan adanya kebakaran kampung adat itu.

Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu
Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu (Foto: disparntt.go.id)

Dijelaskannya, diketahui kebakaran tersebut melenyapkan sebanyak 16 rumah adat dari total sebanyak 17 rumah adat di Kampung Adat Bondo Maroto.

Menurutnya, dugaan kuat sambaran api bermula dari sebuah rumah adat yang baru selesai dibangun. Rumah adat baru tersebut tidak memiliki atap berpuncak seperti rumah adat Sumba pada umumnya.

"Jadi sumbernya tidak dari hubungan pendek arus listrik karena di kampung adat itu belum ada instalasi listrik," katanya.

Marius Ardu Jelamu sebagaimana dilansir Antara mengatakan, kondisi api sudah berhasil dipadamkan dan saat ini sedang dalam penanganan pemerintah kabupaten setempat dengan membangun tenda-tenda darurat.

"Pihak Kepolisian setempat juga sudah mengamankan lokasiu untuk penyelidikan lebih lanjut terkait dampak kebakaran itu," katanya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Redam Pelemahan Rupiah, Pengamat Tawarkan Empat Langkah Strategis ini



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH